thumbnail Halo,

PSSI versi KLB bersedia melakukan kompromi jika Djohar mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI.

Anggota PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti menuntut pengesahan legitimasi dari konfederasi sepakbola Asia (AFC) dan FIFA. Hal itu tercetus dalam pertemuan 76 pemilik suara, dan 426 anggota PSSI di Ancol, Minggu (3/6) malam WIB.

Ratusan anggota hasil kongres luar biasa (KLB) berkumpul di sebuah hotel untuk menyampaikan sikap mereka. Para anggota ini mendesak AFC dan FIFA segera mengakui kubu mereka melalui surat pernyataan sikap bersama.

Pertemuan ratusan anggota itu berjalan lancar tanpa interupsi. Awalnya, sempat muncul kekhawatiran pertemuan itu mendapat tentangan dari para anggota. Namun, pertemuan berjalan cepat di luar perkiraan.

“Kami, para exco [komite eksekutif], 76 voter [pemilik suara], 426 anggota PSSI yang hadir di pertemuan ini telah sepakat kepengurusan hasil KLB pada 18 Maret 2012 harus dilegitimasi FIFA, karena mekanismenya sudah sesuai Statuta PSSI pasal 31 ayat 2,” tegas La Nyalla.

La Nyalla menambahkan, sesuai rencana, akan ada pertemuan tahap kedua kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein, PSSI versi KLB, dan tim taskforce AFC di Kuala Lumpur untuk menuntaskan konflik persepakbolaan di Indonesia.

“Agenda pertama 6 Juni adalah kompromi dua kepengurusan PSSI yang ditengahi tim taskforce AFC. Hari kedua, 7 Juni, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dua kepengurusan terkait penyelesaian kisruh sepakbola Indonesia,” kata La Nyalla.

“Saya tidak akan tanda tangani MoU itu, kecuali dalam kesepakatan hari pertama Djohar bersedia menyatakan mundur.”

“Kami juga akan menyerahkan surat pernyataan sikap yang akan dibawa Joko Driyono dan Hinca Panjaitan untuk disampaikan kepada AFC dan FIFA pada 6 Juni.”

GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.

Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Android Apple
Blackberry Windows

Terkait