thumbnail Halo,
PSMS Bersyukur Bisa Menang Atas PSAP

PSMS Bersyukur Bisa Menang Atas PSAP

Nina Rialita

Pihak PSAP kecewa dengan keputusan wasit.

Skuad PSMS Medan menuntaskan laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan 2-1 atas PSAP di Stadion Teladan, Kamis (28/6) malam.

Manajer PSMS Benny Tomasoa mengaku bersyukur atas kemenangan timnya.

"Kami mengucap syukur atas kemenangan ini. PSAP bukan lawan yang enteng. Mereka mampu memberikan perlawanan dan cukup merepotkan, meskipun posisi mereka di bawah kami," ujarnya usai pertandingan.

Sayangnya, kemenangan ini tidak berjalan dengan sempurna. Lantaran, skuad PSAP Sigli sempat memutuskan tidak melanjutkan pertandingan pada menit 90 dalam posisi skor 2-1 untuk PSMS. Ini terjadi, karena tim lawan protes atas gol striker Abu Bakar pada menit ke-86 dianulir wasit yang dinilai off-side.

Skuad PSAP yang protes sempat memukul asisten wasit Fuad Kohar (Surabaya) yang mengangkat bendera off-side. Fuad terpaksa diamankan untuk menghindari pukulan. Pertandingan sempat terhenti empat menit. Striker Camara Sekou juga memilih masuk ke ruang ganti.

Selanjutnya, menit ke-90 injury time, tim lawan melanjutkan permainan. Namun, pelatih PSAP Jessie Mustamu memanggil skuadnya untuk keluar, setelah intruksi dari manajemen. Laga pun diputuskan berakhir dengan kemenangan PSMS 2-1.

"Setiap tim tidak mau kalah. Dan, kami juga tidak mau seperti ini (kisruh)," timpal Benny soal partai ini. Ini menjadi partai ketiga kandang PSMS yang dihiasi kekisruhan, setelah lawan Persela dan Persib.

Asisten Pelatih PSMS Roekinoy, menambahkan,  PSAP memang merepotkan Ayam Kinantan, julukan PSMS. Itu terbukti dari gol tim lawan yang sempat duluan menghempas gawang PSMS yang dijaga Eddy Kurnia. Gol tersebut dicetak Sekou Camara pada menit ke-28. Pemain bernomorpunggung 11 ini berhasil melewati tiga bek PSMS. Kejadian gol kebobolan lebih dulu yang sekian bagi PSMS, sebelum akhirnya disusul gol Osas Saha menit ke-42 yang lolos dari jebakan off-side, dan kembali gol Osas menit ke-67 setelah Nastja Ceh melepaskan tendangan bebas yang hanya tipis mengenai kepala Saha. Ini adalah gol ke-17 Saha musim ini.

"Coach Suharto [caretaker pelatih kepala] selalu mengintruksikan untuk konsentrasi pada 15 menit pertama dan 15 menit akhir. Tadi, sempat kehilangan konsentrasi di awal-awal. Babak kedua, kami lebih pressure," tukasnya.

PSMS yang tampil tanpa dua pemain Wawan Widiantoro dan Zainal Anwar, sedikit mengubah susunan skuad, khususnya di wing-back. Posisi Wawan digantikan Rahmad di kanan dan posisi kiri dijaga Denny Rumba. PSMS sudah menggantikan Shin Hyun Joon pada menit ke-39 dengan Muhammad Antony.

"Shin, kami ganti karena dia lambat membawa bola. Antony bisa bergerak dengan lebih baik. Tapi kami akui, dua striker PSAP Camara dan Abu Bakar memang bagus, dia bagus penjagaan bola dan berbahaya," tukasnya.

Sementara itu, kubu Laskar Aneuk Nangaroe,julukan PSAP, mengirimkan sekretaris tim pada temu pers usai pertandingan. Husni Imran mengatakan secara pertandingan, pihaknya menerima hasil pertandingan untuk kemenangan PSMS. Namun, diakuinya, PSAP merasa wasit tidak jeli memimpin pertandingan.

"Kami tampil sama-sama ngotot dan sama-sama bagus. PSMS juga bagus. Tapi, wasit kurang jeli. Wasit pinggir terlambat mengangkat bendera (saat gol Abu Bakar). Prediksi kami, seandainya itu enggak gol mungkin tidak off-side, tapi karena itu gol jadi off-side. Kurang jeli wasit, namanya manusia," ungkapnya.

Husni menegaskan keputusan timnya tidak melanjutkan pertandingan di menit injury time, karena kecewa dengan sikap wasit. "Kecewa dengan sikap wasit. Karena saat ini ada dua kompetisi, jadi wasit sama-sama diuji termasuk sikap fairplaynya. Jangan sampai dituding wasit kita dituding lain oleh kompetisi lain," paparnya.

"Keputusan tidak lanjut, merupakan keputusan manajemen. Kami tidak mempermasalahkan hasil. Anak-anak itu juga hanya luapan emosi. Kami tidak akan protes ke Liga. Hanya memberitahukan saja yang terjadi. Kalapun nanti disanksi, ya itu risiko dari apa yang kami buat," tegasnya.

PSAP sendiri masih bertengger di posisi buncit klasemen. "Peluang kami sudah habis, kecuali ada mukjizat," lanjutnya.

Soal kiper Fakrurozi yang sudah dikeluarkan pada menit ke-13, karena cedera, Husni mengatakan kipernya mengalami di tulang belakang. Dia bertabrakan dengan striker Osas Saha. Pertandingan terhenti tiga menit, sebelum akhirnya  Fakrurozi digantikan Sahbani, mantan kiper PSMS. "Dia [Fakrurozi] yang pasti belum bisa bangun. Tulang belakangnya cedera," pungkasnya.

Dalam partai ini, wasit Setiyono mengeluarkan dua kartu kuning untuk PSMS kepada Zulkarnain dan Muhammad Antony. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait