thumbnail Halo,

Tim PPLP-Papua selalu melahirkan pemain-pemain terbaik di antaranya adalah Titus Bonay, Imanuel Wanggai, Octo Maniani dan lain-lain.

Rasa percaya diri sebagai tuan rumah tak memberikan jalan kemenangan bagi tim sepakbola Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Papua harus mengakui keunggulan tim tamu PPLP Jateng. Kemenangan tim sepakbola PPLP Jateng diraih melalui adu tendangan penalti dengan skor 4-2 di Lapangan Mandala, Sabtu(14/7).

“Saya melihat secara materi dan skill individu pemain PPLP Papua sangat bagus tetapi sayangnya kurang memanfaatkan kelebihan yang dimiliki,” kata mantan Kapten Cendrawasih FC, Jance Rumbino kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura, Senin(16/7).

Dia menambahkan mestinya kelebihan fisik dan skill individu yang mumpuni, tim asuhan Yan Runtini ini mampu mengalahkan tim PPLP Jateng.

“Sayangnya mereka terlalu mengikuti irama permainan tim PPLP Jateng yang memperlambat tempo dan justru ingin bermain imbang yang akhirnya memenangkan pertandingan lewat adu penalti,”kata Rumbino.

Sementara itu pelatih PPLP Papua Yan Runtini justru menilai anak-anak sudah bermain baik tetapi rupanya dewi fortuna belum berpihak kepada tuan rumah. Kompetisi yang diikuti 11 PPLP dari seluruh Indonesia ini digelar mulai 7-14 Juli.

PPLP Jateng menjadi juara pertama, dan PPLP Papua posisi runner-up serta Riau meraih posisi ketiga setelah mengalahkan tim PPLP-Maluku Utara. Sementara itu Ariawan dari PPLP Maluku menjadi top skor, Redo Rinaldi dari Riau menyabet predikat pemain terbaik. Tim PPLP-Maluku Utara meraih penghargaan sebagai tim fair-play.

Benny Pepuho, Direktur Akademi Sepakbola Emsyik Uni-Papua, menjelaskan tim PPLP-Papua selalu melahirkan pemain-pemain terbaik di antaranya adalah Titus Bonay, Imanuel Wanggai, Octo Maniani,Stevie Bonsapia hingga Ian Luis Kabes dan David Laly.(gk-34)

Terkait