thumbnail Halo,

Persepam kesulitan memboyong pemain dan pelatih yang diidamkan.

Gelontoran dana besar yang dipersiapkan oleh manajemen Persepam Madura United (P-MU), rupanya belum menjamin mulusnya langkah mereka dalam melakukan persiapan membentuk ‘The Dream Team’. Beberapa pemain bidikan banyak yang meleset, lantaran belum menentukan sikap atau tetap kukuh bertahan di klub lamanya.

Susahnya mendatangkan pemain dan pelatih baru, membuat manajer P-MU Achsanul Qosasi sempat berpikiran, jika para pemain dan pelatih yang masuk dalam daftar bidikan mungkin masih menganggap bahwa P-MU adalah tim kampungan. Meski demikian, ia berjanji timnya sudah akan komplet dan siap dilaunching pada Oktober mendatang.

“Oktober nanti kami akan membentuk tim, dan tim diharapkan komplet termasuk juga jajaran pelatih. Sebenarnya, kalau melaunching pada Oktober terbilang mepet, karena hanya berjarak satu bulan dengan jadwal kompetisi. Tapi mau bagaimana lagi,” ungkap Qosasi kepada GOAL.com Indonesia.

Bahkan sebelumnya bintang Persebaya Andik Vermansyah, secara terang-terangan menolak pinangan P-MU dan tetap berkomitmen untuk membela tim asal Surabaya tersebut. Hal yang sama juga berlaku bagi Ahmad Bustomi dan Boaz Salossa, di mana mereka berdua juga belum menunjukkan animonya untuk datang ke Madura. Bustomi masih dalam dekapan Mitra Kukar, sementara Boaz masih tetap di Papua bersama Persipura Jayapura.

Mengenai perkembangan perburuan pemain, Qosasi masih mengklaim baru mendapat enam pemain baru. Mereka adalah Osas Marvelous Saha, Benny Rumba, Anton Samba, Mbom Julien, Ali Khadafi, serta punggawa Timnas Indonesia U-22 Ridwan Awaluddin. Ia pun mengaku, tengah mendekati beberapa bintang muda nasional lainnya seperti rekan Ridwan di Timnas U-22 lalu, Johan Yoga Utama.

“Pemain muda untuk masa depan, dan spirit tim. Ia (Johan Yoga Utama) pemain bagus, dan kami proyeksikan pemain muda untuk jangka panjang. Tapi kami belum bisa menyebut siapa saja lainnya yang kami incar. Kalau dikasih tahu sekarang, saya yakin tim yang memiliki saat ini pasti langsung mengikatnya, jadi sementara belum ada yang baru lagi,” terangnya.

Tak hanya pemain, pada jajaran kepelatihan juga belum menunjukkan progres signifikan. Jika sebelumnya manajemen P-MU mengklaim bakal mendatangkan mantan pelatih Arema dan asisten Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal. Saat dikonfirmasi, Qosasi malah menyebut belum ada komunikasi lebih lanjut dengan yang bersangkutan.

“Manajemen untuk sementara ini, belum melakukan pembicaraan lagi (dengan Wolfgang Pikal),” jawabnya.

Jauh hari sebelumnya, Qosasi pernah mengatakan jika pihaknya musim depan akan menggaet Pikal sebagai pelatih kepala, menggantikan posisi Wenedy Purwito. Mereka pun menyatakan, sudah pernah melakukan pembicaraan dengan mantan asisten Alfred Riedl saat mengarsiteki Timnas Indonesia itu.

"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Wolfgang Pikal, kemungkinan P-MU akan dilatih dia. Saya kenal baik dan tahu betul dengan kemampuan dia. Kita akan terus melakukan pembicaraan lebih lanjut," ucap Qosasi saat itu.

Tapi nyatanya sampai saat ini, tanda-tanda berlabuhnya Pikal di Madura masih belum menemui titik terang. Padahal, PT Liga Indonesia (LI) sudah mengonfirmasikan bila kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013, akan mulai digeber pada November mendatang.  (gk-43)

Terkait