thumbnail Halo,

Menurut Iwan, gol Osas Saha pada menit ke-73 berbau off-side.

Hasil imbang 3-3 yang diraih PSMS saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Jumat (30/3) disambut luar biasa oleh tim pelatih.

"Hasil imbang ini sangat maksimal. Karena, karena kami bagai masuk rumah orang tanpa tahu situasi. Tapi, pemain bermain dengan sangat termotivasi," ujar asisten pelatih PSMS Roekinoy usai pertandingan.

Skuad PSMS sejatinya menyandang predikat tuan rumah. Namun, label itu terpaksa terampas, saat venue pertandingan dipindah dari Stadion Teladan menuju Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam. Perpindahan ini diputuskan Kamis (29/3) malam, sehingga baik PSMS dan Persija belum menguji lapangan tersebut.  

"Target kami masuk sepuluh besar memang belum tercapai. Tapi kami puas melihat anak-anak bisa melaksanakan tiap pertandingan dengan baik," lanjutnya. PSMS kini masih mengemas 21 poin dari 17 partai.

Dalam pertandingan ini, PSMS harus kehilangan Markus Haris Maulana pada babak kedua, yakni menit ke-53, saat dia harus bertabrakan dengan Bambang Pamungkas. PSMS harus bermain dengan kiper kedua, Edi Kurnia. "Markus cedera, kepalanya terkena lutut Bambang. Dia pusing dan setelah dari sini akan kami bawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Soal ketiga gol Persija yang merupakan hat-trick Bambang Pamungkas,  Roekinoy menjelaskan, hal itu memang tidak terlepas dari kurang penjagaan terhadap kapten Persija tersebut. "Gol-gol Persija terjadi, karena kami sempat kurang press dan cover, sehingga bola mengalir dari kiri ke kanan dari lawan bisa begitu bebas. Bola-bola silang Persija sangat efektif. Persija bermain bagus, sangat terarah saat menciptakan peluang," ungkapnya.

Saat ketinggalan 3-1, kata Roekinoy, keputusan manajemen menggantikan Inkyun Oh dan memasukkan Nico Malau pada menit ke-73, murni untuk mengejar ketinggalan. "Memang gol-gol Persija ada kesalahan di belakang, khususnya wing-back, Rahmad tidak bermain seperti lawan PSPS. Sementara Inkyun juga tidak maksinmal di tengah. Tapi kami butuh gol, dan akhirnya kami memutuskan memasukkan striker. Dan dengan tiga striker, kami berhasil mengejar ketinggalan," tuturnya.

"Semua yang sudah dilakukan anak-anak sore ini sangat berarti," ungkapnya. Ya, Roekinoy sadar, gaji tiga bulan belum dibayar manajemen ke pemain, tidak menjadi gangguan pemain dan tetap profesional dengan bermain total di lapangan.

Sementara itu, pelatih Persija Iwan Setiawan tampak kecewa dengan hasil dan kepemimpinan wasit Najamudin Aspiran. "Ya kecewa, sudah menang 3-1, tapi harus seri 3-3. Saya juga kecewa dengan wasit terutama soal gol kedua PSMS. Kalau saya bilang wasit bagus, saya enggak jujur," ujarnya.

Gol Osas Saha pada menit ke-73, menurutnya, berbau off-side. Persija, lanjut Iwan, sejatinya sudah bermain bagus. Dia juga menyebutkan keputusan menggantikan pemainnya Reza Agamal pada menit ke-22 dan memasukkan Leo Saputra cukup efektif. "Kami ingin lebih offensif agar bisa menyerang lebih banyak. Ini cukup berhasil terbukti gol-gol Persija tercipta," pungkasnya. (gk-38)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Terkait