thumbnail Halo,

Augie Bunyamin berpesan kepada Sekjen PSSI untuk tidak berbohong kepada publik dan menjelek-jelekan nama Sriwijaya FC.

Konfederasi sepakbola benua Asia (AFC) menjatuhkan denda sebesar U$3.000 atau sekitar Rp28 juta kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), namun pihak PSSI menyalahkan Sriwijaya FC atas denda yang diterima ini. Kepada beberapa media nasional di Pekan Baru, Minggu (08/07)  Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Tri Goestoro mengatakan seharusnya yang diberi denda tersebut Sriwijaya FC, karena denda yang diterima PSSI adalah kesalahan Sriwijaya FC saat bertanding di level Asia.

Menurutnya hukuman denda kepada PSSI merupakan hukuman yang dijatuhkan AFC kepada Sriwijaya FC saat mewakili Indonesia tampil di Liga Champions Asia (LCA) dan AFC Cup. Adapun, rincian pemberian denda tersebut mengacu kepada  keputusan No. 150811DC06  yaitu, denda U$5.000 untuk case match DVD pertandingan Sriwijaya versus TSW Pegasus dan denda U$2.500 untuk pelanggaran di pertandingan Sriwijaya versus Muangthong, Sriwijaya versus Al-Ain, dan Sriwijaya kontra VB Maldives. Dari hukuman denda U$7500 ini, PSSI hanya berkewajiban membayar denda U$3000.

Pihak Sriwijaya FC sendiri saat dikonfirmasi GOAL.com Indonesia, Minggu (08/07)  justru tidak tahu sama sekali kalau denda kepada PSSI itu akibat  denda yang diberikan AFC kepada Sriwijaya FC.”Sebagai manajemen Sriwijaya FC, justru kami tidak tahu kalau ada denda dari AFC, tidak ada konfirmasi dari pihak AFC ke Sriwijaya FC, kami justru baru tahu dari media. Kalau PSSI punya niat baik, harusnya menghubungi Sriwijaya FC bukan gembar gembor di media menyalahkan Sriwijaya FC, tentu ini ada suatu kepentingan,” ujar Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie Bunyamin.

Augie mengatakan sikap PSSI ini cenderung mendeskreditkan Sriwijaya FC (berusaha menjelekan atau memperlemah kewibawaan suatu pihak tertentu ) . “Maksudnya ini apa. Ini ada indikasi mau mendeskreditkan dan menjelek-jelekan nama Sriwijaya FC. Kami tidak tahu sama sekali, tiba-tiba muncul di media, PSSI menyalahkan Sriwijaya FC. Kalau memang benar denda itu buat kami, PSSI harusnya melakukan komunikasi dengan Sriwijaya FC. Bagaimana PSSI mau mengelola kompetisi besar, jika melakukan komunikasi saja tidak bisa. Apalagi dendanya cuma Rp28 juta, jangankan Rp28 juta, lebih dari itu saja kami bisa bayar, “ kata Augie.

Augie juga memperkirakan, dimunculkannya berita ini, karena pihak PSSI ingin menjelek-jelekan nama Sriwijaya FC agar tidak tampil di Liga Champions Asia. ”Ada indikasi kalau PSSI ingin menggiring opini kalau Sriwijaya FC hanya merugikan saja jika tampil di Liga Champions Asia sehingga dimunculkan berita PSSI dapat denda dari AFC gara-gara Sriwijaya FC. Tapi tenang saja, publik itu tidak bodoh dan kami tetap yakin akan mewakili Indonesia berlaga di Liga Champions Asia musim depan,” kata Augie.   

Dikatakan Augie, publik sudah tahu mana kompetisi yang bagus dan mana kompetisi yang abal-abal dalam segi kualitas. ”Masyarakat umum tidak bodoh, kalau ada denda untuk klub seharusnya pemberitahuan diterima paling tidak satu bulan setelah kejadian,” katanya.

Dalam kesempatan ini Augie Bunyamin berpesan kepada Sekjen PSSI untuk tidak berbohong kepada publik dan menjelek-jelekan nama Sriwijaya FC, karena semua publik sudah tahu siapa yang lebih berhak mewakili Indonesia berlaga di LCA.” Sekjen PSSI  tidak usah mulut besar, ngomong seperti ini, ngomong seperti itu . Bagimana mau mengelola kompetisi, jika komunikasi dengan Sriwijaya FC saja tidak  mampu,” katanya.

Untuk menindaklanjuti informasi yang sudah menyebar di media soal PSSI menyalahkan Sriwijaya FC atas denda yang diterima dari AFC, pihak Sriwijaya FC akan berkomunikasi dengan PSSI pimpinan La Nyala Mataliti. (gk-42)

Terkait