thumbnail Halo,

CEO PSMS Idris, mengungkapkan hanya bisa merealisasikan bonus ke pemain.

Perjuangan skuad PSMS untuk keluar dari zona berbahaya di papan bawah klasemen Indonesia Super League (ISL) kembali didera masalah finansial. Persoalan yang tak kunjung usai ini bakal mempengaruhi konsentrasi Sasa Zecevic dkk yang harus melakoni dua laga terakhir musim ini di partai tandang melawan Mitra Kukar (7/11) dan Persisam Samarinda (11/6).

Padahal dua away ini sangat penting buat skuad besutan Suharto tersebut. Saat ini, PSMS menghuni posisi 14 klasemen dengan 36 poin dan bersaing dengan batas zona degradasi yang dihuni Persiram di posisi 15 dengan hanya beda satu poin, yang mengharuskan PSMS untuk memaksimalkan dua laga.

Gejolak dalam tim sudah berulang kali terjadi, menuntut gaji yang sudah lima bulan tak berbayar. Namun, berkali juga skuad Ayam Kinantan-julukan PSMS Medan ini berusaha profesional dengan tampil di lapangan hijau. Nah, gemuruh tersebut kembali mengguncang suasana latihan tim, dan berakibat sejak Sabtu (30/6) tim ini enggan latihan. Reaksi terakhir dilatarbelakangi tidak ada bonus usai kemenangan 2-1 atas PSAP Sigli, Kamis (28/6) lalu dan belum terealisasinya pinjaman yang dijanjikan manajemen sebagai penyambung hidup.

Aksi pemain yang menolak latihan sejak Sabtu berbuah manis, sebab Senin (2/7), manajemen akhirnya memberikan Rp25 juta sebagai bonus kemenangan.  Namun, persoalan tidak bisa selesai sampai di situ. Mengingat, pemain juga butuh pinjaman, yang biasa digelontorkan manajemen sembari menunggu gaji cair. Jumlah pinjaman bisa beragam sesuai nilai gaji pemain dari range Rp5 juta sampai Rp10 juta per orang. Alhasil, para pemain enggan latihan dan terkesan terpaksa melangkahkan kaki ke Stadion Kebun Bunga. Bahkan, pada awalnya, hanya tiga pemain yang bersedia mengenakan baju latihan. Yang lain memilih berdiskusi dan akhirnya memasuki lapangan sekira pukul 17.05 WIB. Di lapangan yang berada di mess PSMS ini, pemain membentuk lingkaran dan kembali berdiskusi sesama pemain dan memutuskan latihan dilakukan, karena ada janji manajemen yang akan memberikan solusi Senin malam.

Sayangnya, pertemuan Senin malam dengan manajemen juga tidak jadi dilaksanakan. Ini sudah kali kedua pertemuan tidak berjalan maksimal, karena CEO PSMS ISL, Idris  tidak datang. Minggu malam, pemain dan manajemen akan membahas hal ini dalam pertemuan dengan manajemen. Dan, info terakhir, pemain dan manajemen akan bertemu Selasa pagi.

Kapten PSMS, Sasa Zecevic mengakui, keputusan yang diambil pemain adalah hak. "Rekan-rekan punya hak untuk itu (menyampaikan aspirasi). Saya sudah ajak mereka latihan, tapi mereka mau kalau pinjaman diberikan. Ya, bagaimana lagi. Mudah-mudahan sebelum ke Kalimantan, manajemen sudah memberikan pinjaman itu. Karena, pemain sudah sangat tidak punya uang," ungkapnya.

Caretaker Pelatih PSMS ISL, Suharto AD tak bisa bicara banyak. Dia mencoba memahami kondisi pemainnya dan tak memaksakan untuk latihan, jika skuadnya tidak ingin. "Pemain memang tidak latihan sejak Sabtu sore. Mereka kurang konsentrasi. Apa yang bisa saya lakukan sebagai pelatih ya hanya sebatas mengimbau. Tidaklah mungkin saya paksakan mereka, kalau kondisi mereka tidak siap. Nanti hasilnya jadi sia-sia, karena pikiran dan hati menolak," paparnya.

Suharto menegaskan sudah mengupayakan yang terbaik. Hal yang sama dilakukan skuadnya dalam beberapa partai terakhir, meski dalam kondisi tidak gajian, termasuk menang 2-1 atas PSAP Sigli, juga menang 3-2 atas Persib. Dari tiga laga home beruntun, PSMS hanya kalah 2-1 dari Pelita. "Ya sebagai pelatih hanya bicara teknik dan berusaha membaca psikologis anak-anak dan memacu semangat di tengah kegelisahan. Saya tahu apa yang mereka rasakan, dan sejauh ini mereka berusaha terus untuk bertanding maksimal. Selebihnya, saya berharap semua cepat selesai dan ada solusi terbaik untuk semua," tukasnya.

CEO PSMS, Idris, mengungkapkan hanya bisa merealisasikan bonus ke pemain. Soal pinjaman, dia enggan berjanji soal tanggal tepatnya. Pasalnya, secara finansial PSMS sedang kesulitan, sedangkan sponsorship yang diharap belum juga mencairkan keseluruhan dana ke PSMS yang musim ini hanya menyisakan hitungan hari. "Kalau pinjaman saya tidak bisa menjamin tanggalnya. Tapi pasti diberikan. Karena, jujur saja, apa yang dijanjikan sponsor selalu bergeser dari tanggal yang dijadwalkan. Saat ini setelah berdiskusi dengan pihak sponsor, juga belum ada," ucap Idris.

Idris menjelaskan, bahwa pemain yang saat ini resah lantaran ketakutan gaji yang tak bakal dibayar, plus sisa kontrak sepuluh persen, agar bersabar. "BLI menggaransi dan berkomitmen akan memenuhi semuanya pada 15 Juli nanti. Intinya begini, saya akan perjelas kepada pemain. Mau tidak berjuang di dua laga terakhir ini, kalau tidak mau, ya silahkan menyampaikan sikap,"  tegasnya. PSMS musim ini memiliki sponsor dana utama dari Bakrie Sumatra Plantation yang disebut menggelontorkan Rp5 miliar dana. Namun, hingga kini belum seluruhnya cair, sementara PSMS juga mengharap bantuan PT Liga untuk tim peserta ISL di putaran kedua Rp1,5 miliar.   (gk-38)

Terkait