Miroslav Janu & Suharno Saling Puji

Suharno menyatakan, misinya untuk menyelamatkan Arema dari jurang degradasi sudah selesai dilaksanakan dengan baik.
Wajah tegang memang sempat menyelimuti kedua kubu, saat Persela Lamongan menantang Arema Indonesia di Stadion Surajaya. Namun, begitu peluit panjang dibunyikan wasit Setiyono, tak tampak raut muka tersebut, yang terlihat hanya gambaran wajah-wajah gembira di lapangan, baik di kubu tuan rumah maupun tim tamu.

Dalam laga ini, Persela Lamongan sukses memenangi pertandingan atas Arema dengan skor 3-1. Tiga gol tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut dipersembahkan Gustavo Lopez pada menit keempat, Faturrahman pada menit ke-48, dan Mario Costas pada menit ke-59. Sementara gol balasan Arema dicetak Seme Pierre Patrick pada menit ke-33.

“Saya akui tiga gol yang tercipta ke gawang kami, karena kelengahan pemain belakang dan kepintaran penyerang Persela dalam memanfaatkan peluang yang ada. Selamat buat Persela mereka pantas menang dalam laga kali ini,” buka pelatih Arema Suharno kepada GOAL.com Indonesia.

Yang dikatakan Suharno ada benarnya, sebab pada babak pertama Arema mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Bahkan skor pun tertahan pada angka sama kuat 1-1, meski Arema lebih banyak mendapatkan tekanan dari Persela. Namun begitu memasuki interval kedua, dominasi tuan rumah tak dapat lagi diimbangi oleh tim berjuluk Singo Edan tersebut.

“Padahal saya pribadi berharap dapat poin di sini, tapi Persela bermain bagus. Anak-anak juga sepertinya lengah, karena sudah beranggapan aman dari degradasi,” lanjutnya.

Meski kalah, Suharno tak terlalu meratapi hasil dalam derby Jawa Timur  kali ini. Sebab ia mengaku, misinya untuk menyelamatkan Arema dari jurang degradasi sudah selesai dilaksanakan dengan baik.

“Sejak pertama kali saya masuk, misi yang saya emban memang berat. Tapi secara perlahan, kami akhirnya mampu keluar dari zona degradasi. Terus terang ini bukan kerja keras saya seorang, melainkan buah kekompakan dari semuanya baik pelatih, pemain, ofisial maupun pengurus. Mohon maaf kepada Aremania [julukan bagi suporter Arema] yang sudah datang jauh-jauh ke sini, tapi kami ternyata kalah,” kata Suharno.

Sementara itu, di kubu tuan rumah Persela Lamongan, kemenangan langsung disambut suka-cita oleh segenap elemen, mulai dari para pemain, pelatih, ofisial, pengurus dan tentunya para suporternya, LA Mania. Raihan tiga poin mengantar mereka menduduki peringkat keempat dalam klasemen akhir ISL musim ini.

“Pencapaian yang luar biasa. Saya sempat takut sebelum pertandingan dimulai, sebab kami tak melakukan latihan selama sepuluh hari. Tapi ternyata para pemain profesional, mereka tetap bisa jaga stamina dan mental bertanding. Saya bersyukur kami mampu cetak tiga gol, dengan dua gol di antaranya cukup bagus,” terang pelatih Persela Miroslav Janu.

Posisi keempat di klasemen akhir adalah pencapaian tertinggi tim kebanggaan warga Lamongan ini, selama kiprahnya di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Selain itu, pencapaian atau rekor apik Persela Lamongan lainnya adalah mencatatkan diri sebagai tim yang tak pernah menelan kekalahan di kandang sendiri bersama Sriwijaya FC.

“Tak mudah kalahkan Arema. Apalagi, kita sempat dipusingkan dengan masalah gaji. Tapi para pemain sudah memberikan yang terbaik pada pertandingan ini, dan kami mampu menang. Saya sendiri salut dengan Arema, kompetisi ini rasanya tak bagus bila tanpa Arema,” papar Janu. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.