thumbnail Halo,
Imbang Lawan Persiba Bantul Adalah Raihan Maksimal

Imbang Lawan Persiba Bantul Adalah Raihan Maksimal

IPL

Sajuri Syarif mengakui jalannya pertandingan berjalan bagus.

Pelatih Kepala PSMS IPL Fabio Lopez enggan berkomentar apapun usai timnya ditahan imbang 2-2, saat melawan Persiba Bantul di Stadion Teladan, Sabtu (30/6).

Usai pertandingan, pelatih asal Italia ini tidak hadir dalam konferensi pers dan menitipkan pesan kepada media, dirinya tidak ingin berkomentar apapun.

CE0 PSMS IPL Freddy Hutabarat yang ditemui terpisah di Stadion Teladan, mengatakan hasil 2-2 itu adalah raihan maksimal.

"Pemain sudah bermain maksimal. Dengan kondisi tim seperti ini, dan situasi tim yang kurang kondusif, anak-anak sudah memberikan yang terbaik dan kategori maksimal," ujarnya.

Seperti diketahui, PSMS IPL belum gajian tiga bulan, dan sempat terkendala latihan lantaran bus tidak ada dan lainnya. Pemain sempat merencanakan mogok, namun urung dilakukan dan sepakat melakoni pertandingan ini.

"Kawan-kawan media sudah tahulah kondisi tim seperti apa. Tak perlu saja jelaskan lagi. Nanti hari Senin, saya akan ke konsorsium di Jakarta untuk meminta solusi terbaik untuk tim seperti apa," ungkapnya.

Dalam pertandingan ini, PSMS IPL tertinggal lebih dulu lewat gol Sugiyahso pada menit ke-60. PSMS menyamakan kedudukan 1-1 setelah pemain Persiba Slamet Widodo melakukan gol bunuh diri pada menit ke-65. PSMS IPL mendapatkan peluang untuk menang dan menambah gol, setelah wasit Daryanto menunjuk titik putih, karena pemain Persiba, Ansori melakukan handball. Sayangnya, Kapten PSMS Vagner Luis gagal mencetak gol dari kotak penalti. Tendangannya jauh di atas mistar gawang.

PSMS IPL berhasil menambah gol menjadi 2-1 pada menit ke-86 lewat Syarif Julianda. Dan, Persiba membuyarkan kemenangan tuan rumah, setelah Burhanuddin Nehe mencetak gol pada menit ke-90 dan mengakhiri laga dengan 2-2.

Dengan raihan satu poin, PSMS IPL masih berada pada posisi ke-11 dengan 13 poin dari 19 kali main, yang dicatat dengan dua kali menang, tujuh kali seri dan sepuluh kali kalah.

Sementara itu, pelatih Persiba Bantul Sajuri Syarif mengakui jalannya pertandingan berjalan bagus dan dirinya bisa menerima hasil akhir.

"Jalannya pertandingan bagus, ini hasil yang pas. Sesuai hasil pada putaran pertama berakhir dengan skor 2-2," ungkapnya.

Namun, dia tak membantah soal banyak kesalahan pemain di lini belakang yang menjadi keuntungan buat PSMS. Misalnya, gol bunuh diri bek Slamet Widodo pada menit ke-65, kemudian handball oleh Ansori pada menit ke-68 dan membuahkan penalti untuk tuan rumah dan gagal dimanfaatkan kapten Vagner Luis. Gol kedua PSMS juga terjadi dari kesalahan lini belakang, karena Wahyu Wijiastanto tidak bisa menghalau passing pemain PSMS Syarif Julianda pada menit ke-86. "Ini salah satu kesulitan kami. Tidak bisa mengantispasi bola trough pass. Bisa dibilang, ini faktor kelemahan kami ditambah badan pemain kami gemuk dan lamban," tukasnya.

Faktor lain, lanjutnya, adalah kelelahan. "Kami  baru sampai ke Medan jam 12 malam (Jumat). Kami juga kemari hanya bawa 13 pemain dan itu sangat pas-pasan," pungkasnya. (gk-38)

Terkait