thumbnail Halo,

Kejadian itu dialami Samsul pada awal putaran kedua Divisi Utama LPIS.

Ketua pembina Persik Kediri Samsul Ashar mengaku pernah menjadi korban makelar pemain asing, hingga terpaksa menjual dua mobil mewahnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai walikota Kediri itu, kejadian yang menimpanya itu dialami pada awal putaran kedua Divisi Utama LPIS, beberapa waktu lalu.

Awalnya, saat itu Persik membutuhkan tenaga pemain asing untuk posisi gelandang serang dan pemain depan. Setelah itu terjadi kesepakatan harga dengan agen pemain asing.

"Rekaman videonya terlihat sangat bagus. Ternyata, skill individu pemain yang sudah terlanjut didatangkan tersebut, tidak sesuai dengan harapan, jauh dari kriteria klasifikasi yang dijanjikan," ungkap Samsul Ashar kepada GOAL.com Indonesia, Senin (18/6).

Karena tidak ingin rugi terlalu banyak, pihak manajemen akhirnya terpaksa memutus kontrak dan memulangkan mereka lebih awal. Padahal, untuk memulangkan dua pemain asing tersebut kembali ke negaranya, manajemen masih harus dimintai sejumlah uang sebagai ongkos biaya perjalanan pulang.

"Saya sudah tidak mau lagi seperti itu. Beruntung, sekarang ini kepala daerah tidak diperbolehkan memegang klub. KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] telah mengampungi ratusan kepala daerah se-Indonesia atas penggunaan dana APBD untuk klub. Setelah itu, sudah tidak ada lagi yang berani main-main, termasuk saya, memilih menjadi pembina saja," terangnya. (gk-29)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait