Play-off Sangat Disyukuri Gresik United

Tambahan tiga poin mengatrol posisi Gresik United menuju peringkat ke-15.
Gresik United memang belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi, meski menang atas Persipura dengan skor tipis 2-1 di Stadion Petrokimia, Rabu (12/7). Walau begitu, hasil ini sudah cukup disyukuri semua elemen klub berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut, terutama oleh pelatih Djoko Susilo.

“Walau hanya menang 2-1, saya puas dengan penampilan para pemain kali ini. Sebab tim yang dihadapi, merupakan tim kuat dan sulit dikalahkan. Dalam pertandingan ini, modal kami hanya motivasi tinggi dan itu ternyata berhasil," ungkap pelatih Gresik United Djoko Susilo kepada para wartawan.

Dua gol yang tercipta bagi skuad Gresik United pada laga ini dilesakkan Marwan Sayedeh pada menit ke-33, memanfaatkan umpan terukur yang dilepaskan Kacung KM. Gaston Castano pada menit ke-68, setelah lepas dari jebakan off-side yang gagal diperagakan dengan baik oleh para pemain belakang Persipura. Sementara gol balasan Persipura disumbang Alberto ‘Beto’ Goncalves di menit ke-81.

Tambahan tiga poin mengatrol posisi Gresik United menuju peringkat ke-15, lantaran pada saat yang bersamaan PSMS Medan kalah 4-2 dari Persisam Samarinda. Poin yang dikumpulkan Gresik United sebenarnya sama dengan koleksi milik Persiram Raja Ampat, PSPS Pekanbaru dan Arema dengan 38 poin, namun tim yang didukung Ultrasmania tersebut kalah dalam selisih gol.

Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi Indonesia Super League (ISL), maka peringkat ke-15 klasemen akhir akan menjalani laga play-off menghadapi juara keempat Divisi Utama PT LI. Dengan begitu, Gresik United akan bertemu dengan PSIM Yogyakarta selaku juara keempat Divisi Utama PT LI di Stadion Jakabaring, Palembang (17/7).

"Sekali lagi saya bersyukur dengan kemenangan ini, dan hasil ini sesuai dengan target kami sebelumnya untuk lolos dari degradasi langsung. Sehingga, anak-anak akan menghadapi babak play-off melawan PSIM Yogyakarta di Palembang, 17 Juli mendatang. Kami sendiri siap menghadapi laga play-off tersebut," tegasnya.

Dalam laga Gresik United kontra Persipura, tim tamu sempat melakukan protes dan kecaman kepada perangkat pertandingan. Kecaman disampaikan oleh asisten pelatih Persipura Mettu Duaramurri, lantaran merasa pihaknya dikerjai oleh inspektur pertandingan akibat molornya jadwal kick-off.

“Pertandingan ini ada banyak kepentingan. Lihat saja semestinya kick-off pukul 15.30 WIB, tapi kenyataannya dimulai 15.40 WIB. Artinya ada yang mengatur dan ini sudah tidak benar. Padahal, dari sisi permainan tim kami mampu menguasai jalannya pertandingan dan inspektur pertandingan maupun wasit sudah men-setting agar Persipura kalah," Mettu Duaramurri.

Ia menjelaskan, selain persoalan tersebut ia menilai seharusnya timnya mendapat hadiah penalti. Sebab, salah satu pemain belakang Gresik United dinilainya sempat menghalau bola dengan tangan saat duel udara di kotak terlarang.

“Intinya kami kecewa dengan semua perangkat pertandingan. Tidak hanya inspektur pertandingan, termasuk juga wasitnya yang memimpin pertandingan tidak becus," kata Mettu Duaramurri dengan nada ketus.

Terlepas dari insiden tersebut, Persipura tampaknya boleh berbangga pada laga ini. Sebab lesakkan satu gol yang dicetak striker andalan Beto, membuat penyerang asal Brasil ini menjadi topskor ISL musim ini dengan 25 gol. Unggul tiga bola atas penyerang Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs, yang berada di posisi kedua. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.