thumbnail Halo,

Tidak ada satu pun manajemen dan pengurus yang ikut ke tur Kalimantan.

Kesedihan mendalam dirasakan Skuat PSMS Medan ISL setelah dipastikan turun kasta ke divisi utama. Ini terjadi setelah PSMS takluk 4-2 dari Persisam di Stadion Segiri Samarinda, Rabu sore (11/7).

Di saat bersamaan, tim-tim pesaing zona degradasi meraih poin penuh. Persiram menang 2-1 atas Pelita, Gresik unggul 2-1 atas Persipura, Deltras menang 1-0 atas PSPS, dan PSAP, yang sudah dipastikan terdegradasi kalah 3-1 dari Mitra Kukar.

Dengan hasil ini, PSMS harus menduduki peringkat ke-16 dengan poin 36, Deltras peringkat ke-17 dengan poin 35 dan PSAP di posisi buncit ke-18 dengan poin 28. Sedangkan, Gresik United 38 poin berhak mengikuti play-off dan Persiram lolos dari zona degradasi di peringkat ke-14 dengan poin 38. PSMS pun kembali ke ranah yang dihuninya sejak terdegradasi di akhir musim 2008/09 dan terus berada di divisi utama di musim 2009/10 dan 2010/11.

Para pemain Ayam Kinantan sulit berkata-kata usai pertandingan. Apalagi faktanya, tidak ada satu pun manajemen dan pengurus yang ikut ke tur Kalimantan. Bahkan, hinga hari H, para pemain tidak mendapati pengurus muncul di lokasi. Seorang pemain yang enggan namanya disebutkan kepada GOAL.com Indonesia menuturkan, tim layaknya ayam kehilangan induk. Persoalan ini disebutkan mengganggu konsentrasi pemain melawan Persisam.

“Jangankan ke ruang ganti. Selama kami di sini, tidak ada satu pun pengurus yang hadir. Kami tidak mengerti lagi mau bagaimana. Sedihnya Anak Medan semua, lebih sedih kondisi kami di sini. Kami dibohongin terus. Orang kira, pengurus ada yang ikut tur. Tapi orang tidak tahu keadaan kami di sini. Susah kali kami. Kami berangkat hanya 18 orang. Pelatih kiper dan dokter menyusul di hari ketiga. Jadi kami total 20 orang. Pengurus sama sekali tidak ada. Kepastian gaji atau pinjaman yang dijanjikan sebelum lawan Persisam tidak jelas,” tuturnya.

Degradasinya PSMS memantik reaksi miris para pemain. Sebut saja, Nastja Ceh, gelandang asal Slovenia ini bahkan masih bingung dan belum bisa mempercayai apa yang diraih timnya. “Saya sangat sangat sedih dan saat ini sangat shock. Saya tidak tahu mau bicara apa. Karena saya tidak tahu harus merangkai kata apa. Beri saya waktu satu jam, hanya agar saya bisa menemukan diri saya sendiri,” ungkapnya via SMS.

Satu jam kemudian, Ceh mulai bisa mengendalikan emosinya. Dia kembali mengirim SMS. “Saya benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi hari ini [degradasi]. Saya masih belum bisa mempercayai semuanya. Ini ibarat mimpi dengan mata terbuka. Klub PSMS, Fans PSMS, dan semua pelatih, pemain akan selalu ada di hati saya. Selamanya,” tutur pemain berusia 34 tersebut.

Pencetak gol PSMS ke gawang Persisam, Osas Marvelous Saha, tak bisa komentar. “Saya tidak bisa komentar apa-apa saat ini friend. Saya masih sangat sedih kami harus degradasi,” via BBM.
 
Nico Malau, striker PSMS yang juga pencetak gol ke Persisam hanya bisa mengucapkan terima kasih atas dukungan suporter PSMS selama satu musim. “Terima kasih atas doa dan dukungannya buat seluruh anak Medan. Mohon maaf atas hasil hari ini,” timpalnya.
 
Pemain lainnya, Eddy Kunia, kiper PSMS, juga mohon maaf atas raihan di partai terakhir ini.  “Maaf, kami sudah berusaha. Mungkin ini yang terbaik buat PSMS apapun itu, semoga ini jadi pelajaran buat semua, ya untuk manajemen terlebih kami sebagai pemain. Sakit rasanya, tapi apa mau dikata begini hasil akhirnya,” ungkapnya.  
 
Zainal Anwar, gelandang PSMS, mengungkapkan hal senada, “Sampaikan salam kami buat masyarakat Medan umumnya. Khusus buat suporter PSMS, mohon maaf kalau kami tidak bisa mempertahankan tim ini di ISL. Kami sudah berjuang maksimal. Kami juga merasakan sedih mendalam,” tuturnya.
 
Novi Handriawan, stopper PSMS, mengaku kesal dengan hasil ini. “Saya tidak main dari babak pertama. Saya masuk di babak kedua, saat sudah kalah 2-0. Persisam main dengan pemain U-21 dan hanya Cristian Gonzales pemain asingnya. Saya malu tidak bisa berbuat apa-apa.  Mohon maaf kepada semua publik Medan,” ujarnya.
 
Dan, Denny Rumba selain mengaku sedih dengan hasil ini, juga berharap manajemen menyelesaikan kewajibannya. “Kami minta maaf. Kami sudah berjuang habis-habisan.  Soal hak, akan kami kejar sampai manapun. Karena kami sudah menyelesaikan kewajiban kami.  Sebagai pribadi, saya mohon maaf kepada publik Medan, jika selama di Medan saya ada salah,” tuturnya.
 
Lalu apa tanggapan manajemen soal tudingan tidak menghargai pemain dan menciderai janji memberi pinjaman sebelum pertandingan lawan persisam? Sayangnya, CEO PSMS Idris yang dihubungi via telepon selulernya hingga pukul 20.30 WIB, tidak mau mengangkat telepon. Manajer PSMS Benny Tomasoa juga melakukan hal yang sama. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait