thumbnail Halo,

Persitara protes kepimpinan wasit...

Skuad divisi utama PT LPIS Pro Duta FC memastikan diri melaju ke babak ketiga Piala Indonesia. Ini setelah, skuad Roberto Bianchi ini memenangkan laga leg 2 versus Persitara dengan skor 2-1 di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Deliserdang, Rabu (18/4).

Sebelumnya di leg 1, Faisal Azmi dkk menahan seri Persitara 0-0.  Pada babak ketiga mendatang, Pro Duta akan melawan klub IPL, Semen Padang. Dua gol Pro Duta dicetak Rahmat Hidayat menit 23 dan gol kemenangan Antonio Soldevilla pada menit 90 injury time. Sedangkan, Persitara dilesatkan oleh Luis Pena  menit 66.

Kemenangan Pro Duta ini sempat protes kubu lawan. Pasalnya, wasit di patai ini Jhon Teddy dinilai terlalu jelas  menguntungkan tuan rumah. Jhon Teddy bahkan sempat harus dikawal pihak keamanan, karena pihak Persitara sempat mengejar wasit, termasuk pemain dan sang manajer Rizaldi.

"Pada dasarnya, kami puas dengan permainan tim kami. Tapi, keputusan wasit terlalu menguntungkan tuan rumah. Saya tidak bilang Pro  duta ada main dengan wasit. Something wrong.  Wasit selalu berusaha mencari-cari kesalahan tim kami. Kami akan melayangkan protes," tegasnya usai pertandingan.

Senada, Asisten Pelatih Persitara, Dodi Sahetapy juga memengakui timnya sudah bermain sesuai intruksi namun dirusak permainan lawan. Dia menilai, gol penentu kemenangan Pro Duta yang dicetak Antonio Soldevilla sejatinya sudah melewati batas waktu tambahan waktu tiga menit.

"Wasit memang ingin memenangkan Pro Duta. Pertandingan selesai lebih dari waktu injury time. Tidak perlu ada tendangan penjuru yang terjadi. Kami sudah unggul agregat dengan mencetak gol di sini," ujarnya.

Pada masa tambahan waktu tiga menit, tuan rumah mendapat tendangan bebas di mulut kotak penalti. Toni melepaskan tendangan keras yang masih mampu dihalau Arif. Bola muntah disambut tandukan Faisal Azmi. Masih mampu digagalkan Arif hingga berujung sepak pojok. Di sinilah, tandukan kepala Toni mengarah tepat  ke sudut kanan gawang Arif, kiper Persitara.

Sementara Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mengatakan timnya terlena setelah unggul satu gol. "Itu kesalahan besar tim kami. Sudah menang main bagus babak pertama. Tapi mereka hilang konsentrasi. Babak kedua kami ditekan lawan dan bingung. Sirkulasi bola lebih cepat di babak pertama.  Sepuluh menit terakhir, kami mengambil risiko dengan hanya tiga pemain belakang. Akhirnya, kami bisa mencetak bola dari bola mati lewat Toni setelah gol Laakkad yang seharusnya bersih tidak disahkan," ungkapnya.

Pada pertandingan ini, striker Pro Duta, Abelhadi Laakkad sempat mencetak gol pada  menit 78 dengan tendangan akrobat. Namun hakim garis menganulir gol tersebut dan menilai Laakad sudah berada dalam posisi offside. (gk-38)

Terkait