thumbnail Halo,

Lapangan sudah dibongkar, rumput dikelupas dan akan diganti baru. Ke depan, tribun tertutup, VIP bakal dibongkar, dicat ulang.

Renovasi Stadion Teladan ditargetkan selesai pada Desember 2012 mendatang. Untuk itu, pengerjaan terus dikebut yang sudah dimulai sejak awal Juli lalu.

"Komitmen dari awal, kami dengan pekerja adalah akan tetap berjalan pengerjaan meski bulan puasa dan lebaran. Agar Bulan Desember nanti bisa selesai," ujar Agus Soetoro, Side Manajer PT Aprilian Dwipa  Internusa, pelaksana pengerjaan renovasi saat ditemui di Stadion Teladan.

Pengerjaan yang masih berjalan tiga minggu, sudah mencakup pembongkaran seluruh ruangan di ruang ganti pemain, yang akan diperbaharui sekaligus membuat mix zone. Lapangan juga sudah dibongkar, rumput dikelupas dan akan diganti baru. Ke depan, tribun tertutup, VIP bakal dibongkar, dicat ulang. "Pengerjaan masih tiga minggu. Masih kecil tolak ukur presentase pengerjaannya. Tapi kami optimis bisa selesai sesuai kontrak," ungkapnya.

Agus menyebutkan, renovasi yang menggunakan dana bantuan Kementrian Pemuda dan Olahraga senilai Rp10,5 miliar ini prioritas pada pengerjaan lapangan bola.

 "Jadi stadion itu intinya pada lapangan bola. Secara teknis, memang lapangan di Stadion Teladan ini tidak sesuai. Kalau untuk kelas pertandingan nasional sudah jauh tertinggal. Makanya, nanti rumput yang akan digunakan untuk lapangan didatangkan dari Bogor. Perawatan rumput bernama ‎Soyzea Matrella ini harus sangat konsen, mulai dari pembibitan, penyemaian dan lokasinya ada di Bogor," ungkapnya.

Selain soal kualitas rumput, hal yang tak kalah penting untuk Stadion Teladan ini adalah letak drainase. Selama ini, drainase hanya bertumpu di pinggir lapangan, sementara posisi lapangan tidak rata, sehingga kalau banjir air tergenang di tengah.

Drainase yang ada selama ini malah menjadi bumerang bagi pemain dan pelatih. Beberapa nama, seperti mantan pelatih Pro Duta Dirk Buttelaar, pernah harus mengerang kesakitan, lantaran kakinya terperosok ke lubang drainase di pinggir lapangan.

"Drainase itu harus di bawah rumput. Setelah kami bongkar, drainase lama yang ada di lapangan ini tidak berfungsi lagi. Kuncinya itu ada di drainase, nanti kalau sudah siap, air akan ditangkap rumput dan diserap ke bawah yang sudah ditopang drainase," bebernya.

Untuk mengerjakan proyek ini, Agus mengatakan menurunkan 50 pekerja yang didatangkan sebagian besar dari Jawa Timur, secara bertahap.  Dia menegaskan, selepas pengerjaan, Stadion Teladan sudah sangat bagus untuk even dan standar nasional. "Hanya saja, faktor-faktor pendukung seperti tempat parkir yang masih kurang," tukasnya.

Dia berharap ke depan, Stadion Teladan bisa disertifikatkan ke FIFA. Apalagi, menurutnya, kuantitas untuk even nasional atau pertandingan kompetisi nasional sangat padat di Medan. Dia mengurai, ada lapangan lain semisal di Stadion Universitas Indonesia yang disertifikatkan ke FIFA. "Universitas Indonesia itu stadionnya mau distandarkan internasional. UI tidak begitu ada even nasional mau dapat sertifikat. Medan mestinya bisa lebih, karena evennya lebih," bebernya.

Sementara itu, Zulhifzi Lubis, Ketua Tim Renovasi Stadion Teladan yang datang ke lokasi mengatakan perbaikan stadion yang mulai digunakan 1953 ini sesuai dengan standar AFC yang sempat meninjau di awal musim kompetisi.

Hanya saja, pengerjaan untuk tribun terbuka akan dilaksanakan terpisah dengan dana APBD Kota Medan. Pria yang akrab disapa Opunk Ladon ini mengaku tak banyak tahu soal kapan proses pengerjaan tribun terbuka yang bakal bertingkat empat itu, karena beda tanggung jawab. Di mana, tribun tertutup dan lapangan menggunakan dana Kemenpora.

"Saya kurang tahu sampai mana sudah proses untuk pengerjaan tribun terbuka. Tapi katanya sedang proses tender," pungkasnya. (gk-38)

Terkait