thumbnail Halo,

Secara khusus, Edwin van der Sar memberikan jawaban atas lima pertanyaan terpilih dari pembaca GOAL.com Indonesia.

Guna menyambut kedatangan Edwin van der Sar ke Indonesia yang dipromotori Munial Sport Group (MSG), GOAL.com mengadakan kuis di Twitter dengan hashtag #GOALAskVDS yang mengajak pembaca melemparkan pertanyaan kepada mantan kiper andalan Ajax Amsterdam, Juventus, Fulham, dan Manchester United itu.

Satu pertanyaan terpilih diajak mengikuti sesi wawancara eksklusif Van der Sar di Hotel Grand Kemang Jakarta, Sabtu (16/6) lalu. Ribuan pertanyaan diterima redaksi dan setelah disortir terpilih lima pertanyaan untuk diajukan langsung kepada sang legenda. Dalam wawancara tersebut, turut serta pemenang kuis, George Rizky Wibowo. Pelajar SMAN 5 Depok yang juga fans Manchester United itu berkesempatan bersua salah satu idolanya, mengajukan pertanyaan, dan berfoto bersama.

Saat berjumpa dengannya, muncul kesan Van der Sar sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Meski terlihat lelah karena baru saja mendarat di Jakarta pada pagi hari, Van der Sar meladeni setiap pertanyaan GOAL.com dengan jawaban-jawaban yang berisi.

Berikut jawaban Van der Sar atas lima pertanyaan terpilih pemenang kuis #GOALAskVDS:

George Rizki - pemenang kontes #GOALAskVDS@RizkyManchunian Sedikit bocoran untuk informasi fans Manchester United di Indonesia yang mencapai 55 juta fans, kebiasaan unik apa yang sering Sir Alex Ferguson lakukan saat training?

Dia hidup dan bernafas sepakbola. Dia tahu banyak soal para pemain muda, bahkan untuk para pemain yang masih berusia 12 dan 13 tahun. Jadi dia tahu seluk beluk klub. Itu yang hebat tentang dirinya. Biasanya manajer hanya memikirkan tim utama, pertandingan Sabtu, tapi dia memikirkan seluruh klub. Itu yang membuatnya menjadi manajer yang unik bagi United.

@bayuprasetyoo Apakah menjadi kiper profesional adalah impian Anda dan pencapaian apa yang sangat Anda inginkan yg belum Anda dapatkan?

Ketika masih muda, saya menyukai olahraga, bermain sepakbola, dan menjadi kiper. Anda berharap mungkin suatu hari nanti ada pemantau bakat yang menyaksikan dan mungkin Anda bermain secara profesional. Itu yang terjadi dengan saya. Kemudian Anda tumbuh, Anda ingin menjadi bagian dari timnas, Anda ingin bermain di luar negeri, bermain di sana, dan ingin bermain di klub terbesar dunia. Itu juga terjadi pada saya. Jadi, saya merasa beruntung untuk semua jenjang yang saya tempuh dalam hidup. Tidak hanya sebagai kiper, tapi juga sebagai pribadi yang tinggal di negara berbeda-beda, belajar budaya baru, melihat banyak hal di dunia, dan itulah yang menjadikannya hebat. Saya rasa saya sudah mencapai impian saya.

@ranimunaf Siapa orang yang paling berpengaruh dalam perkembangan karier Anda di sepakbola dan kenapa?

Saya rasa orang paling berpengaruh dalam karier saya adalah Louis van Gaal. Dia memantau saya, dia menemukan saya di klub lokal. Dia memberi saya kesempatan bergabung ke Ajax serta mengembangkan kemampuan dan menembus tim inti. Saat 23 tahun, dia memberikan saya kesempatan menjadi kiper utama. Itu langkah yang besar dan titik balik karier saya. Dari sana keadaan kian membaik, jadi saya rasa dia lah yang paling berperan dalam karier saya.

@fadly34official Siapa pemain yang anda inginkan bisa bermain satu tim dengan Anda, namun tak pernah terealisasi?

Saya pernah menghadapi Ronaldo, yang dari Brasil. Kami pernah bersaing ketat antara Ajax dan PSV Eindhoven, kami juga pernah bersua di Piala Dunia 1998 ketika Belanda menghadapi Brasil dan berakhir 1-1 tapi kami kalah di adu penalti sehingga gagal ke final. Dia sungguh baik. Saya juga pernah menghadapi Gabriel Batistuta beberapa kali. Saya menghadapi begitu banyak pemain bagus, jadi kalau harus menyebutkan nama daftarnya akan panjang sekali.

@AK28041997 Anda memilih Juventus daripada Manchester United di tahun 1999. Kenapa?

Karena pendekatan Juventus lebih langsung. United tidak pernah benar-benar datang menawar. Awalnya saya bernegosiasi dengan Liverpool, kemudian Juventus. Lalu saya setuju ke Juventus. Ketika United mengontak, saya bilang sudah terlambat karena saya sudah terlanjur sepakat dengan Juventus.

***

Usai melakukan wawancara eksklusif, agenda Van der Sar sungguh padat. Beberapa menit setelah wawancara, dia melakukan jumpa pers yang dihadiri puluhan media. Kemudian dengan sabar dia melayani penggemar untuk berfoto bersama dalam acara gala dinner. Acara kemudian dilanjutkan dengan lelang memorabilia yang menghasilkan dana untuk disumbangkan kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Setelahnya, Van der Sar menghadiri acara di sebuah stasiun televisi swasta.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait