thumbnail Halo,

Wali Kota Medan Rahudman Harahap belum merestui hasill Rapat Umum Luar Biasa (RULB).

Persoalan pelik kepengurusan PSMS Medan terus berlanjut.  Saling klaim kedua kubu pengurus PSMS atas restu Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang sempat ditunjuk sebagai ketua umum PSMS, dijadikan senjata keduanya untuk terus berjalan, di tengah banyaknya persoalan mendasar tim di mana pemain PSMS sudah enam bulan belum gajian juga. 

Kali ini, Rahudman Harahap kepada media,  Rabu siang, memastikan kepengurusan PSMS yang baru belum ada. Ini mematahkan pertanyaan dukungan Rahudman kepada hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB) yang mengangkat Indra Sakti sebagai ketua umum. 

"Saya enggak tahu itu (RULB). Saya belum merestui (hasilnya), karena yang saya tahu, selaku pembina PSMS dan tidak ketum (saat ini pascakeluarnya surat mendagri pejabat publik tidak boleh mengurus klub profesional) juga sebagai walikota, ya dibicarakan bagus-baguslah dengan mengundang seluruh klub," ujarnya.

Dia menyebutkan, kalaupun situasi sekarang yang belum menunjukkan tanda-tanda pengunduran diri, semisal pengurus yang dianggap gagal mengurus PSMS musim 2011/12, sebaiknya dilakukan dengan cara yang benar. "Kita akan tempuh cara yang baik. Kan ada pelaksana (pengurus harian PSMS) itulah yang menyelenggarakan (musyawarah luar biasa), bukan orang luar yang menyelenggarakannya," tegasnya.

Jika ini dilakukan sesuai mekanisme, lanjut Rahudman, akan lahir pengurus yang baik. "Nanti akan lahir pengurus PSMS yang diterima semua pihak," ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, pengurus harian PSMS menepati janjinya dengan mengirimkan surat verifikasi ke klub-klub anggota agar musyawarah luar biasa yang digadang habis lebaran mendatang bisa berjalan dengan baik.  Namun langkah pengurus harian PSMS ini langsung mendapatkan kecaman dan bakal membawa ke jalur hukum. Pasalnya, pengurus  versi Forum Klub Anggota PSMS kembali menegaskan tak akan membiarkan pengurus PSMS lain menggunakan kop dan stempel PSMS, pascakepengurusan PSMS versi klub anggota dibentuk masa periode 2012-2016.

“Besok (Kamis) kami laporkan ke Poltabes. Kami adalah pengurus yang sah hasil Rapat Umum Luar Biasa (RULB) Klub Anggota PSMS. Dan kami harus menjadi orang pertama yang menghentikan tindakan Idris yang di luar ketentuan, biar masyarakat Medan tahu,” tegas Sekretaris Umum PSMS versi Klub Anggota PSMS, Martius Latuperissa di Gedung Mantan Pemain PSMS, Komplek Stadion Kebun Bunga Medan.

Laporan ini sebagai sikap tegas terhadap orang-orang yang mengatasnamakan pengurus PSMS. “Idris bukan siapa-siapa dan tak pernah menjadi siapa-siapa di Medan ini. Malah dia yang menghancurkan PSMS, biar masyarakat paham,” tandas Martius.

Martius menambahkan bahwa perbuatan Idris yang mempergunakan kop surat dan stempel PSMS telah merugikan pihaknya. Dia berkilah surat yang diberikan pengurus harian PSMS yang ditandatangani Idris, adalah wewenang pihaknya untuk melakukan verifikasi klub sebagai  pengurus PSMS hasil RULB. “Kami akan memverifikasi ke 40 klub anggota PSMS untuk kepentingan kompetisi,” tegasnya.

Dia juga menyinggung soal surat yang ditembuskan ke Ketua Umum PSMS. "Ketua umum mana? Rahudman? Jelas disebutkan dalam surat edaran Mendagri yang melarang walikota rangkap jabatan di kepengurusan olahraga, jadi yang mana?” ujarnya. 

Terlebih kata Martius, secara de jure, Ketua Umum PSMS adalah Dzulmi Eldin yang terpilih pada rapat umum di Dharma deli tahun 2009 lalu dengan sekretaris Hardi Mulyono. “Setelah kedua sosok ini mengundurkan diri, otomatis tidak ada pengurus PSMS lantaran tidak ada rapat umum memilih pengganti kedua sosok ini, hanya penunjukkan dan pengangkatan saja,” ungkapnya.

Hanya saja, statemen tersebut kontradiktif dengan fakta di lapangan, bahwa meski tidak mengakui Rahudman sebagai ketum, Indra Sakti Harahap ketum terpilih versi forum anggota klub sempat menemui Rahudman untuk mendapat restu. Tidak hanya itu, sebelum mengadakan RULB, panitia RULB juga menyurati Rahudman dua kali sebagai tanda sudah memberitahu pengurus PSMS akan adanya RULB, namun tidak ditanggapi.

Pengurus Harian PSMS sudah memberikan surat perihal verifikasi pengurus klub tertanggal 04 Agustus 2012 dengan nomor 259/B/PSMS/VII/2012 dan mulai Rabu (8/8) sudah diterima pengurus klub. Dalam surat yang diteken Sekretaris Umum PSMS, Idris, berisikan tiga poin.

Surat tersebut diberikan ke klub dengan dasar untuk rapat pengurus klub dengan pengurus PSMS Medan dalam rangka suksesi Ketua Umum PSMS Medan. Selanjutnya, surat ini ditujukan agar klub-klub segera mengirimkan susunan pengurus terbaru yang ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris klub di atas materai 6000. Daftar susunan pengurus klub yang terbaru harus sudah diterima pengurus harian PSMS selambat-lambatnya akhir Agustus 2012. 

Persoalan stempel dan kop PSMS, sejatinya kedua kubu menggunakan kop dan stempel berbeda warna dan bentuk. Pengurus harian PSMS masih menggunakan stempel lama dengan warna dasar biru, sedangkan kop surat masih dengan huruf empat PSMS tanpa tambahan tanda baca plus alamat email. Sedangkan, pengurus PSMS versi klub anggota yang sering mangkal di gedung mantan PSMS, menggunakan stempel dengan warna dasar hijau dan kop surat dengan huruf PSMS dengan tambahan tanda baca titik di keempat huruf (P.S.M.S). Selain itu, kop surat masih beralamat sama dengan sekretariat PSMS di Kebun Bunga dengan nomor telepon yang sama dengan kop surat pengurus harian namun alamat email yang berbeda. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait