thumbnail Halo,
SSB Wahenlou Sentani Juara MUPC 2012 Wilayah Papua

SSB Wahenlou Sentani Juara MUPC 2012 Wilayah Papua

Dominggus A Mampioper

SSB Byak menduduki posisi kedua.

Terjadi protes dari dua tim SSB, masing-masing SSB Batik Kotaraja Jayapura dan SSB Numbai Star, terkait pemain yang diduga berusia di atas 15. Sehingga panitia memutuskan SSB Wahenlou Sentani juara pertama Manchester United Premier Cup (MUPC) 2012 dan SSB Byak menduduki posisi kedua. Sedangkan juara ketiga dan keempat tidak ada karena kedua tim mengundurkan diri.

“Saya sudah memberikan kebijakan agar pemain yang dianggap melebih batas U-15 agar mengundurkan diri, tetapi kedua SSB sama-sama ngotot untuk bertahan. Sehingga dua klub SSB mengundurkan diri,” kata Carolino Ivakdalam, ketua panitia pelaksana MUPC 2012 Wilayah Papua kepada GOAL.com Indonesia di Lapangan Emsyik, Senin (30/4).

Dia menambahkan, secara administrasi pemain SSB Numbay Star yang diduga berusia di atas 15 tahun sudah lolos schreening tetapi manajer dari SSB Batik tidak merasa puas dan meminta agar diperiksa secara medis (medical check-up). ”Memang keterangan dokter salah seorang pemain  dari SSB Numbai Star berusia antara 14 tahun dan 17 tahun,” kata Ivakdalam. Namun demikian, kata Ivakdalam, pelatih dan manajer dari SSB Numbai Star tak puas sehingga kedua klub SSB terpaksa mengundurkan diri.

Tim Wahenlou yang lolos masuk ke babak perempat final juga melakukan protes karena klub SSB Paradise FC juga memiliki pemain di atas 15 tahun sehingga panitia meloloskan Wahenlou masuk ke babak semi-final.

Klub SSB Wahenlou di babak semi-final mengalahkan SSB Byak dari Biak Numfor melalui adu penalti. Dua pemain SSB Wahenlou mampu menendang dengan baik, sedangkan tiga pemain SSB Byak hanya satu pemain yang mampu menjebol gawang Wahenlou. Klub SSB Wahenlou akhirnya masuk ke babak final. Di babak final mestinya SSB Wahenlou harus melawan pemenang antara SSB Batik dan SSB Numbay Star. Karena kedua klub mengundurkan diri, sehingga SSB Wahenlou Sentani ditetapkan juara MUPC 2012 dan SSB Byak menduduki posisi runner-up.

Sementara itu, manajer SSB Cendrawasih Daniel Mauri memrotes upaya pencurian umur sebab akan mencederai kompetisi yang telah diikuti sebanyak 22 klub SSB se-Papua. "Saya mengingatkan agar para manajer  dan pelatih harus memanfaatkan kompetisi MUPC 2012 ini sebagai ajang pembinaan prestasi bagi anak-anak kita," kata Mauri, mantan striker Persipura era 1980-an ini.

Dia menambahkan, mestinya klub SSB harus mengajarkan kepada anak-anak kejujuran dalam bermain sepakbola agar turnamen ini mampu melahirkan pemain-pemain masa depan Papua. "Kalau usianya sudah di atas 15 tahun sebaiknya ikut kompetisi U18,” kata Mauri kecewa.

”Saya ingatkan agar jangan halalkan segala cara untuk meraih kemenangan karena yang terpenting di sini adalah bagaimana anak-anak bisa ikut berkompetisi dan bertanding secara fair,” kata Mauri.

Kompetisi MUPC ini diikuti sebanyak 22 Klub SSB dari Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Waropen.(gk-34)


>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait