thumbnail Halo,

Tonnie mengaku siap jika pelatih menurunkannya langsung lawan Persela.

Satu dari dua pemain naturalisasi yang sejak 22 April lalu diklaim menjadi bagian dari tim PSMS, tiba di Medan, Jumat sore (18/5). Pemain tersebut adalah Tonnie Cusell, pemain naturalisasi dari Belanda.

Tonnie tiba pukul 15.00 WIB dan langsung menuju Stadion Teladan. Pemain berusia 29 tahun itu belum mengikuti latihan bersama. Dia juga masih mengenakan pakaian jaket dan celana jeans ke stadion. "Belum berlatih, ini saya dari Amsterdam ke Jakarta dan langsung ke Medan. Baru sampai," ujarnya saat diwawancarai GOAL.com Indonesia di Stadion Teladan.

Pemain kelahiran 4 Februari 1983 ini bakal mengenakan kostum bernomor 28 di PSMS. Dia mengakui, kedatangannya memakan waktu yang lama, karena proses administrasi. "Selama ini masih terkendala administrasi. Butuh waktu untuk mengurusnya. Tapi, saya sudah bicara dengan Pak Imam (Imam Arif), semuanya sudah beres," jelasnya.

Meski baru tiba, Tonnie mengaku siap jika pelatih menurunkannya langsung lawan Persela. "Tidak masalah. Saya fit. Karena saya juga tetap bermain di Liga Belanda selama ini. Liga di sana (Belanda) baru saja usai seminggu lalu (12/5), jadi kondisi saya tetap terjaga," ungkap pemain yang membela klub Gelders Veenendaalse Voetbal Verenigir (GVVV) musim 2011/12 ini.

Pemain yang juga membela Hilversum musim 2010/11 ini, tidak ada masalah dengan klub barunya. Meski, diakuinya buta soal PSMS. "Saya baru tiba, belum kenalan dengan semua pemain. Baru (Osas) Saha, (Nastja) Ceh. Saya juga tidak tahu banyak soal antusias penonton di sini. Namun, saya berharap banyak dengan tim ini bahwa dengan kehadiran saya tim bisa bangkit," paparnya.

Pemain yang pernah membela Timnas Belanda U-23 ini mengatakan hanya butuh dua hal adaptasi. "Bahasa dan lapangan. Saya hanya harus belajar dengan bahasa untuk bisa berinteraksi. Juga soal lapangan. Karena di negara saya, semua lapangan mulus. Kalau cuaca ya tidak masalah. Dan yang penting saya ingin menolong tim ini bisa menang. Saya tidak tahu seberapa jauh tim ini akan maju nantinya. Tapi saya ingin berusaha bersama tim ini," tutur pemain yang juga pernah mengecap Liga Prancis ini.

Sementara manajer PSMS Benny Tomasoa mengatakan, semua administrasi Tonnie sudah selesai dan tidak ada kendala, jika pelatih mau menurunkannya. "Dia (Tonnie) sudah bisa bermain lawan Persela nanti," tukasnya.

Sejatinya, Tonnie diagendakan datang bersama pemain naturalisasi lainnya  Ruben Wuarbanaran. Keduanya juga sudah diklaim menjadi bagian dari tim pemberian sponsor sejak tanggal 22 April lalu. "Selama ini memang sedang proses administrasi dan baru selesai. Saat ini baru Tonnie, Ruben masih menjalani pemulihan cedera bagian tangan. Mungkin, Selasa (22/5) nanti akan berangkat ke Medan," jelasnya.

Sementara itu, caretaker pelatih kepala PSMS Suharto AD menegaskan belum tahu apakah akan menurunkan Tonnie pada Minggu nanti. "Saya belum tahu apakah akan menurunkannya. Kami akan lihat besok pas latihan. Karena, untuk menyesuaikan pemain baru dengan tim juga bukan hal yang gampang," jelasnya.

Namun, Suharto menjelaskan, dengan tambahan pemain, dia memiliki banyak pilihan. "Saat ini, kami punya banyak pilihan di gelandang. Itu sisi positifnya. Tapi, perlu penyesuaian," timpalnya.

Saat ini, skuad PSMS sebenarnya bisa tampil komplit melawan Persela. Tidak ada satu pemainpun yang akumulasi kartu. Hanya saja, Sasa Zecevic masih mengalami cedera otot paha kiri. Jumat sore tadi, bek asal Serbia. Tersebut masih absen latihan. Sasa menjalani terapi rutin di Rumah Sakit Permata Bunda. "Sasa belum prima. Cedera robek otot pahanya belum sembuh. Saat ini,  kemungkinan enggak main. Tapi, kami akan lihat kesiapannya di hari H. Ya beginilah, tim ini jarang komplit. Kali ini tanpa akumulasi tapi ada yang cedera," papar pelatih berkepala plontos ini.

Janji Manajemen Belum Terealisasi

Sementara itu, hasil mediasi pemain dan manajemen soal pembayaran atau pencicilan gaji, Senin (14/5) lalu, belum juga direalisasikan.

Hingga Jumat (18/5) tadi, skuad PSMS belum menerima apapun. Janji manajemen, pencicilan gaji atau istilah manajemen pinjaman ke pemain (Rp5 juta hingga Rp10 juta) akan diberikan sebelum laga lawan Persela (20/5).

Manajer PSMS, Benny Tomasoa yang hadir di lapangan dan menemani Tonnie Cusell di Stadion Lapangan pun tidak banyak bicara banyak. Benny malah keluar lapangan lebih dahulu bersama Tonnie sebelum skuad selesai latihan. Pemain PSMS sempat memanggil namanya dan melontarkan soal gaji, namun Benny menoleh dan melambaikan tangan dan beranjak pergi.

CE0 PSMS Idris, yang dihubungi, memastikan tidak akan bisa membayarkan sesuai kesepakatan. Dana akan dikeluarkan sehari selepas pertandingan, yakni 21 Mei. Idris sendiri mengatakan tersendatnya pembayaran karena dana sisa dari sponsor Bakrie Sumatra Plantations dan bantuan PT Liga untuk putaran kedua Rp 1,5 miliar belum turun.

"Uangnya sudah ada di rekening PSMS Medan dan pasti akan diberikan. Kenapa Senin baru akan diberikan? Hanya terkendala administrasi saja. Uang belum bisa dicairkan pada Sabtu dan Minggu," ujarnya.

Dia bilang, selain dana pinjaman (cicilan gaji) ke pemain, timnya juga akan mendapatkan bonus dari tiga kelompok atau elemen. "Akan ada sumbangan dari  tokoh di Sumut, pengusaha Sumut dan tiga kelompok suporter yang bersedia memberikan bantuan atau bonus," tukasnya.

Namun, lanjutnya, bantuan bonus itu akan diberikan dengan syarat bila PSMS menang atas Persela. "Uang itu akan langsung diberikan seusai laga. Semoga ini bisa memberi motivasi dan spirit pemain," ujarnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait