thumbnail Halo,

Disinggung desakan evaluasi manajemen yang dinilai gagal musim 2011/12, Benny mengimbau pihak yang mengkritisi jangan saling tuding.

Desakan perombakan manajemen PSMS ISL terus bergulir. Ini sejalan dengan tuntutan agar hak pemain dituntaskan sebelum manajemen membubarkan tim 2011/12. Sayangnya, hingga saat ini belum ada titik terang. Manajer PSMS ISL, Benny Tomasoa malah mengakui belum bisa memberikan jawaban apapun soal gaji yang sudah hampir enam bulan belum dibayar.

“Susah, abang mau jawab apa. Abang kasihan juga lihat anak-anak, tapi secepatnya abang tanyakan ke Pak Idris (CEO PSMS) soal perkembangannya," ujarnya, Selasa (24/7).

Karena terganjal masalah gaji ini juga, lanjutnya pembubaran tim belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. "Kalau masalah pembubaran tim, sepertinya belum bisa. Kami masih menunggu hasil kongres PSSI. Mudah-mudahan ada keputusan yang bagus. Termasuk untuk PSMS, karena apapun dan segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi yang pasti PSSI harus satu dan PSMS juga harus satu," ungkapnya.

Disinggung desakan evaluasi manajemen yang dinilai gagal musim 2011/12, Benny malah mengimbau pihak yang mengkritisi jangan saling tuding. "Jangan saling tuding dan menyalahkan saja. Lihat juga, kami yang di tim pontang panting cari uang untuk membiayai klub. Ini kan musim pertama bagi PSMS tidak menggunakan dana APBD. Jadi jangan orang-orang yang selama ini bicara PSMS tahu, jangan banyak bicara. Tapi tak pernah untuk belia aqua aja enggak tidak untuk PSMS," jelasnya.

Namun, Benny mengaku capaian PSMS musim ini cukup mengecewakan. "Kalau masalah capaian ya semua orang pasti kecewa. Ya kita mau bilang apa lagi. Kami tidak mau salahkan siapa-siapa, semua pemain, pelatih dan pengurus sudah bekerja keras, tapi inilah hasilnya, kami mau bilang apa? Ya inikan ibarat lagu, di tangan kami PSMS ke ISL, di tangan kami juga PSMS kembali ke divisi utama. Tapi kami  kami sudah berjuang dengan apa yang kami punya ini sepak bola ada kalah dan ada menang," kilahnya.

"Hasil ini sebenarnya tidak wajar untuk PSMS main di divisi utama. Medan kota besar. Itulah karena PSMS tidak didukung penuh oleh pemerintah," tukas asisten manajer PSMS musim lalu di divisi utama ini.

Benny menegaskan siap meletakkan jabatannya, jika tenaganya tidak dipakai lagi. "Kalau musim depan, saya tidak di manajemen lagi ya tidak apa. Ingat, abang bukan cari makan di PSMS. Abang ini karena sejak remaja main di PSMS. Jadi saya ikut di PSMS, karena merasa dibesarkan di PSMS. Kalaupun, besok tidak di PSMS. Tidak ada masalah. Buat saya di PSMS itu panggilan hati. ‎Cukup siap tidak berada di tim lagi !," tegasnya. (gk-38)

Terkait