thumbnail Halo,

Masih bermasalah membuat ambisi Persikabo Bogor tampil di babak delapan besar sedikit terhambat.

Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia Joko Driyono menyatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan PSSI dan komite legal otoritas sepakbola nasional, untuk membahas kasus Persikabo Bogor pada Senin (26/4) besok.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut akan dibahas tentang kelanjutan nasib Persikabo untuk bisa tampil di babak delapan besar divisi utama Liga Indonesia 2009/10, yang akan digelar dalam waktu dekat.

Dikatakan Joko, sedianya pertemuan dengan PSSI, dan komite legal PSSI untuk membahas masalah Persikabo dijadwalkan pada Kamis pekan lalu. Hanya saja baru bisa digelar pada Senin ini, karena berbagai alasan.
 
“Kami akan membahasnya besok. Itu sudah pasti. Hasilnya seperti apa belum bisa diketahui. Sebab pada pertemuan awal ini,  pengambilan keputusan belum diagendakan,” kata Joko dihubungi wartawan, Minggu (25/4).

“Pertemuan nanti sifatnya masih berupa pendalaman untuk menggali bahan-bahan yang ada. Hanya saja, pertemuan ini bisa menjadi pertimbangan untuk memberikan rekomendasi."

Seperti diketahui, kasus Persikabo berawal dari kebijakan manajemen tim tersebut memecat sepihak pemain asingnya Ndjee Bakena Noah pada musim lalu. Padahal yang bersangkutan belum menerima gaji.

Merasa dirugikan, pemain asal Afrika ini mengadukan hal tersebut ke FIFA. Oleh federasi sepakbola dunia, Persikabo diperintahkan untuk melunasi pembayaran gaji Noah sebesar Rp330 juta plus denda US$60 ribu.

Tidak hanya itu, Persikabo juga dijatuhi hukuman pengurangan nilai tiga poin pada musim ini, karena dianggap melakukan kesalahan. Hanya saja, PSSI membatalkan hukuman tersebut, karena menganggap Persikabo sudah menyelesaikan kewajiban.

Dengan dibatalkannya pengurangan nilai tersebut, secara otomatis Persikabo bisa mengikuti babak delapan besar divisi utama musim ini. Namun demikian, masalah Persikabo tidak berakhir di situ.

Sebab PSMP Mojokerto yang sudah siap menggantikan meradang, karena mereka terancam gagal masuk ke babak delapan besar, sekiranya poin Persikabo tidak dikurangi. Terlebih karena FIFA sudah menyatakan pelunasan gaji dan denda itu tidak otomatis membatalkan pengurangan nilai bagi Persikabo.

Tidak hanya itu, FIFA juga mengancam akan memberi sanksi kepada PSSI, sekiranya tidak mematuhi apa yang telah diputuskan. Salah satunya dengan melarang timnas Indonesia mengikuti segala kompetisi resmi dalam kalender FIFA.

>> Halaman Khusus Sepakbola Nasional.



Terkait