thumbnail Halo,
Manajemen PSMS & Persiraja Apresiasi Perdamaian KPSI & PSSI

Manajemen PSMS & Persiraja Apresiasi Perdamaian KPSI & PSSI

Gunawan Widyantara

Ketiga klub itu bersepakat pada satu tujuan agar sepakbola Indonesia bisa lebih baik.

Perdamaian dua kubu, PSSI dan KPSI, di markas AFC di Kuala Lumpur, Kamis (7/6), disambut positif dua manajemen PSMS, baik ISL maupun IPL. Apresiasi juga datang dari kubu Persiraja. Ketiganya bermuara pada satu tujuan agar sepakbola Indonesia bisa lebih baik.

Chief executive officer (CE0) PSMS Medan  IPL Freddy Hutabarat menyambut baik keputusan AFC untuk mengakhiri konflik dualisme kompetisi sepakbola di Indonesia.

"Kami menyambut baik langkah AFC yang menggandeng semua pihak untuk kembali pada jalan yang benar, yakni PSSI sebagai penyelenggara liga profesional," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

Freddy menyebutkan, konflik di masa lalu, bisa terjadi, karena satu di antaranya faktor banyak klub yang tidak siap mengikuti liga profesional dan masih berharap pada APBD.

"Ada kekhawatiran, persoalan ini akan kembali muncul saat kompetisi kembali berputar musim depan.  Banyak klub yang tidak siap, termasuk soal lima aspek yang menjadi poin yang harus dipenuhi klub untuk berlaga di ajang kompetisi profesional. Seperti yang sempat terjadi di awal musim ini," tukasnya.

Pada kompetisi musim depan, lanjut Freddy semua pihak, khususnya klub untuk menerima regulasi FIFA dan AFC sementara PSSI harus bisa tegas melakukan tindakan kepada klub yang kemungkinan menolak regulasi.
"Semua pihak harus legowo jika klubnya tidak bisa berkompetisi di ajang profesional," jelasnya.

Sementara itu, CE0 PSMS Medan ISL,  Idris juga menyambut baik salah satu butir nota kesepahaman adalah pembentukan komisi gabungan PSSI guna membentuk liga profesional yang baru.  

"Tentu kami menyambut baik langkah ini. Hal tersebut sangat tepat, karena tidak ada kompetisi yang harus patah di tengah jalan. Semua berjalan sampai habis dan bakal ada semacam komite normalisasi (KN)," ujarnya.

Dia mengatakan, optimis akan ada solusi dari semacam komite normalisasi (KN) jilid-2 untuk menyelesaikan konflik di tubuh persepakbolaan Indonesia.

"Jadi ke depan, ketua (PSSI) yang terpilih haruslah yang diakui semua anggota. Dan juga harus tegas untuk melarang jika kemudian terbentuk liga tandingan apapun itu namanya," tukasnya.

Idris juga menyinggung soal kelangsungan PSMS ke depan, setelah musim ini berakhir. Menurutnya, jika kemudian liga level satu harus satu, maka PSMS harus tetap hidup.

"PSMS harus ada dan hanya ada satu di Medan. Kenapa PSMS ada dua, karena yang satu lagi dibentuk oleh Djohar Arifin dan Freddy Hutabarat. Yang kemudian membuat keuangan PSMS terganggu. Rp32 miliar terbuang. Semua karena sponsor enggan masuk PSMS yang dualisme," akunya.

Dia menegaskan, agar PSMS yang satu lagi lebih baik legowo. "Mereka tak ada penontonnya, jadi PSMS yang harus bertahan yang ditonton dan diakui publik Medan. Bukan hanya Freddy nya yang mundur, tapi ya PSMS versi mereka harus ditiadakan. Saya juga mau tegaskan, jika ada yang mau handle PSMS dan membantu agar keuangan bisa stabil untuk musim depan, saya tidak akan di PSMS lagi dan saya persilahkan. Besok pagipun kalau ada yang mau silahkan," ujarnya

Sedangkan, CE0 Persiraja Akmal Marhali mengatakan, keputusan kali ini semoga bisa menjadi awal yang bagus untuk sepakbola Indonesia.

"Bahwa yang diakui hanya PSSI yg dipimpin Djohar Arifin itu adalah fakta. Dan, harus diterima dengan lapang dada," ujarnya.

Akmal menambahkan, ke depan, solusi untuk kompetisi Indonesia adalah harus berjalan sesuai aturan yg dibuat AFC. "Terkait AFC lisence club profesional, financial fairplay harus ditegakkan. Itu tugas PSSI. Tugas klub berpikir untuk realistis untuk tak memaksakan diri untuk ikut kompetisi,  bila tak memiliki kemampuan dana memadai," tegasnya.

Sisi lain, dia menilai, juga harus ada penyesuaian gaji pemain agar sejalan dengan kemampuan klub. "Buat pemain agar terjadi renumerasi gaji, karena selama ini gaji pemain over price tak setara dengan kemampuan klub Indonesia. Dan, buat suporter bisa ikut bantu agar klubnya eksis dengan beli tiket," jelasnya.

Dia mengatakan keberhasilan mengakhiri konflik sepakbola Indonesia kali ini, sangat tergantung niat semua pihak. "Kita berharap semua pihak berpikir untuk sepakbola. Tak lagi melulu berkubang dengan sengketa," ungkapnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait