thumbnail Halo,

Barcelona menyimpan minimal satu pilar di setiap lini tim utama Spanyol kecuali sektor penjaga gawang...

Akan terasa sah-sah saja jika ada anggapan separuh nyawa tim nasional Spanyol berada di tangan salah satu klub papan atas Eropa, Barcelona. Bagaimana tidak, nyaris semua lini La Roja (kecuali kiper) diperkuat pemain dari kubu Camp Nou.

Tujuh bintang El Barca mendapat panggilan tugas dari Vicente del Bosque untuk mempertahankan status yang terbaik di Eropa, mereka adalah: Victor Valdes, Gerard Pique, Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Cesc Fabregas, Andres Iniesta & Pedro Rodriguez.

Mmemang Bukan pemain jebolan Barcelona saja yang memiliki peran besar mengantarkan La Roja merajai Benua Biru tetapi setidaknya ada tiga pemain Blaugrana dari sektor belakang hingga depan menjadi aktor penting kesuksesan tim. Berikut ulasannya.

GERARD PIQUE | SPANYOL

Satu-satunya perwakilan Biru-Merah di lini belakang Spanyol dan penampilannya jauh dari kata memalukan. Banyak pengamat menilai Gerard Pique kurang kuat dalam melakukan duel-duel di udara dan lemah dalam menekel lawan, tetapi catatan yang diperlihatkannya di Polandia & Ukraina berbanding terbalik.

STATISTIK GERARD PIQUE DI EURO 2012
JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
TEKEL:
SAPUAN:
6
540
19
30
 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
3.00 Kehilangan Carles Puyol seperti tidak dirasakan oleh tim nasional Spanyol. Pique sukses membungkam semua kritikan yang sempat mendekat. Duetnya penuh harmoni dengan Sergio Ramos sepanjang turnamen menjadi nilai tambah.
Salah satu alasan kokohnya lini pertahanan Spanyol terletak di aksi Pique. Tidak ada pertandingan Euro 2012 yang dilewatkannya dan tidak sekalipun perannya di sepanjang turnamen bisa digantikan pemain lain.

Dari tiga turnamen terakhir (Euro 2007 & 2012 plus Piala Dunia 2010), Spanyol hanya kebobolan enam gol dari 17 pertandingan. La Roja biasanya menggunakan kombinasi tiga bek tengah berbeda; Carles Puyol dan Carlos Marchena, Puyol dan Pique dan terakhir Pique dan Sergio Ramos.

Duet yang terakhir disebut sempat menimbulkan kekhawatiran mengingat keduanya merupakan musuh bebuyutan di level klub. Namun dari pertandingan ke pertandingan lini belakang Spanyol justru semakin kokoh.

Salah satu tantangan terberat Pique di Euro 2012 hadir di babak semi-final melawan Portugal yang diperkuat salah satu pemain terbaik di dunia Cristiano Ronaldo dan Nani yang memiliki tipe permainan cepat. Tidak tanggung, Pique harus bekerja penuh 120 menit untuk mengamankan daerah kekuasaannya. Tugas itu diembannya dengan baik hingga Spanyol melaju ke partai puncak.

Seperti lawan-lawan Spanyol yang lain, Italia yang menjadi lawan di final mengandalkan serangan balik. Menjadi salah satu tugas Pique untuk mengawasi aliran bola dari lini tengah yang berpusat kepada Andrea Pirlo pada duo striker Azzurri Antonio Cassano dan Mario Balotelli. Beberapa kali Italia bisa mencetak peluang emas, tetapi pada umumnya gawang Spanyol terbilang aman apalagi pasca cederanya Thiago Motta yang memaksa Nazionale bermain dengan sepuluh pemain.

ANDRES INIESTA | SPANYOL

Gelar pemain terbaik Euro 2012 menjadi berdebatan sengit, namun pada akhirnya gelar ini jatuh ke tangan gelandang kreatif Blaugrana Andres Iniesta.

Rasanya tidak seorangpun bakal meragukan kemampuannya mengolah si kulit bundar. Keistimewaannya itu ditambah nilai lain karena dia gemar melakukan pergerakan tanpa bola plus berkomunikasi dengan rekan setimnya untuk sekedar mengingatkan atau meminta bola.
STATISTIK ANDRES INIESTA DI EURO 2012
JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
GOL:
ASSIST:
6
521
0
1
 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
3.58 Otak permainan Spanyol berada di tangan Iniesta. Sukses memandu lini tengah La Roja untuk mendominasi di setiap pertandingan menjadi kunci dari keberhasilannya menyegel status Pemain Terbaik Euro 2012.

