thumbnail Halo,

Persibo sempat mendapatkan lampu hijau dari pemerintah setempat, terkait renovasi stadion.

Beberapa waktu lalu, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein melalui wakil sekjen Saleh Mukadar mengungkapkan, jika yang mewakili Indonesia di pentas Piala AFC musim depan adalah wakil dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Semen Padang untuk Liga Champions Asia (LCA), selaku juara IPL musim 2011/12, dan Persibo Bojonegoro di ajang AFC Cup, sebagai jawara Piala Indonesia 2012. Sejauh ini, belum ada keputusan pasti terkait persiapan Persibo untuk menyambut laga di level Asia tersebut. Antara menyewa stadion lain yang lebih besar atau merenovasi Stadion Letjen H Soedirman (homebase mereka) yang masih minim fasilitas.

Pemerintah kabupaten Bojonegoro dikabarkan siap mengucurkan dana, untuk merenovasi stadion berkapasitas maksimal 15 ribu penonton tersebut. Namun, mereka juga butuh waktu untuk melakukan renovasi. Apalagi, untuk mencapai standart yang ditentukan oleh AFC, jelas butuh banyak perubahan.

“Kami inginnya tetap bermain di Bojonegoro. Persibo masim melihat, bagaimana kemungkinan untuk merenovasi stadion,” ungkap manajer Persibo Bojonegoro Nur Yahya, saat dikonfirmasi GOAL.com Indonesia.

Jika pilihan untuk merenovasi stadion gagal dilaksanakan, maka pilihan lainnya adalah menyewa stadion yang fasilitasnya sudah berstandar internasional. Ada sejumlah pilihan yang bisa diambil tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut,  di antaranya Stadion Brawijaya yang terletak di Kota Kediri, Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Sultan Agung (Bantul), atau Stadion Manahan (Solo).

Stadion-stadion tersebut paling tidak sudah tak membutuhkan renovasi lagi, untuk bisa dijadikan home base di level Asia. Namun, jarak menjadi persoalan yang harus dipertimbangkan. Selain tentu saja biaya sewa stadion, serta biaya lain yang akan membengkak seperti akomodasi tim.

Di antara pilihan tersebut, ada dua stadion yang pernah dijadikan kandang Persibo di pentas IPL musim lalu, yakni Stadion Brawijaya dan Stadion Sultan Agung. Sementara menurut Yayak, sapaan akrab dari Nur Yahya, pihaknya kemungkinan besar tak akan memakai Gelora Bung Tomo yang berada di Surabaya, jika benar mereka bakal menjalani laga kandang di hajatan AFC Cup musim depan.

“Kalau pun nanti kami menyewa mungkin tidak di Surabaya, karena berisiko bagi suporter. Lagipula, kami pernah bermain di Stadion Brawijaya, Stadion Sultan Agung, maupun di Manahan. Saya kira stadion-stadion itu lebih nyaman bagi suporter kami dan layak untuk AFC Cup,” terang Yayak.

Apa yang diungkapkan Yayak, ada benarnya. Sebab selama ini hubungan antara suporter Persibo Bojonegoro yang berjuluk Boromani dan suporter Persela Lamongan yang berjuluk LA Mania, dikenal memang kurang harmonis. Dan, apabila Persibo memainkan laga kandang di Surabaya, tentu mereka akan melewati Kota Lamongan, hal inilah yang dikhawatirkan bakal menimbulkan terjadinya gesekan antarsuporter.

Persibo sendiri sempat mendapatkan lampu hijau dari pemerintah setempat, terkait renovasi stadion. Kandang Laskar Angling Dharma itu berada di bawah pengelolaan Pemerintah kabupaten Bojonegoro dan Persibo sendiri harus menyewa belasan juta untuk setiap pertandingan.

“Memang ada rencana itu [renovasi stadion]. Tapi detailnya belum ada, misalnya apa saja yang akan direnovasi dan apakah sesuai dengan standar AFC. Kami masih menunggu itu,” jelasnya. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait