thumbnail Halo,

Rekor bagus yang dimiliki Del Bosque akan berhadapan dengan tren menanjak yang dialami Prandelli.

Euro 2012 bukan hanya menampilkan permainan yang memukau dan para pemain yang tampil luar biasa. Faktor pelatih sangat penting dalam kesuksesan sebuah tim. Keberhasilan Italia dan Spanyol melaju sampai ke partai final tentu tak lepas dari peran masing-masing pelatih.

Pencapaian Spanyol mungkin tidak terlalu mengejutkan karena sejak awal turnamen yang berlangsung di Polandia dan Ukraina ini, mereka ternasuk tim unggulan dan diperkirakan mampu mempertahankan gelar yang mereka rebut di Euro 2008.

Namun taktik yang diracik Del Bosque kemungkinan besar tidak banyak diduga. Sejak gim perdana di babak penyisihan grup, ia jarang mengandalkan seorang striker di lini depan dan justru lebih sering menempatkan pemain tengah seperti Cesc Fabregas sebagai penyerang utama.

Protes dan keluhan pun mulai mengalir, seperti kurang dimaksimalkannya Fernando Torres, atau Fernando Llorente yang belum kunjung dipasang sebagai pemain utama sampai keputusan menurunkan Alvaro Negredo menjadi starter saat menghadapi Portugal.

Tapi faktanya, Spanyol berhasil lolos ke final tanpa pernah terkalahkan, sehingga tidak ada alasan untuk kembali mempertanyakan taktik yang diterapkan mantan pelatih Real Madrid tersebut. Di sisi lain, Del Bosque harus kembali membuktikan kalau ia benar dengan membawa Spanyol mengalahkan Italia di partai final.

Sementara itu, lolosnya Italia ke partai final mungkin tidak banyak diduga. Walaupun punya banyak pemain berkualitas, tapi masalah non-teknis kerap menganggu persiapan tim Azzurri. Masalah skandal suap, cedera pemain utama dan terlalu bergantung pada Andrea Pirlo membuat banyak pengamat tidak terlalu menjagokan juara Piala Dunia 2006 ini.

Belum lagi keberadaan pemain bengal seperti Mario Balotelli yang sempat diragukan bisa bersinar dan kondisi Antonio Cassano yang baru saja pulih dari cedera panjang. Namun Prandelli sejauh ini mampu membuktikan bahwa salah besar meremehkan kekuatan timnya.

Setelah sempat menahan imbang Spanyol di laga perdana, Italia ditahan seri oleh Kroasia sebelum kemudian mengalahkan Republik Irlandia di pertandingan terakhir penyisihan grup. Berikutnya, mereka mengkandaskan dua rival lama yaitu Inggris dan Jerman untuk memastikan tempat di laga final.

Tak bisa dipungkiri tangan dingin dan taktik brilian Prandelli sangat berpengaruh dalam keberhasilan Italia di turnamen empat tahunan ini. Mantan pelatih Fiorentina ini mampu memaksimalkan kemampuan para pemainnya seperti Bonucci, Diamanti, Montolivo dan Balotelli yang sangat bersinar.

Italia dan Spanyol akan kembali bertemu di Kiev, Minggu (1/7) waktu setempat. Tentu menarik untuk melihat peran pelatih dari kedua tim, termasuk rekor-rekor yang sudah mereka torehkan.

HEAD-TO-HEAD PELATIH

PRANDELLI vs. DEL BOSQUE
 
 
23 Desember 1950 TANGGAL LAHIR
19 Agustus 1957
Real Madrid, Besiktas KLUB YANG PERNAH DILATIH Atalanta, Lecce, Verona, Venezia, Parma, Roma, Fiorentina
Dua gelar La Liga Spanyol & Liga Champions PRESTASI DI KLUB
Satu gelar Serie B
Menang 1-0 atas Bosnia (2008) DEBUT PELATIH TIMNAS
Kalah 1-0 dari Pantai Gading (2010)
Juara Piala Dunia 2010 GELAR BERSAMA TIMNAS -
50 laga; 40 menang, 4 draw, 6 kalah REKOR DI TIMNAS
26 laga; 13 menang, 7 draw, 6 kalah
83 persen PERSENTASE KEMENANGAN
58 persen

Del Bosque memang lebih berpengalaman dan sudah meraih sukses besar dengan membawa Spanyol menuncaki Piala Dunia 2010. Ia juga termasuk berhasil mengangkat prestasi Real Madrid.

Sedangkan Prandelli ditunjuk sebagai pelatih setelah Italia gagal total di Piala Dunia 2010. Ia memang tidak banyak meraih prestasi saat melatih beberapa klub Italia, tapi kehebatannya dalam meramu tim dan memaksimalkan potensi pemain sudah banyak diakui.

Kalau menilik dari pertemuan mereka sebelumnya di babak penyisihan grup, Prandelli bisa dibilang mampu 'menjinakkan' permainan tiki-taka khas Spanyol dan membendungnya dengan gaya catenaccio yang sudah diperbaruinya.

Prandelli membuktikan kalau timnya juga mampu bermain cepat saat babak pertama melawan Jerman dan taktik jitunya. Kemenangan itu juga semakin memperlihatkan kalau tren permainan Italia memang sedang menanjak dan bisa mencapai klimaksnya pada partai final nanti.

Sementara Del Bosque yang lebih senior punya banyak pilihan di berbagai posisi dan secara materi pemain timnya memang sedikit lebih diunggulkan. Namun sekali lagi, tim yang lebih diunggulkan belum tentu akan meraih kemenangan. Ini saatnya bagi Prandelli untuk membuat sejarah dengan merebut gelar pertama bersama Italia dan mengulangi prestasi juara di Euro 1968.

Namun Del Bosque juga tertantang membuat sejarah baru dengan mempertahankan gelar Piala Eropa sekaligus membawa Spanyol meraih tiga gelar internasional secara berurutan, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai tim manapun. Taktik siapa yang lebih brilian, Prandelli atau Del Bosque? Menarik untuk ditunggu!

 

Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.

Terkait