thumbnail Halo,

Persela Lamongan yang ikut terkena sanksi langsung mengajukan banding...

Komisi Disiplin (Komdis) Liga Indonesia telah menjatuhkan sanksi kepada kedua tim PSMS dan Persela. Ini merupakan imbas dari pertandingan yang berakhir 4-3 untuk PSMS dan diwarnai adu jotos, 20 Mei lalu di Stadion Teladan.

Dari kubu PSMS, fax dari Komdis telah diterima Selasa (29/5) lalu, ke Sekretariat Mess PSMS, Kebun Bunga. Dalam fax tersebut, PSMS menerima dua teguran, yakni kepada striker Osas Marvelous Saha lantaran mengangkat keluar pemain Persela, Dedi Indra di tengah pertandingan. Dan teguran kedua diberikan ke panitia pelaksana (panpel) PSMS dengan alasan pelemparan air mineral ke dalam area pertandingan.

Ketua Panpel PSMS, Hendra DS kepada GOAL.com Indonesia menjelaskan, pihaknya menerima keputusan Komdis tersebut. "Ya kami terima dan akan menjadi bahan evaluasi ke partai-partai berikutnya. Apalagi, tiga laga kandang terakhir (Persib, Pelita dan PSAP) musim ini akan digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang (Stadion Teladan direnovasi). Kami akan lebih hati-hati," ungkapnya, Kamis (31/5).

Diakuinya, persoalan pelemparan botol air mineral kadang memang sulit dihadang. Karena sifatnya spontan dari penonton. "Agak sulit, karena semua terjadi begitu saja. Sama seperti ricuh usai pertandingan itu. Walau mereka yang menyerbu wasit  usai pertandingan. Kami juga sampai kerja dan pengamanan ekstra, sampai pukul 23.00 WIB untuk evakuasi dan mengamankan skuad Persela dan mendampingi mereka supaya aman sampai hotel dengan mobil polisi," jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, panpel juga memberikan laporan pertandingan secara detail dengan melampirkan foto-foto. "Ini pelajaran buat semua, termasuk kami. Ya harapan kami ke depan bisa jauh lebih baik. Kami terima dengan teguran dari Komdis," kata mantan manajer PSMS tersebut.

Striker PSMS, Osas Marvelous Saha yang dihubungi, mengatakan belum tahu sama sekali perihal sanksi teguran dari Komdis tersebut.  Namun, dia menerima keputusan tersebut. "Saya belum tahu. Tapi kalau memang seperti itu, saya terima. Saya tidak bisa berkata lebih banyak. Saya akui apa yang saya lakukan di pertandingan tersebut memang buruk," akunya.

Pemain asing asal Nigeria ini menambahkan, tindakan tersebut spontan. "Saya lakukan demi PSMS agar waktu pertandingan tidak banyak terbuang," timpalnya.

Sementara itu, Kubu Persela melalui Sekretaris Klub dan Tim, Muji Santoso menjelaskan pihaknya akan melakukan banding atas putusan Komdis yang juga diterima pihaknya 29 Mei 2012. "Kami menerima putusan tersebut 29 Mei sore. Dan kami sampaikan ke semua pemain pada 30 Mei. Semua tercengang dengan keputusan ini. Bahkan Park Chul Hyung sampai menangis," ujarnya.

Di Persela, ada lima pemain yang disanksi. Inkyun Oh dilarang tampil hingga akhir musim, Park Chul Hyung dan Aris Alfiansyah dilarang memperkuat tim selama tiga partai, I Gede Sukadan dan Ali Barkah dilarang satu partai. Serta sang pelatih, Miroslav Janu ditegur. "Dalam putusan yang kami terima, Inkyun Oh, Aris, Sukadana dihukum karena memukul wasit, Park karena memegang kepala wasit dan Ali Barkah karena menendang wasit. Kami juga didena Rp50 juta untuk masing-masing pemain," jelasnya.

Muji menyebutkan sanksi tersebut adalah bentuk ketegasan PSSI. "Dan apapun alasannya, memukul wasit memang kesalahan besar. Tapi keputusan ini terlalu berat bagi Persela. Kami meminta banding. Terutama meminta keringanan hukuman untuk semua pemain, misalnya Park yang disanksi dengan kesalahan memegang kepala wasit. Padahal bagi orang asing, mungkin itu bukan hal yang terlalu salah," tuturnya.

Surat banding tersebut, lanjutnya masih dalam proses. "Hari ini, masih saya susun. Karena memang ada dugaan wasit memang tertekan sehingga kurang pas dalam mengambil keputusan. Mudah-mudahan, hari ini selesai dan bisa dikirim. Bagi saya sendiri, jujur risih juga dengan ulah pemain PSMS yang mengangkut dan seakan akan membuang keluar pemain kami. Kalau tidak disanksi maka akan dianggap wajar dan pasti akan ditiru pemain lain," jelasnya.

Inkyun Oh juga mengakui kesalahannya memukul wasit. Dan, dia tak bisa bicara banyak. "Apa yang harus saya komentari. Ya saya salah telah memukul wasit. Tapi, saya tidak tahu mengapa ini bisa terjadi ke saya dan Persela. Sebab, tim-tim lain juga mengalami situasi dalam pertandingan yang sama. Saya tidak tahu mengapa mereka tidak mendapatkan sanksi seperti kami," jelasnya.

Dengan kondisi tidak bisa lagi memperkuat timnya hingga akhir musim, Inkyun tetap berharap timnya bisa tampil baik. "Apa yang bisa saya lakukan sekarang, tidak ada pilihan. Saya hanya menanti pernyataan dan langkah dari Persela," jelasnya. (gk-38)

Terkait