thumbnail Halo,

Persisam berharap mendapat pemasukan besar dari sektor tiket...

Manajemen Persisam Putra Samarinda mewacanakan untuk memindah homebase  dari Stadion Segiri ke Stadion Utama Palaran untuk musim kompetisi tahun depan.Wacana tersebut muncul lantaran pihak manageman merasa kecewa dengan pendapatan tim dari hasil penjualan tiket kala tim Pesut Mahakam julukan Persisam Putra berlaga dikandang tidak sesuai dengan harapan. 

Pihak manajemen menduga ada kebocoran tiket pada saat pertandingan kandang yang dilaksanakan di Stadion Segiri.

"Satu contoh kala tim kita menjamu Persija Jakarta, Minggu (10/6) dimana penonton yang menyaksikan langsung di stadion begitu banyaknya, namun pendapatan kita dari hasil penjualan tiket hanya sebesar 324 juta saja," terang Harbiansyah kepada wartawan, selasa (12/6).

Lanjut dikatakannya, jumlah 324 juta belum lagi dipotong dengan pembayaran gaji panitia sebesar Rp126 juta, Bonus pemain saat menghadapi Persib dan Persija sebesar Rp94 Juta dan pajak tiket sebesar 15 persen.

"Jadi kalau ditotal pendapatan tim dari pertaandingan kandang kemarin bersihnya hanya Rp50 jutaan, setelah dipotong pengeluaran yang mencapai Rp270 juta," paparnya.

Dikatakan Harbiansyah, untuk membiayai klub Persisam, setelah dihapuskannya subsidi dana dari APBD, pihaknya hanya berharap dana dari sponsor dan pendapatan dari hasil penjualan tiket kala tim ini menjalani laga kandang. Ditargetkannya, dari penjualan tiket pihaknya bisa mendapatkan Rp5-6 miliar selama satu musim kompetisi.

"Namun pada kenyataannya, pendapatan kita dari penjualan tiket masih jauh dari harapan. Minimnya pendapatan dari tiket ini terpaksa kita harus memutar otak untuk menutupi pembiayaan hingga musim kompetisi berakhir," tuturnya.

Menurut Harbiansyah, jika tim ini diharapkan bisa terus eksis maka harus ada evaluasi yang dilakukan, bukan hanya tiket, tapi semuanya termasuk penjaga pintu hingga Panitia pelaksana pertandingan.(gk-47)

Terkait