thumbnail Halo,

Empat pemain "Kabau Sirah", yaitu Abdul Rahman, Hengky Ardiles, Vendry Mofu, dan Yohua Pahabol kembali mendapat panggilan dari PSSI.

Ditengah hadangan jadwal super padat, baik di kompetisi Indonesia Premier League maupun Piala Indonesia, pelatih Semen Padang Suhatman Imam kembali dipusingkan oleh pemanggilan empat pemain pilarnya oleh timnas Indonesia.

Empat pemain "Kabau Sirah", yaitu Abdul Rahman, Hengky Ardiles, Vendry Mofu, dan Yohua Pahabol kembali mendapat panggilan dari PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia melawan Filipina di Manila, Selasa (5/6) mendatang.

Terkait pemanggilan pemainnya, Suhatman nampak gerah. Karena pemanggilan itu jelas akan mengganggu kinerja timnya yang tengah menghadapi sejumlah pertandingan penting di dua ajang sekaligus, dengan jadwal yang saling berdekatan yaitu IPL dan Piala Indonesia.

"Jujur saja, sebagai pelatih saya tidak berkenan melepas empat pemain itu. Sangat riskan, karena jadwal yang akan kita jalani sangat padat. Buktinya, saat menjamu Perak FA anak-anak sangat kelelahan. Tetapi kalau manajemen tetap bersikukuh melapas, saya tidak bertanggungjwab dengan target tim," tegas Suhatman.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Haji ini, jika empat pemain itu pergi ke timnas, sangat beresiko bagi timnya yang dibebani target juara di kedua ajang tersebut, terutama di lini belakang. "Hengki dan Abdul Rahman inti kekuatan kita di lini belakang. Bila mereka tidak ada, kita tak punya pengganti sepadan."katanya.

Ditambahkannya, saat melawan Perak FA yang berbuntut kekalahan 1-2, Suhatman memaksakan diri memainkan pemain muda Wahyu Firnanda, karena Hengky dan Abdul Rahman baru saja bermain melawan Inter MIlan sehari sebelumnya."Alternatif sudah kita coba, tapi hasilnya sudah sama-sama kita lihat. Jadi intinya, jika mereka dilepas ke timnas sebagai pelatih saya tidak bertanggungjawab dengan target tim yang dibebankan kepada saya," tegasnya lagi.

Suhatman pantas galau seperti itu, karena dari jadwal yang akan dimainkan timnya, memang tak main-main. Usai menjamu PSM Minggu (3/6) maka pada Rabu (6/6) kembali memainkan duel kontra PSMS leg I Babak 8 Besar Piala Indonesia. Setelah itu pada Sabtu (9/6) bertandang ke markas Arema Malang memainkan Pekan 25 Liga. Empat hari berikutnya bertandang pula ke markas PSMS Medan memainkan leg II 8 Besar PIala Indonesia.

Tak hanya itu, 17 Juni SP kembali menjamu Persijap Jepara di IPL, dilanjutkan sepekan kemudian harus menjamu Persiraja Banda Aceh."Jadi betul-betul padat jadwal kita, lebih gila dari jadwal akhir tahun Liga Inggris,"sindir Pak Haji.

Namun, tanggapan lebih bijak dikeluarkan oleh CEO PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar. Dia membenarkan surat resmi pemanggilan empat pemainnya oleh Timnas sudah diterima.

Diakui Erizal, dia memaklumi keberatan pelatih. Dan manajemen SP sebetulnya juga berat melepas pemain. Tetapi laga timnas melawan Filipina itu merupakan agenda resmi FIFA sekaligus berpengaruh pada peringkat FIFA."Kita hanya khawatir, jika pemain yang dipanggil dan tidak kita izinkan,  akan menimbulkan efek negatif pada pemain dan klub,"ujar Erizal.

Namun setelah dikaji ulang, manajemen SP kemungkinan besar hanya akan melepas tiga pemain saja. "Kita hanya minta Pahabol tetap tinggal, karena setelah Ferdinand Sinaga cedera, tenaganya sangat kita butuhkan. Sedangkan Mofu kita bebaskan memilih, apakah berangkat atau tidak karena istrinya baru melahirkan. Jadi, hanya Hengky dan Rahman yang kita lepas," katanya.

Direncanakan pula pemain yang dipanggil itu akan menuju Philipina via Jakarta pada Senin (4/6) pagi. "Usai lawan PSM maka Senin (4/6) pagi menuju Jakarta dan dilanjutkan ke Philipina. Timnas sendiri yang diasuh Nil Maizar berangkat ke Filipina Minggu (3/6).(GK-33)

Terkait