Jika Gianluigi Buffon dengan kharisma dan jiwa kepemimpinannya yang kuat mampu menjaga keutuhan skuat Azzurri hingga putaran final, demikian pula Iniesta bersama Spanyol. Tidak berstatus kapten memang, tetapi dengan beragam keunggulan yang di sebutkan tadi, otak permainan sepakbola La Roja ada di tangannya.

Satu-satunya hal yang kurang dari Iniesta di Polandia & Ukraina adalah gol dan sejatinya dia hanya mencatatkan satu assist di sepanjang turnamen. Lalu apa yang menjadi keunggulannya? Kita dalami data statistik sang bintang. Ternyata  mampu mengumpulkan total 20 kali tembakan plus 5 umpan kunci (key pass) yang kemudian berbuah gol.

Catatan di atas ditambah lagi dengan 397 umpan akurat dari 445 percobaan. Terbayang sudah bagaimana peran vitalnya dalam skema racikan Vicente del Bosque. Dengan sederet data statistik yang mentereng, maka tidak heran jika Iniesta menjadi salah satu pemain yang kerap dijegal lawan.

Piawai dalam melakukan serangan, bukan berarti Iniesta melupakan kewajibannya yang lain yaitu membantu pertahanan. Statistik juga memperlihatkan Iniesta bukan pemain yang malas ketika tim diserang. Total tujuh tekel menjadi bukti plus lima pelanggaran menjadi buktinya.

Kurang bersinarnya Xavi Hernandez (kecuali di partai final) pada turnamen kali ini, mampu ditutupi dengan baik oleh kegemilangan Iniesta. Tak heran Spanyol mampu mencetak sejarah dan Iniesta menjadi pemain terbaik.

CESC FABREGAS | SPANYOL

Jelang turnamen, Spanyol dihajar masalah di lini depan. Striker yang biasa menghuni posisi ujung tombak David Villa, tidak bisa dibawa ke Polandia & Ukraina. Sebetulnya masih banyak stok pemain lain yang bisa diandalkan, tetapi Vicente del Bosque melakukan pendekatan yang unik yaitu mempoisiskan Cesc Fabregas sebagai 'striker palsu'.
STATISTIK CESC FABREGAS DI EURO 2012
JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT BERMAIN:
GOL:
ASSIST:
6
275
2
1
 RATA-RATA RAPOR PEMAIN
3.25 Tanpa striker? Siapa takut. Inilah striker 'palsu' tim nasional Spanyol. Mengemas dua gol di babak penyisihan grup, tendangan penalti penentu di babak semi-final dan satu assist di partai puncak menjadi bumbu manis Cesc Fabregas di Euro 2012.

Empat pemain bertahan disuntik enam gelandang dengan naluri menyerang baik. Ide ini dikeluarkan del Bosque dan Cesc dengan lugas mengeksekusinya.

Adaptasi Cesc dengan perannya yang baru ini terbilang cepat. Di laga pertama melawan Italia, sang bintang yang sempat berpetualang di Inggris bersama Arsenal itu menjadi penyelamat tim saat Spanyol bermain imbang 1-1 dengan Italia di partai pembuka.

Ketajaman Cesc  tidak berhenti di sana karena dia menyumbang gol saat La Roja berpesta gol ke gawang Republik Irlandia pada laga kedua babak penyisihan grup. Pada pertandingan itu, Fernando Torres jadi bintang dengan dua golnya hingga memaksa Cesc memulai pertandingan melawan Kroasia sebagai pemain pengganti.

Kisah manis Cesc sempat terganggu dengan penampilan di bawah form saat meladeni tantangan Prancis di babak perempat-final hingga posisinya digantikan Alvaro Negredo di babak empat besar melawan Portugal. Di waktu normal Cesc memang gagal menambah pundi gol, tetapi berkat ketenangannya di titik putih, dia menjadi penentu kemenangan tim di babak adu penalti.

Jasa Fabregas di partai puncak melawan Italia tidak bisa diremehkan. Gol pembuka yang diicetak David Silva berawal dari assistnya dari sisi kanan kotak penalti.


Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.
Twitter Ikuti Gunawan Widyantara di twitter.


Terkait