thumbnail Halo,

Beberapa waktu lalu sempat terdengar kabar, jika Deltras Sidoarjo akan melakukan merger dengan Pelita Jaya. Tapi tampaknya isu tersebut hanya sekadar isapan jempol, lantaran sampai sekarang jajaran manajemen Deltras mengaku masih belum menerima permintaan dan pemberitahuan tentang wacana tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Media Officer Deltras Sidoarjo, Caturahadi. Ia mengatakan, bila sejauh ini wacana tentang merger Pelita Jaya dengan Deltras, hanya sebatas ramai di telinga saja. Namun, tidak ada tindakan kongkret dalam pengupayaan merger ini. Pasalnya, hingga detik ini, manajemen Deltras belum menerima permintaan atau undangan, baik dari pihak Pelita Jaya maupun dari PT Liga Indonesia, selaku operator Indonesia Super League (ISL).

“Belum ada pembahasan tentang rencana merger. Kalau wacana ini memang benar ada, tentunya sudah ada pembicaraan. Tapi mana, kok sampai sekarang belum ada apa-apa," ungkap Catur saat dikonfirmasi oleh GOAL.com Indonesia.

Wacana merger ini mencuat ke permukaan dengan pertimbangan, baik Pelita Jaya dan Deltras adalah dua klub yang memiliki sumber dana yang sama, yakni berasal dari Bakrie Grup. Nah, dengan dilakukan merger tentunya akan menekan dana operasional klub, karena jika merger berhasil dua klub akan menjadi satu. Apalagi, Deltras dipastikan akan degradasi dari ISL musim depan.

"Tapi jujur, saya nggak tahu siapa yang pertama kali menerbitkan wacana merger ini. Tiba-tiba kok sudah ramai diperbincangkan di media," terangnya.

Menurut Catur, wacana yang riil untuk saat ini adalah, tentang pembahasan format kompetisi yang akan digulirkan untuk musim mendatang. Sejauh ini, meskipun belum ada kesepakatan tentang format kompetisi, apakah menggunakan zona dua wilayah atau tetap sama dengan musim sebelumnya, namun wacana ini sungguh-sungguh riil.

“Karena tanggal 24 September mendatang akan ada rapat Joint Committe, yang membahas format kompetisi mendatang," jelasnya.

Ditambahkan Catur, jika format kompetisi menggunakan sistem zona dua wilayah yang mengharuskan banyak peserta, tentunya Deltras tidak jadi terdegradasi dan tetap bermain di level tertinggi. Tapi, jika formatnya sama seperti musim sebelumnya, artinya ada kompetisi Indonesia Primer League (IPL) dan LSI, maka Deltras dipastikan akan tetap terdegradasi ke pentas Divisi Utama.

Sementara itu, menanggapi wacana tentang merger Deltras Sidoarjo dengan Pelita Jaya, ditanggapi berbeda oleh Deltamania-suporter setia Deltras Sidoarjo. Menurut Humas Deltamania Prambudi, pihaknya mengajukan beberapa syarat bila nantinya proses merger jadi dilaksanakan.

Pertama, Deltamania menginginkan adanya keseriusan dalam pengelolaan sepakbola di Kota Udang-sebutan bagi Sidoarjo. Syarat kedua, kesepakatan harus tertuang dalam bentuk hitam di atas putih, dan diketahui oleh seluruh stake holder sepakbola yang ada di Sidoarjo. Sementara syarat ketiga adalah, manajemen yang baru harus bisa menggaransi adanya prestasi setelah merger berlangsung.

“Jangan sebagai formalitas atau sekadar ikut kompetisi. Selain itu, jika merger itu nantinya terwujud, kami meminta Deltras tidak pindah home base dan harus tetap berada di Sidoarjo," tegas Prambudi. (gk-43)

Terkait