thumbnail Halo,
SOS Tolak Ramadhan Pohan Sebagai Manajer Timnas

SOS Tolak Ramadhan Pohan Sebagai Manajer Timnas

Apung menyatakan, penunjukan Ramadhan merupakan sebuah kecerobohan.

Pengangkatan Ramadhan Pohan sebagai manajer timnas senior yang baru memperoleh kecaman dari Save Our Soccer (SOS). Koordinator SOS, Apung Widadi, menyatakan penunjukan wakil sekjen Partai Demokrat tersebut merupakan sebuah kecerobohan.

"Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi, di mana lagi-lagi politisi ikut campur dalam urusan persepakbolaan negeri. Hal itu adalah pengkhianatan cita-cita revolusi PSSI, di mana PSSI justru menjadikan politisi Partai Demokrat sebagai manajer timnas," kata Apung melalui rilis yang dikirimkan kepada GOAL.com Indonesia, Selasa (24/4) siang.

Apung menduga, pemilihan Ramadhan adalah untuk melancarkan sumbangan dari APBN untuk timnas yang mandeg dari Kemenpora. Menurut dia, pilihan tersebut naif, di mana cara-cara politik dan personal justru dilakukan daripada memperkuat kelembagaan PSSI. "Perlu dicatat, memasukkan politisi ke PSSI bukan jalan keluar, namun bencana baru untuk persepakbolaan Indonesia," katanya.

SOS, kata Apung, mencatat beberapa hal yang janggal dalam penunjukkan Ramadhan Pohan menjadi manajer timnas. Pertama, pemilihan dilakukan secara tertutup dan sepihak oleh PSSI dan Bernhard Limbong. Sehingga, subjektivitas dan kepentingan politik lekat dalam pemilihan Ramadhan Pohan.

Kedua, penunjukan Ramadhan tidak berdasarkan kebutuhan teknis timnas, akan tetapi lebih pada orientasi politik dalam pencairan APBN untuk timnas. "Ini merupakan langkah jangka pendek yang salah," katanya.

Ketiga, selain Ramadhan tidak pernah terdengar dan terwacanakan calon lain manajer Timnas. "Sehingga penunjukan tersebut tanpa melalui uji kompetensi dan kelayakkan dalam memimpin timnas ke depan," katanya.

Keempat, penunjukan Ramadhan secara keseluruhan memperlihatkan kegagalan Bernhard Limbong sebagai penanggungjawab timnas. "Secara keseluruhan, penunjukkan politisi Demokrat oleh Penanggungjawab timnas merupakan ancaman untuk independensi PSSI dan timnas Indonesia.

Terakhir, SOS menuntut PSSI membatalkan keputusan tersebut. "Tolak politisi serabutan sebagai pengelola manajer timnas. Ganti dengan yang lebih ahli," katanya. (gk-44)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait