thumbnail Halo,

Manajemen Kabau Sirah memegang tiga alasan untuk kembali ke pelukan PT Liga Indonesia.

Rumor Semen Padang FC akan kembali bermain di Indonesia Super League (ISL), ternyata tidak  pepesan kosong belaka. Buktinya, Manajemen tim berjuluk "Kabau Sirah" itu, mulai mempertimbangkan kembali untuk berlaga di ISL. Bahkan para petinggi klub, sudah menjajaki kemungkinan kearah itu.

Ada beberapa pertimbangan yang membuat tim juara Indonesia Premier League (ISL) itu tak menutup kemungkinan kembali ke kompetisi garapan PT Liga Indonesia itu. Faktor diakuinya ISL oleh PSSI, kekecewaan atas kinerja PT. LPIS selaku regulator IPL 2011/12, plus merugi dari segi bisnis saat berkompetisi di IPL, adalah tiga alasan SP berfikir ulang dimana mereka akan berkompetisi musim 2012/13.

Komisaris Utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Toto Sudibyo menyebutkan, pihaknya saat ini tengah membicarakan kemungkinan untuk beralih ke ISL, dan kans untuk itu cukup besar. "kita akui pengelolaan IPL musim lalu, dimana PT LPIS selaku regulator, belum bisa memutar roda kompetisi seperti yang kita diharapkan dan masih banyak yang harus dibenahi. Ini menjadi catatan kita."kata Toto, kepada GOAL.com Indonesia, Selasa (28/8) di Padang.

Toto menambahkan, saat ini ISL sudah diakui oleh PSSI. Dan itu bisa jadi pegangan SP untuk kembali ke kompetisi dimanan pada musim 2010/11, SP mampu menempati peringkat keempat. "Saat ISL sudah diakui PSSI, bukan tak mungkin kita kembali berkompetisi kembali disana. Kita tengah menjajaki hal itu,"tegas Toto.

Pertimbangan lain tak kalah penting menurut Toto, jika dilihat dari segi bisnis pemasukan yang diperoleh SP dari penonton setiap laga kandang selama berkompetisi di IPL jauh menurun dibanding saat berkompetisi di ISL, Sebagai klub profesional yang orientasinya mulai mengarah ke bisnis, kondisi ini tentu merugikan SP.

Ditegaskan pria yang juga menjabat Direktur produksi PT Semen Padang itu, seharusnya prospek bisnis tim bisa menunjang bisnis induk. "Brand image yang diharapkan melalui sepakbola, dalam hal ini tim Semen Padang FC tidak menunjukkan grafik yang menggembirakan musim lalu. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, ketika kita selaku tim promosi kemudian bisa mencapai empat besar pada ISL 2010/11. Saat itu, image terhadap produk induk juga ikut berpengaruh positif," papar Toto.

Kondisi merugi yang dilami SP musim lalu, diakui Toto salah satu penyebabnya soal kualitas kompetisi yang diikuti belum terjamin, dan kurang mampu menarik animo penonton datang. "Ingat, kita membeli pemain mahal tapi pemasukan dari penonton justru jauh menurun drastis, sehingga belanja pemain yang mahal tadi mubazir," tambah Direktur Produksi PT Semen Padang itu.

Walau ada kemungkinan SP kembali ke ISL, namun Toto menegaskan tetap menjaga komitmen soal pasokan pemain ke timnas. "Saat ini pemain yang berlabel ISL dilarang klub membela timnas. Memang itu haknya klub, tetapi kami tetap komit untuk menyuplai pemain ke timnas. Jadi langkah ke ISL merupakan salah satu kemungkinan yang akan diambil." tegasnya.

Sementara itu manajer tim Asdian juga mengakui pemasukan tim dari penonton musim lalu jauh dari target yang diharapkan. Bahkan anjloknya mencapai angka 50 persen. "Anda kan bisa lihat perbedaan volume penonton datang ke stadion Agus Salim ketika berkompetisi di ISL dan IPL," jelasnya.

Namun sikap lebih hati-hati diambil oleh Dirut PT KSSP, Erizal Anwar yang dihubungi secara terpisah soal wacana SP kembali ke ISL. "Kita akan kaji lebih mendalam, baik aspek legalitas maupun untung dan ruginya. Kita tidak mau buru-buru dulu, dan kita belum final pindah ke  ISL," ungkap Erizal. (gk-33)

Terkait