thumbnail Halo,

Perjalanan kali ini dianggap Edwin van der Sar sebagai pengganti tur Manchester United yang batal tiga tahun lalu.

Kini giliran Edwin van der Sar yang menyambangi Indonesia sepanjang akhir pekan ini.

Van der Sar menjadi figur pesepakbola dunia ternama yang mengunjungi Indonesia untuk beberapa kegiatan, antara lain coaching clinic dan gala dinner bersama para penggemar.

Ternyata, kunjungan ini bukan yang pertama bagi mantan kiper Manchester United, Ajax Amsterdam, Juventus, dan Fulham ini. Setahun sebelum United menggelar tur Asia Tenggara pada 2009, dengan tur ke Jakarta dibatalkan karena ledakan bom, Van der Sar pernah berjalan-jalan ke Bali.

"Selamat sore. Senang rasanya berada di sini. Ini kunjungan kedua saya di Indonesia. Saya pernah melancong ke Bali empat tahun lalu untuk berlibur tanpa adanya sorotan kamera, benar-benar relaks," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers.

"Sayangnya, saya gagal datang ke sini [bersama United] tiga tahun lalu karena tur dibatalkan, tapi rasanya senang bisa berada di sini lagi."

Van der Sar kemudian menjawab sejumlah pertanyaan wartawan, seperti tentang persaingan United dan Manchester City di Liga Primer Inggris musim lalu.

"Persaingan kedua tim itu sudah berlangsung lama. Memang derby yang besar. Secara finansial, City meningkatkan suhu persaingan dan mereka juga meningkatkan peluang menjuarai liga dengan melakukan banyak perubahan. Sebuah prestasi besar bisa memenangi gelar liga musim lalu," ujarnya.

"Tapi saya kira musim depan akan sangat sulit. Sulit pula bagi United karena Chelsea kian tangguh, sedangkan Arsenal ingin memperbaiki penampilan. Musim depan, tantangan besar masih menunggu."

"Saya rasa United perlu mendatangkan sejumlah pemain dan membeli seorang striker. Saya rasa Danny Welbeck pemain bagus, dia mencetak gol untuk Inggris ke gawang Swedia dengan tumit dan mudah-mudahan dia mencetak banyak gol untuk United. Mudah-mudahan kami memperoleh kepercayaan diri lebih besar."

Kemudian Van der Sar mengisahkan sedikit latar belakang kenapa memilih posisi sebagai penjaga gawang.

"Ceritanya panjang. Saat masih kecil, saya juga pernah bermain sebagai bek tengah. Saat berusia sembilan atau sepuluh tahun, kiper kami tidak hadir sehingga pelatih meminta saya menjadi kiper karena saya paling tinggi di antara anak-anak lain. Saya bermain dan menghentikan sejumlah tendangan," ujarnya.

"Setelah pertandingan itu, pelatih menganggap saya bermain baik dan saya pun sadar inilah posisi yang tepat buat saya. Tidak bisa dibayangkan kalau kiper sebenarnya ada pada saat itu, mungkin saya takkan pernah menjadi seorang kiper."

Terakhir, Van der Sar mengaku belum memikirkan kemungkinan menjadi pelatih saat ini karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga meski sudah mengambil kursus manajemen olahraga di Amsterdam tahun lalu.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait