thumbnail Halo,

Sakti tak mau membela PSMS jika pengurusnya tak pernah serius untuk naik ke ISL.

Nama Saktiawan Sinaga, acap kali disebut-sebut bakal menjadi target man untuk tim-tim di Medan, baik itu PSMS Medan dan klub Liga Primer Indonesia (LPI), Bintang Medan. Apalgi, misi kedua tim adalah ingin menarik kembali pemain-pemain kelahiran Medan. Dan pemain kelahiran 19 Februari 1982 ini menjadi satu nama yang paling diincar.

Lalu bagaimana komentar mantan pemain PSMS yang masih terikat kontrak dengan Semen Padang ini?  “Aku tak akan balik bermain untuk PSMS, kalau pengurusnya tak pernah serius untuk mau naik ke ISL. Dan aku juga tak mau main untuk Bintang Medan, karena aku cinta sama PSMS,” tegas mantan pemain PSPS, PSDS ini kepada GOAL.com Indonesia, Senin (27/6).

Salah satu penilaian Sakti soal pengurus yang tak serius adalah renovasi stadion Teladan. Dia melihat pengurus tidak mau memperjuangkan stadion ini. “Dari segi lapangan, masak Wamena saja lolos verifikasi (Superliga Indonesia = ISL) dan Medan kota besar, tapi tak lolos. Padahal ya stadion kita oke. Kita lihat saja Balikpapan, lapangan tarkam saja bisa main di ISL. Nah, kita (Medan) sekarang, mau tidak naikkan PSMS ke ISL dan pengurus mau untuk mengurus lebih serius,” tukas mantan pemain Persik Kediri ini.

Sakti berharap ada langkah baik untuk PSMS ke depan.  “Harapan aku buat PSMS,  lebih baiklah dari sebelumnya, dan malu kita masak nama besar PSMS main divisi utama. Pengurus untuk musim depan lebih baik dari sekaranglah, bila perlu diganti saja,” beber pemain yang pernah memperkua Timnas U-23 ini.

Dia mengakui, musim  lalu sempat memperkuat PSMS Medan. Ada sebuah komunikasi antara dirinya dan mantan manajer PSMS, Idris. Namun dia mengakui, kegagalannya membela PSMS bukan karena soal harga yang dipatok PSMS tak sesuai nilai yang diinginkannya. Diskusi keduanya juga, kata Sakti hanya via telepon dan tak berlanjut.  “Benar dia (Idris) telepon,  tapi kami tak sempat bicara soal harga. Kepada mantan pemain PSMS lainnya mungkin dia bicara soal harga. Pembicaraan kami hanya sampai situ, dan saya mikirnya masak sih daerah lain bisa lebih menghargai kami daripada daerah sendiri,” ungkap pemain yang membela tim senior Indonesia di Piala AFF Tahun 2007.

Sakti bilang, saat ini, dia memang tak mau berbicara soal klub, meski kontraknya di Semen Padang habis bulan depan.  “Aku belum ada kontak dengan klub-klub lain, belum terpikir dan belum ada rencana,” tegasnya. (gk-38)


>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Superliga Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen ISL

Terkait