thumbnail Halo,

Arema ISL akan melawat ke stadion Wombik untuk melawan Persiram, Sabtu (21/04).

Dua penalti yang didapat saat melawan Persipura tampaknya menjadi pelajaran berharga untuk skuad Arema ISL. Terlepas keputusan wasit memberikan penalti benar atau tidak, kejadian tersebut tak ingin terulang saat melawan Persiram Raja Ampat.

Arema ISL akan melawat ke stadion Wombik untuk melawan Persiram, Sabtu (21/04). Tak ingin kembali gagal meraih poin, pelatih Arema ISL Joko Susilo memberikan latihan khusus bertahan terutama dalam menghalau bola pemain lawan agar tak sampai terkena penalti. Menurut Joko, pihaknya sudah melakukan evaluasi tentang terjadinya gol penalti Persipura.

“Sudah kita sampaikan ke pemain karena bagaimanapun dua gol Persipura kemarin tak berasal dari skema permainan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (19/04).

Terkait penalti yang didapat tim Mutiara Hitam-julukan Persipura-, Joko mengaku pemainnya hanya ingin mengamankan bola agar tak sampai masuk ke gawang yang dijaga Kurnia Meiga.

“Karena itulah kita coba mengantisipasi dengan mematikan gerak pemain lawan sebelum masuk kotak penalti. Kalau tentang hands ball, kita harus blok di depan kotak penalti agar lawan tak sampai dapat hadiah penalti lagi,” tandas pelatih yang akrab disapa dengan Gethuk ini.

Mantan pemain Arema ini menambahkan jika hal tersebut sebenarnya sudah disampaikan saat meeting sebelum laga melawan Persipura namun kondisi di lapangan akhirnya berbeda. “Tapi anak-anak sudah bermain bagus saat lawan Persipura kemarin,” tegas Gethuk. (onn/mia)


 

Terkait