thumbnail Halo,

Blitz tetap memuji anak asuhnya yang tak canggung meski bermain melawan tim dengan nama besar seperti Arema.

Kemenangan dengan skor 3-1 berhasil diukir oleh Arema ISL saat melawan Deltras Sidoarjo. Tim lawan mengakui skuad Singo Edan bermain lebih bagus.

Pelatih Deltras, Blitz Tarigan mengakui jika Arema bermain lebih bagus yang kemudian membuat organisasi lini pertahanan Deltras terbongkar. "Memang Arema bermain bagus dan akhirnya berhasil membongkar organisasi pertahanan kami, proses golnya juga bagus-bagus," ujarnya saat sesi jumpa pers pasca pertandingan, Selasa (12/06).

Meski timnya kalah dan harus kebobolan sebanyak tiga kali namun, Blitz tetap memuji anak asuhnya yang tak canggung meski bermain melawan tim dengan nama besar seperti Arema. "Saya bangga dengan pemain-pemain saya, mereka tak canggung dengan nama besar Arema. Mereka tak sedikit pun nervous melawan pemain-pemain Arema," katanya.

Saat pertandingan melawan Arema ISL, Deltras memang tak tampil terlalu buruk. Bahkan mereka mampu bermain disiplin sepanjang 25 menit babak pertama. Di babak kedua juga sering membahayakan gawang Arema. Padahal tim berjuluk The Lobster itu tak bisa diperkuat seluruh pemain asingnya.

Di sisi lain, pelatih pengganti Jorg Peter ini juga sedikit menyayangkan keputusan wasit yang tak memberikan kartu merah kepada Ahmad Kurniawan yang jelas terlihat memukul wasit dan bahkan wasit Hamsir sempat mendapat perawatan.

"Kita baru saja nonton piala Eropa, penjaga gawang mana itu saya lupa nama timnya melakukan pelanggaran dikartu merah,ini malah melakukan penganiayaan hanya kartu kuning. Tapi saya tak mau mempermasalahkan yang jelas Arema bermain bagus, meski secara mental pemain kami terpengaruh akan hal itu dan berharap bisa bermain melawan sepuluh orang," tandasnya.

Dengan kekalahan ini, posisi Deltras Sidoarjo di klasemen sementara ISL juga semakin terancam untuk degradasi. Purwaka Yudhi dkk berada di peringkat 17 dengan mengumpulkan poin 25 dari 28 kali bertanding. Namun Blitz tetap optimis timnya bisa lepas dari zona degradasi.

"Kalau dilihat secara hitung-hitungan masih bisa, meski kita dibawah tapi jumlah bertanding lebih sedikit masih lebih banyak Arema. Kita harus optimis, kalau pelatihnya tak optimis ya pemainnya bisa pesimis," pungkasnya. (onn/mia).

Terkait