thumbnail Halo,

Gelandang Manchester City ini mengaku fans Les Bleus masih belum bisa melupakan kegagalan tim di Piala Dunia 2010.

Rekor tak terkalahkan di 23 laga beruntun yang dikemas Prancis masih belum bisa sepenuhnya memperbaiki hubungan timnas dengan fans, demikian klaim Samir Nasri.

Di bawah asuhan Laurent Blanc, yang mengambil alih kursi Raymod Domenech setelah terpuruk di Piala Dunia 2010, Prancis mencoba kembali membangun kekuatan tim yang diisi pemain masa depan sekelas Nasri, Karim Benzema dan Jeremy Menez.

Les Bleus kini hanya butuh satu poin di pertandingan penutup Grup D melawan Swedia untuk memastikan tiket perempat-final Euro 2012 dan Nasri menegaskan performa yang ditunjukkan Les Bleus belakangan ini merupakan bukti tekad tim umtuk memperbaiki kegagalan dua tahun lalu.

"Di Prancis citra timnas sangat buruk jadi kami bekerja keras selama dua tahun untuk mengubah itu dan sekarang kami tak terkalahkan di 23 laga. Kami mencoba menunjukkan kepada semua orang, sesuatu yang berbeda dan kami bukan pemain dengan ego dan kepala besar," aku Nasri.

"Kami mengerti fans, tapi kami ingin mengembalikan kesenangan mereka dan melakukan sesuatu yang spesial. Kami berada di usia 24 dan 24 dan sekarang saatnya melakukan sesuatu."

"Untuk menjadi juara di turnamen ini akan sulit, kami mencoba membangun sesuatu untuk meyakinkan bahwa kami siap di Piala Dunia 2014 Brasil, tapi Anda tak pernah tahu apa yang bisa terjadi di turnamen seperti ini," imbuh mantan gelandang Arsenal.

"Kami melakukannya dengan baik di dua laga pertama dan akan mencoba melakukan sesuatu. Saya pikir fans belum memaafkan kami, tapi kami akan melakukan segalanya untuk mengubah itu," Nasri menyudahi.




Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.

Terkait