thumbnail Halo,

Suharto tak bisa menoleransi tindakan indisipliner yang dilakukan Arie Supriatna.

Kekalahan 1-0 di putaran pertama Indonesia Super League (ISL), dijadikan momentum bagi skuad PSMS Medan dalam melakoni misi balas dendam kepada Gresik United. Kedua tim akan saling bertemu dalam laga lanjutan ISL di Stadion Petrokimia, Selasa (7/5) sore.

“Kami datang ke sini (Gresik) untuk melakukan revans, atas kekalahan yang kami alami di Medan pada putaran pertama. Walau nantinya tak menang, hasil seri pun sudah cukup bagi kami. Namun, spirit untuk melakukan revans, melipat gandakan semangat bertanding para pemain, untuk meraih hasil maksimal,” ungkap pelatih PSMS Medan Suharto.

Langkah yang tak mudah. Sebab, kabar yang berhembus dari internal PSMS Medan mengatakan, skuad timnya juga tengah dilanda kesulitan finansial. Para pemain PSMS Medan sempat tak menerima gaji dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya rasa, semua tim di Indonesia saat ini juga tengah mengalami masalah yang sama. Jadi, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Saya yakin, para pemain PSMS takkan terpengaruh dengan keadaan ini. Intinya, kami siap meladeni tantangan tuan rumah,” jelas Suharto yang ditemui GOAL.com Indonesia, saat memimpin para pemainnya mencoba Stadion Petrokimia.

Terkait dengan susunan pemain PSMS yang akan diturunkan pada laga nanti. Suharto memberikan sinyal, bakal tak bisa menurunkan kekuatan penuh, lantaran dua pemain intinya bakal absen. Ia pun mengaku, sudah mengantongi beberapa titik kekuatan Gresik United, yang patut diperhatikan pada laga nanti.

“Saya rasa kekuatan permainan Gresik saat ini terletak pada Gaston (Castano), (Gustavo) Chena, dan Uston (Nawawi), bila kami mampu meredam dan menjaga mereka dengan baik, saya yakin PSMS dapat poin di sini. Kami sendiri takkan turun full team, Anton Samba dan Alamsyah kena hukuman akumulasi,” terangnya.

Dalam laga putaran pertama yang berlangsung di kandang PSMS Medan, Stadion Teladan, pada 2 Februari 2012. Gresik United mampu mampu mencuri kemenangan, melalui gol yang dicetak Gustavo Chena pada menit ke-51.

Suharto; Kami Butuh Pemain yang Loyal

Suharto akhirnya buka suara mengenai kasus yang melibatkan dirinya dengan Arie Supriatna. Menurut Suharto, dirinya tak bisa menoleransi tindakan indisipliner yang dilakukan striker PSMS tersebut.

“Dalam prinsip saya, pemain seperti itu habis. Kami tak butuh pemain macam itu, kami butuh pemain yang loyal terhadap tim. Ibaratnya, kami ini sebuah pasukan dan para pemain adalah prajurit. Kalau ada pemain yang tak loyal, bagaimana jadinya tim ini?” tegas pria yang pernah berstatus sebagai Anggota TNI AD tersebut.

Arie Supriatna meninggalkan tim sehari selepas menjalani partai melawan Sriwijaya (28/4). Menurut Suharto, kejadian ini sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh pemain. Karena itu ia berharap, takkan lagi ada kejadian serupa yang terulang kepada para pemain PSMS Medan lainnya.

“Saya tahunya juga dari pemain lain, jika ia (Arie Supriatna) pulang. Saat itu kami berada di Bandara Soekarno-Hatta, pas rombongan akan berangkat menuju Balikpapan (away lawan Persiba). Kan ada pelatih dan asisten, kan ia bisa ngomong, pasti kami ijinkan kok, apalagi bila menyangkut masalah keluarga. Tapi ini kan ia nggak bilang, malah memberitahu ke pemain lain. Baru sampai rumah ia baru telepon,” urai Suharto.

Arie Supriatna sendiri tak tampak dalam rombongan pemain PSMS Medan, yang melakukan coba lapangan di Stadion Petrokimia, Senin (7/5) pagi WIB. Sementara itu, manajemen PSMS Medan sudah mengklarifikasi, bakal segera menyurati Arie Supriatna terkait hal ini. Mereka menyadari, bila kondisi belum cairnya gaji pemain beberapa bulan ini juga mempunyai pengaruh.

“Ya apapun kan masih bisa dibicarakan secara baik-baik, bukan begitu caranya. Meski ia tetap di PSMS, selama saya menjadi pelatih di sini (PSMS), saya tak akan pernah pakai pemain macam itu,” pungkasnya. (gk-43)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait