thumbnail Halo,

Kepada GOAL.com Australia, Andrew Barisic mengaku dipecat pelatih Persebaya Surabaya melalui SMS.

EKSKLUSIF
oleh Paddy Higgs

Di antara beberapa pilihan memperkuat klub lain, Andrew Barisic masih mempertimbangkan untuk kembali berkiprah bersama Arema LPI.

Barisic mengawali kiprah di Indonesia sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya saat Liga Primer Indonesia dicetuskan tahun lalu. Bersama klub kebanggaan "bonek" itu, Barisic mampu menjadi mesin gol dengan mengemas sepuluh gol dalam 14 pertandingan.

Namun, di awal Liga Prima Indonesia musim kompetisi yang baru, Barisic dibuang Persebaya dan menghabiskan sisa musim bersama Arema LPI. Penyerang Australia 26 tahun ini menyumbangkan delapan gol dan mengakhiri musim dengan menempati peringkat ketiga klasemen.

"Pertama-tama pindah dari Gold Coast United di A-League dan bermain di Indonesia, saya merasakan kejutan besar. Pertandingan pertama saya disaksikan 25 ribu penonton, banyak kembang api, mereka tidak berhanti menyanyi sepanjang pertandingan," ujar Barisic kepada GOAL.com Australia.

"Aji Santoso pelatih yang bagus. Dia memberikan saya kebebasan sejak hari pertama. Dia luar biasa, tapi kemudian dia pindah dan keadaan berubah. Pelatih baru datang [Divaldo Alves] dan awalnya segalanya baik-baik saja."

"Ada beberapa hal yang tak bisa saya ungkap secara publik, tapi ada beberapa hal yang tidak seharusnya dia minta atau lakukan kepada tim. Jadi sejak awal saya tahu situasi ini tidak bagus. Dia ingin mendatangkan striker kesukaannya, tapi saya sudah menandatangani kontrak dua tahun. Saya masih mampu mencetak gol, dua gol dalam empat pertandingan. Setelah mencetak gol-gol itu, dia mencoret saya... dan memecat saya lewat pesan pendek (SMS)."

Barisic mengadukan masalah itu kepada FIFPro. Tak menemukan tempat di Persebaya, Barisic kemudian pindah membela seteru besar Persebaya, Arema.

"Ketika pindah, saya tahu saya akan menciptakan masalah dengan fans. Tapi beberapa bonek baik-baik saja. Mereka bahkan meminta saya untuk kembali, mereka tahu situasi yang saya hadapi bukan karena saya, tetapi lebih kepada pelatih," sambungnya.

Di Arema, Barisic menjadi salah satu pemain yang membantu penampilan tim saat berpartisipasi di Piala AFC. Arema berhasil melaju hingga babak delapan besar dan akan menghadapi wakil Arab Saudi, Al Ettifaq, September mendatang.

"Sebagai pemain, saya ingin terus mencetak satu gol dari setiap dua pertandingan," tukasnya.

"Tapi saya sempat menderita cedera, tapi mereka tetap memainkan saya dan saya mampu mencetak gol. Saya tampil baik, saya mencetak delapan gol dalam 11 pertandingan. Salah satu gol saya ciptakan pada laga derby menghadapi Persema Malang."

"Kemudian kami menghadapi Persebaya di kandang kami. Sungguh sangat emosional. Saya kenal banyak pemain mereka dan pertandingan berjalan sangat ketat. Mereka mencetak gol di awal pertandingan. Tidak mudah membalasnya, tapi kami mampu dan kemudian menang 2-1."

"Saya sangat lega, bukan hanya karena ingin mengalahkan Persebaya, tapi juga situasi yang saya hadapi dengan pelatih. Secara pribadi saya sangat puas bisa memenangkan pertandingan itu."

Saat ini, Barisic sedang berada di Australia dan mengkaji pilihan masa depan kariernya. Ada keinginan baginya untuk merambah kompetisi Timur Tengah dan Cina, tetapi Arema selalu menjadi pilihan.

"Didier Drogba, Yakubu Aiyegbeni, Nicolas Anelka, semua datang ke Cina. Ketika para pemain besar melakukannya, itu merupakan pilihan berdasarkan pertimbangan karier," tukasnya.

"Kalau Anda bermain di Asia Tenggara, Anda mungkin hanya akan pindah dari Indonesia ke Vietnam dan bertahan di kawasan itu saja. Tapi saya senang bermain untuk Arema. Kami berhasil menembus perempat-final Piala AFC. Saat ini saya masih pemain Arema dan saya tak sabar bermain di perempat-final Piala AFC."

"Banyak pemain Australia bermain di Indonesia dan kami semua saling membantu. Ada Robbie Gaspar di sana. Kami menjulukinya 'perdana menteri tidak resmi'. Dia hampir tahu segalanya, kenal semua orang, dan benar-benar siap membantu Anda. Kasihan dia, semua orang meneleponnya setiap hari untuk menanyakan macam-macam, tapi dia selalu membalas dan membantu sebisanya."


Twitter Ikuti Paddy Higgs di twitter.


Ikuti GOAL.com Australia di twitter dan di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait