thumbnail Halo,

Belum dapat kejelasan membuat tim kebanggaan warga Tenggarong ini kembali pilih divisi utama.

Satu persatu klub di tanah air yang sebelumnya ingin membelot dari kompetisi yang digelar PSSI dengan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI), mulai banting setir dan kembali ke jalur semula. Salah satunya adalah tim divisi utama Liga Indonesia asal Kalimantan Timur, Mitra Kukar.

Penyebabnya, karena hingga saat ini, kompetisi yang digagas pengusaha kondang Arifin Panigoro dan sudah dideklarasikan beberapa waktu lalu itu belum memberikan kejelasan, terkait kapan akan menggulirkan kompetisi, serta realisasi janji pengucuran dana yang sempat dijanjikan dan membuat sejumlah klub tergiur.

Menurut ketua harian Mitra Kukar Endri Erawan ST, ditemui usai mengikuti managers meeting divisi utama 2010 di Jakarta, kemarin, pihaknya semula sangat tertarik ingin mengikuti LPI. Hal itu karena konsep kompetisi yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Sebab, selain adanya kucuran dana yang jumlahnya bervariasi tergantung dari hasil verifikasi yang dilakukan badan pengelola LPI kepada klub bersangkutan, setiap klub juga akan diberikan kepemilikan saham 100 persen dalam pengelolaan kompetisi.

Hanya saja lanjut pengusaha muda yang dikenal cukup dekat dengan wartawan, sejauh ini pihaknya belum mendapat kejelasan dari penggagas kompetisi tandingan PSSI itu. Dilain pihak, persiapan timnya masih terus berjalan dan saat ini sudah memasuki tahap akhir di Jakarta sebelum kembali ke Tenggarong.

"Kami tidak ingin ambil risiko dengan menunggu hal yang tidak pasti. Bagaimana pun, Mitra Kukar tidak boleh absen dari kompetisi. Tak soal apakah itu ikut divisi utama atau LPI, yang peting harus ada kejelasan agar Mitra Kukar tetap eksis di pentas sepakbola nasional," papar Endri.

Ditambahkan, rencana semula untuk ikut LPI sebetulnya diambil bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah karena Mitra Kukar menginginkan ikut kompetisi yang terbaik. Secara kebetulan, konsep yang ditawarkan penggagas LPI cukup menarik, sehingga pihaknya sempat berubah pikiran untuk berpaling dari kompetisi yang digelar PSSI.

Tapi dengan tidak adanya kejelasan yang diperoleh dari LPI imbuh sarjana teknik lulusan universitas terkemuka di Bandung, tidak mungkin pihaknya tetap memaksakan diri untuk ambil bagian pada kompetisi yang digadang-gadang oleh para penggagasnya paling profesional, dan semula dijadwalkan mulai bergulir awal Oktober ini.

Ditanya kemungkinan berubah pikiran sekiranya pihak LPI dalam waktu dekat memberikan konfirmasi, Endri mengaku akan pikir-pikir, agar tidak salah dalam mengambil keputusan yang nantinya bakal mengecewakan publik sepakbola di Kota Tenggarong yang dikenal cukup fanatik dan sangat mencintai klub kebanggaannya.

"Sangat riskan memang, karena kami menginginkan kompetisi yang lebih baik dan profesional. Tapi kami tidak ingin mengecewakan pendukung. Semoga saja langkah yang akan kami ambil memang tepat. Terlebih dengan target kami musim ini untuk bisa tampil di level kompetisi lebih tinggi," tandasnya.

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Superliga Indonesia.
Berita Terkini Sepakbola Indonesia

Terkait