thumbnail Halo,

Ada yang berjanji belajar melakukan tendangan penalti, tidak lagi membuat tato baru, potong rambut kuncir kuda, hingga janji tidak menangis bila timnya tersingkir. Siapa mereka?

Kurang dari sepuluh hari, Piala Eropa 2012 akan bergulir. Semarak dan gegap gempita pun kian terasa.

Para pemain juga sepertinya berusaha terus menambah motivasi mereka. Caranya dengan membuat nadzar atau janji-janji khusus untuk diri mereka sendiri.

Kapten Spanyol Iker Casillas misalnya, yang berjanji akan memberikan sarung tangannya kepada fans yang beruntung apabila La Furia Roja bisa mempertahankan gelarnya.

Striker Jerman Lukas Podolski juga punya janjinya sendiri, yaitu menunjukkan kemampuannya bermain basket jika Der Mannschaft bisa juara.

Banyak pemain lain yang memasang janjinya masing-masing. Tapi apakah pemain yang kerap mendapat sorotan dan bermasalah dengan bersikap di dalam dan di luar lapangan memiliki janji mereka sendiri?

Max de Luca dari GOAL.com Internasional berusaha menghibur Anda dengan janji para pemain bermasalah. Apa itu?

Ribery: Saya berjanji tidak menampar rekan satu tim saya


Masih ingat kabar adanya aksi penamparan Franck Ribery terhadap Arjen Robben saat jeda pertandingan antara Bayern Munich dan Real Madrid. Well, kejadian itu tentunya tak boleh diulang saat Ribery membela Prancis.

Bukan sesekali Ribery melakukan tindakan konyol seperti ini. Sebelum bersama Bayern, saat masih membela Olympique Marseille, Ribery juga sempat melakukan 'tamparan' terhadap orang dekatnya di tim, tapi lewat aksi verbalnya.

Raymond Domenech yang menjadi 'bulan-bulanan' Ribery, yang kemudian berujung pada sanksi skorsing tiga laga oleh Federasi Sepakbola Prancis.

Rooney: Saya berjanji untuk menghindari kartu merah


Wayne Rooney sudah dipastikan absen di dua laga pertama Inggris di babak grup Piala Eropa 2012 karena menendang Miodrag Dzudovic. Tindakan konyolnya itu berbuah sanksi.

Dan aksi bodoh Rooney itu, yang merugikan Inggris, bukan kali pertama terjadi. Di Piala Dunia 2006, Rooney juga 'menganiaya' Ricardo Carvalho saat Inggris melawan Portugal.

Rooney sudah pasti harus menjaga temperamennya jika ingin bisa mengantar Inggris meraih sukses.

Robben: Saya berjanji belajar melakukan tendangan penalti


Gagal mengeksekusi penalti adalah kisah Arjen Robben dalam enam minggu terakhir. Momen kegagalan pertama terjadi saat melawan Borussia Dortmund untuk memerebutkan titel Bundesliga Jerman.

Yang paling diingat tentu saja adalah kegagalan mengeksekusi penalti saat Bayern Munich menghadapi Chelsea di final Liga Champions. Tendangannya di babak perpanjangan waktu dengan mudahnya diblok Petr Cech, kiper Chelsea.

Imbasnya sangat terasa, Robben kini tak ubahnya jadi public enemy fans Bayern. Jika tak ingin dimusuhi oleh fans Belanda, Robben harus melatih kualitas tendangan penaltinya.

Ibrahimovic: Saya berjanji memotong kuncir kuda saya


Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai pemain bayaran berkualitas dunia. Tim yang dibelanya di level klub selalu berhasil meraih gelar juara, kecuali di musim ini.

Sekarang giliran Swedia yang berharap bisa mendapat magis dari kuncir kuda Ibrahimovic. Jika bisa meraih target minimal, Ibra boleh menggunting rambutnya yang terkesan lucu itu.

Cristiano Ronaldo: Saya berjanji tidak akan menangis


Cristiano Ronaldo saat ini merupakan pemain yang kerap diidentikkan dengan sosok yang macho, tangguh, atletis dan pemain sempurna. Badannya tegap, ganteng dan menjadi idaman banyak wanita di segala penjuru dunia.

Tapi bila melihat di tahun 2004, saat Portugal gagal di Piala Eropa karena disingkirkan Yunani, kesan itu sama sekali tak terlihat.

Ronaldo terlihat menangis, mewek, seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Jika Portugal kembali gagal tahun ini, Ronaldo harus menjaga wibawanya.

Balotelli: Saya berjanji akan menjauhkan diri dari kembang api


Insiden kembang api adalah insiden paling fenomenal yang dibuat Mario Balotelli di musim ini. Ia membakar kamar mandinya sendiri dengan menyalakan kembang api di dalam ruangan.

Cesare Prandelli mungkin menyadari bakal akan ada 'kembang api' lain yang akan 'dinyalakan' Balotelli selama perhelatan Piala Eropa 2012. Pelatih Italia itu hanya berharap 'kembang api' tersebut tak berimbas pada pemain lain.

Tapi, Balotelli sendiri sudah diperingatkan untuk tidak macam-macam. Penuhi janjimu, Balotelli!

Ramos: Saya berjanji memegang erat-erat trofi juara


Sergio Ramos membuat perkara saat perayaan juara Copa Del Rey tahun 2011. Dalam selebrasinya di atas bus dengan atap terbuka, sengaja atau tidak, ia melepas pegangannya pada trofi Piala Raja, yang kemudian terjatuh di jalanan dan terlindas bus yang ditumpanginya.

Dan insiden itu membuat banyak pemain mengoloknya dan klubnya Real Madrid, bahwa selama masih ada Sergio Ramos di tim, tidak akan ada lagi trofi juara yang akan diberikan kepada Real Madrid. Takut 'dirusak' lagi.

Dengan trofi Piala Eropa dipertaruhkan, trofi bergengsi di Benua Biru Eropa, Sergio Ramos memang harus berjanji untuk tidak merusaknya bila Spanyol menjadi juara.

 Lahm: Saya berjanji untuk tidak menerbitkan buku lagi


Philipp Lahm menerbitkan sebuah buku di tahun 2011. Di dalamnya dimuat banyak kritik, mulai dari pelatih hingga strategi yang dimainkan tim nasional Jerman.

Sepertinya Lahm ingin melepas rasa frustrasinya karena selama 85 kali membela Jerman, belum satu pun trofi juara berhasil diraihnya.

Bila Jerman kembali gagal, mungkin kan terbit buku edisi kedua dari Lahm. Mungkin lho ya?

  Agger: Saya berjanji untuk membuat tato baru


Daniel Agger identik dengan tato. Setiap momen penting dalam hidupnya diabadikan di sejumlah bagian tubuhnya.

Saat ini sepertinya Agger sudah kehabisan tempat untuk memasang tato baru di tubuhnya. Dan patut ditunggu di mana ia akan memasang tato yang menggambarkan kesuksesan Denmark apabila timnya bisa membuat keajaiban di Piala Eropa 2012.




Ikuti perkembangan terkini Euro 2012 di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Piala Eropa, lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen Euro 2012.

Terkait