thumbnail Halo,

Kedua pemain Arema yang terancam sanksi itu adalah Hermawan dan Eka Hera.

Dua pemain Arema Indonesia terancam sanksi disiplin dari PSSI. Itu bila mereka tidak melakukan klarifikasi  ke PSSI beserta  PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) terkait tuduhan  melakukan pelanggaran etika pada wasit Sulistyoko sebelum 22 Mei 2012 nati. Kedua pemain Arema yang terancam sanksi itu adalah Hermawan dan Eka Hera.

Manajer Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan, mengakui soal pemanggilan PSSI terhadap kedua pemain itu. ''Memang, Hermawan dan  Eka Hera dipanggil PSSI dan PT LPIS untuk klarifikasi. Itu sesuai surat yang kami terima,'' kata dia, kepada GOAL.com Indonesia, Kamis (17/5).

Menurut dia,  di antara poin dari isi surat tersebut, kedua pemain itu harus memenuhi panggilan selambat-lambatnya tujuh hari setelah surat  tertanggal 14 Mei 2012 itu diterima. Itu berarti sebelum tanggal 22 Mei 2012 mereka harus melakukan klarifikasi ke PSSI.  Jika tidak, kasus yang dituduhkan pada kedua pemain itu akan diserahkan pada Komisi Disiplin PSSI.

Mereka dituduh terindikasi  melakukan pelanggaran etika kepada wasit Sulistyoko karena memprotes  keputusan ngawur wasit  asal Jakarta  itu.  Surat yang ditanda tangani Head of Competition Dept LPIS, Hendriyana itu, kata Noor Ramadhan,  meminta klarifikasi selambat-lambatnya tujuh hari sejak surat itu dikirimkan kepada Arema Indonesia, Senin (14/5) lalu.

Jika tidak segera melakukan klarifikasi dalam waktu yang ditentukan,  kata Noor Ramadhan, sesuai printah surat tersebut, maka “Kejadian Khusus” itu akan dilimpahkan ke Komisi Disiplin PSSI.

Makanya, pria yang juga wartawan televisi nasional ini merasa heran.  Alasannya,  PT LPIS bukannya merespon protes terkait penyebab kekacauan. Mereka   justru mengalihkan perhatian pada dampak yang ditimbulkan.

Seharusnya, kata dia, PT LPIS  selaku regulator kompetisi  merespon protes Arema atas pemberian penalti oleh wasit Sulistyoko. ''Bukannya, justru dua pemain Arema dipanggil untuk klarifikasi dan diancam sanksi. Itu kan sama dengan mengalihkan persoalan,'' katanya.

Karena itu,  kata dia, Arema Indonesia sangat berharap PSSI dan PT LPIS fair dan adil menyikapi persoalan wasit Sulistyoko yang memberikan penalti pada PSM Makasar saat melawan Arema di ajang IPL itu. ‘’Bukan pemain Arema yang justru disalahkan. Sebab, kepemimpinan wasit asal Jakarta itu sangat merugikan Arema Indonesia.  Apalagi, hal semacam itu bukan pertama kali dilakukan Sulistyoko terhadap Arema Indonesia,’’ pungkasnya. (gk-41)

Terkait