thumbnail Halo,

Di bawah asuhan tangan dingin Miroslav Janu, Persela berhasil duduk manis di posisi keempat dengan donasi 56 poin dari 34 kali pertandingan.

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, dirasa begitu spesial oleh kubu Persela Lamongan. Finish di peringkat empat klasemen akhir, menjadi pencapaian tertinggi klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini, dalam partisipasinya selama mengikuti kasta tertinggi persepakbolaan di Tanah Air.

Di bawah asuhan tangan dingin Miroslav Janu, Persela berhasil duduk manis di posisi keempat dengan donasi 56 poin dari 34 kali pertandingan. Selain itu, mereka juga berhasil menjaga status sebagai tim yang tak pernah terkalahkan di kandang sendiri, selama ISL musim 2012 berlangsung.

“Hasil akhir musim kompetisi tahun ini benar-benar menjadi hal positif bagi klub, manajemen, pelatih dan juga para pemain. Terlebih buat suporter Persela, LA Mania,” ujar Manajer Persela Debby Kurniawan kepada GOAL.com Indonesia.

Menurut pria yang akrab dipanggil Iwan tersebut, hasil ini merupakan buah kerja keras dari seluruh komponen yang ada di Persela, terutama pemain dan pelatih. Untuk itu, Iwan berjanji bakal memagari beberapa pemain yang memiliki banyak kontribusi selama musim kompetisi kemarin, agar tidak digaet oleh klub lain.

“Pemain memang memiliki peran vital dalam setiap pertandingan. Namun, di bawah arahan pelatih Miroslav Janu semuanya menjadi luar biasa,” lanjutnya.

Khusus untuk sektor peracik strategi, Iwan yang mewakili pihak manajemen secara terang-terangan berjanji, bakal sekuat tenaga mempertahankan Miroslav Janu agar tetap melatih Persela musim depan. Meski, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait format kompetisi musim depan.

Coach Janu telah membuktikan kelasnya, sebagai salah satu pelatih terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Buktinya, selain Persela coach Janu sebelumnya juga berhasil membawa Arema runner-up ISL,” tuturnya.

Di bawah arahan pelatih asal Rep. Ceska tersebut, Persela memang menjelma menjadi salah satu tim kuat di pentas ISL musim lalu, khususnya para wakil dari Jawa Timur (Jatim). Padahal dalam dua musim sebelumnya, Persela hanya mampu finish di posisi ke-12 pada ISL musim 2009/10 dan peringkat kesembilan pada musim 2010/11.

Kelihaian Janu dalam meramu formasi dan strategi, memang diakui banyak pihak. Tak salah jika ia terpilih mendampingi tim All Star ISL dalam Perang Bintang 2012 menghadapi Sriwijaya FC, di Stadion Jakabaring-Palembang, Minggu (15/7). Meski dalam laga ini tim All Star kalah dalam adu penalti menghadapi juara ISL musim 2012 tersebut.

Di samping Iwan, ketua umum Persela yang juga Bupati Lamongan Fadeli, juga menginginkan pelatih berusia 52 tahun ini bertahan. Menurutnya, Janu tak hanya disukai manajemen, sejumlah pemain juga senang dilatih pelatih yang kadang bertemperamen keras itu. Mereka menganggap di balik sifat keras Janu terdapat nilai pendidikan yang tinggi. Terutama dalam hal kedisiplinan dan pembentukan fisik pemain.

"Penilaian pelatih dilihat dari prestasi tim. Banyak prestasi Janu dalam menangani Persela. Salah satunya tim kita tidak pernah kalah di kandang. Penampilan pemain memang menentukan. Tapi, peran pelatih lebih penting,” tambah Fadeli.

Sementara itu, Janu sendiri belum memikirkan masa depannya. Ia beralasan, kondisi sepakbola di Indonesia hingga kini belum menemui titik terang dan adanya kejelasan. Terutama soal kepengurusan PSSI dan rencana kompetisi sepakbola nasional musim depan.

"Saya belum tahu kemana saya akan melatih musim depan, lihat saja nanti. Saya belum pikir itu. Saya harus pulang dulu bertemu keluarga (di Rep. Ceska),” jawabnya. (gk-43)

Terkait