Solusi Pembayaran Gaji PSMS ISL Masih Gelap

Idris menampik informasi yang menyebutkan Badan Liga Indonesia (BLI) sudah menyerahkan seratus persen bantuan.
Manajemen PSMS ISL dikabarkan sudah menerima 100 persen haknya dari PT Liga. Info sudah beresnya hak PSMS  ini mencuat setelah salah satu petinggi ANTV berkomentar di grup sepakbola di facebook. PSMS disebutkan sebagai satu di antara beberapa klub yang haknya sudah dibayarkan PT Liga.
 
Sejatinya, jika info tersebut benar adanya, skuat PSMS ISL bisa tersenyum,  lantaran selama ini masih mengambang, karena menunggu enam bulan gaji dan sisa sepuluh persen kontrak. Tapi apa nyana, info tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh CEO PSMS ISL, Idris.

Idris menampik informasi yang menyebutkan Badan Liga Indonesia (BLI) sudah menyerahkan seratus persen bantuan. Pihaknya, tetap menjalankan komunikasi yang intens. Namun, belum ada perkembangan positif bahwa BLI akan mengucurkan dana dimaksud. "ANTV enggak ada urusan langsung ke PSMS Medan. Itu kan bagian dari hak komersial yang harus disetor ke BLI, baru BLI mendistribusikannya ke klub-klub. Silahkan saja konfirmasi ke BLI. Yang pasti, kami belum menerima duit dari BLI," ujarnya saat dihubungi, Senin (3/9).

Idris menjelaskan kucuran dana dari BLI tidak akan diperuntukkan bagi pelunasan hak-hak pemain. Menurutnya, sisa dana dari BLI hanya  Rp1 miliar. "Ya kalaupun dicairkan, itu akan diprioritaskan untuk bayar utang-utang eksternal. Membayar utang tiket pesawat ke agen dan bola-bola latihan kepada Kagaya (toko sport). Kalau ditotal jumlah utang sebesar Rp1,9 miliar. Itu pun enggak cukup kan," tandasnya.

Sedangkan dari PT Liga belum juga bisa memberikan komentar. CEO PT Liga, Joko Driyono yang ditelepon tidak mengangkat dan di SMS tidak dibalas. Hal yang sama dengan Tigor Shalomboboy, Sekretaris PT Liga yang sudah dihubungi dua kali juga tidak mengangkat telepon. Hanya Darwis Satmoko, Bidang Kompetisi PT Liga via BBM nya menjelaskan apapun ceritanya, manajemen harus melunasi hak pemain. "Mereka harus melunasi hak pemain," ujarnya.

Sementara itu, Manajer PSMS, Benny Tomasoa seperti mengaku tidak tahu apapun soal keuangan klub.  "Saya tidak tahu masalah keuangan dari Liga. Coba tanya CEO saja, karena dari awal saya tidak tahu masalah keuangan. Karena itu bukan job saya dan saya harus mengurus tim. Setahu saya dari Liga, kita sepertinya masih ada hak, coba  dikroscek saja ya," ungkapnya via BBM.

Pernyataan Benny ini langsung memantik reaksi Sekretaris PSMS ISL, Fityan Hamdy. Fityan menilai terlalu sering Benny melempar tanggung jawab ke CEO. Padahal sebagai manajer, harusnya pro aktif dan wajib tahu soal keuangan klub. "Layaknya manajer di semua klub sepakbola harus tahu kondisi keuangan klub. Kalau dia hanya ngurus tim, seperti yang dia lakukan selama ini di PSMS, bagus jadi bagian perlengkapan saja, ngapain jadi manajer," tegasnya.

Fityan gerah, lantaran selama ini, Benny tidak bisa menjadi manajer yang baik. Dia tidak bisa menjadi pemecah masalah untuk pemain yang butuh jawaban atas hak yang belum dibayar. "Heran saja, lihatnya kayak gitu. Pemain-pemain itu semua kalau ada apa-apa harus ke Pak Idris. Fungsi manajer apa. Soal gaji pemain, itu juga tugas manajer, harus tahu detail bagaimana," tukasnya. (gk-38)