PSMS Medan Diakui Pelatih Tampil Buruk

Penampilan Persipura dianggap biasa saja, tetapi PSMS tetap menelan kekalahan...
Caretaker Pelatih Kepala Suharto AD tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan 5-0 dari Persipura, Minggu (3/6) di Stadion Mandala, Jayapura.

Dia menyebutkan, kalah telak ini adalah buruknya penampilan skuadnya sepanjang pertandingan. Dia tak mengerti apa yang terjadi mengapa Sasa Zecevic dkk bisa banyak melakukan kesalahan. "Semua pemain tampil tidak percaya diri. Semua lini, dari penyerang, gelandang dan pertahanan, permainannya buruknya sama," ujarnya saat dihubungi.

Ini merupakan kekalahan terbanyak Ayam Kinantan-julukan PSMS dan kebobolan terbesar ke gawang Eddy Kurnia sepanjang musim ini. Sebelumnya, di putaran pertama, PSMS sempat kalah 4-1 dari Persidafon di Dafonsoro. Dari dua dari tiga partai away di Papua, sudah delapan gol tercatat untuk PSMS. Sebelumnya, kalah 3-0 setelah WO di kandang

Mantan pelatih kepala PSMS musim lalu ini, kekalahan ini bukan karena ciamiknya permainan Persipura. "Bukan karena Persipura yang hebat. Mereka tampil biasa saja. Tapi, pemain PSMS yang sering melakukan kesalahan. Pemain sangat gugup. Saya tidak mengerti, sungguh kacau permainan di lapangan tadi. Semuanya tampil buruk, inilah yang paling buruk selama ini," ungkapnya.

Suharto memang tak bisa menampilkan skuad lengkapnya. Playmaker Nastja Ceh, Shin Hyun Joon dan striker Nico Malau harus absen karena cedera, sedangkan Ledi Utomo mempersiapkan pernikahan. Menghadapi Mutiara Hitam-julukan Persipura, Suharto menurunkan starting eleven, Eddy Kurnia (kiper), Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Wawan Widiantoro, Denny Rumba, Anton Samba, Zainal Anwar,  Alamsyah Nasution, Ramadhan Syahputra, Zulkarnain dan Osas Saha.

Suharto juga terpaksa mengganti Novi Handriawan pada menit 25, karena tidak fit dan memasukkan Rahmad. "Apa yang bisa saya katakan lagi. Anak-anak bermain tak seperti biasanya. Sering kehilangan bola, salah passing dan gugup. Tapi, kami harus bangkit, karena ada satu pertandingan lagi lawan Persiwa sebelum kembali ke Medan," tuturnya.

Sementara itu, Kapten Tim Sasa Zecevic tak membantah komentar sang pelatih. "Ya semua tahu Persipura tim yang bagus di Indonesia. Tapi tak satupun berharap harus kalah sebanyak ini. Saya tidak berharap kami menang. Tapi berharap kami bisa melakukan sesuatu yang lebih. Persipura bermain biasa, tidak ada yang spesial. Tapi tim kami tidak memainkan permainan seperti yang kami biasa mampu kami lakukan. Saya sungguh malu dengan kekalahan ini," ungkapnya.

Dia menyebutkan, kekalahan ini juga terjadi karena absennya beberapa pemain dan membuat pelatih terpaksa memainkan pemain lain yang tidak bermain di posisi idealnya.

"Ramadhan [Saputra] bermain sebagai playmaker. Dia tidak bisa mengemban tugas itu, jadi membingungkan. Lalu ada Alamsyah [Nasution] yang sudah lama tidak bermain fulltime. Dia punya kualitas, tapi jarang bermain. Zainal sering main, kadang di belakang kadang di tengah. Zulkarnainan membuat saya bingung. Saha hanya sendirian di depan. Ceh [Nastja] tidak main, dia tahu kemana suplai bola yang baik dan tahu bagaimana mengatur serangan. Kami bermain dengan pemain yang kami punya saat ini. Dan sebagian dipaksa bermain di posisi yang bukan posisi mereka. Kami bermain yang harusnya bisa lebih dari ini. Tapi di lapangan beda, semua terlihat tak ada yang kami lakukan," paparnya panjang lebar.

Dalam pertandingan ini, kelima gol Persipura dicetak oleh David Laly 17' , Tinus Pae 27' , Bio Paulin 37' , Ian Kabes 72' dan Lukas Mandowen 75'. (gk-38)