thumbnail Halo,

Inilah sepuluh bintang Piala Dunia U-20 yang akan meramaikan perbincangan sepakbola dunia di masa datang.


GOALOLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter
Piala Dunia U-20 di Turki telah berakhir pekan lalu dengan menghasilkan Prancis sebagai juara setelah mengalahkan Uruguay melalui adu penalti di laga puncak.

Seperti tradisi turnamen ini telah melahirkan banyak pemain bintang sepakbola dunia, seperti Diego Maradona, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Andres Iniesta, Michael Owen, hingga Ronaldinho. Besar pula kemungkinan calon-calon bintang masa depan muncul dari jajaran alumnus turnamen tahun ini. Pemain seperti Paul Pogba, peraih penghargaan pemain terbaik turnamen, bahkan berstatus sebagai pemain Juventus; begitu pula dengan Florian Thauvin yang terus digoda Olympique Marseille; sedangkan Yaya Sanogo baru saja direkrut Arsenal. Dari Spanyol ada nama-nama seperti Gerard Deulofeu dan Jese Rodriguez; ataupun gelandang didikan Liverpool, Conor Coady.

Namun, ada nama bintang-bintang lain yang berjuang menembus jajaran level atas kompetisi sepakbola dunia. Nama-nama yang saat ini belum Anda kenal, tetapi siapa tahu akan meramaikan perbincangan sepakbola di masa depan. Siapa saja mereka? Inilah sepuluh di antaranya:

Ali Adnan (Irak)


Seperti seragam yang dibelanya, Ali Adnan menjadi salah satu sensasi turnamen. Penampilannya tak kenal lelah dari sayap kiri, baik saat bertahan maupun menyerang. Boleh dibilang ancaman utama Irak melalui sektor yang dihuninya. Berkat penampilan bagus itu, Ali diincar Galatasaray dan Sevilla. Belakangan tawaran klub yang disebut pertama lebih nyata, tetapi keputusan baru akan dibuatnya setelah pulang ke Baghdad dan berdiskusi dengan keluarga. Galatasaray diakuinya menjadi pilihan menarik karena faktor pelatih Fatih Terim serta pemain bintang seperti Didier Drogba dan Wesley Sneijder. "Suasana Turki mirip seperti di Baghdad, saya senang berada di sini. Tapi untuk saat ini belum ada yang pasti," tukas pencetak gol ke gawang Inggris dan Uruguay itu.
Tempat, tanggal lahir: Baghdad, 19 Desember 1993

Klub: Baghdad FC

Klub peminat: Galatasaray, Sevilla


Ante Rebic (Kroasia)


Kehadiran Ante Rebic di tim Kroasia U-20 disambut rasa syukur pelatih Marko Nletilic karena muncul calon striker mumpuni hasil tempaan liga domestik. Duet Rebic dengan pemain Atalanta dan Internazionale, Marko Livaja, menjadi salah satu warna Piala Dunia U-20 meski langkah Kroasia dihentikan Uruguay di babak 16 besar. Namun, Rebic dianggap memiliki masa depan cerah apalagi karena memiliki gaya permainan paduan Ivica Olic dan Alen Boksic. "Rebic pemain hebat, bagi saya gaya mainnya lebih mirip Olic. Tapi dia tidak perlu buru-buru minta transfer karena bertahan di Split lebih menguntungkan. Musim lalu, dia mengemas sepuluh gol. Kenapa tidak meningkatkannya jadi 15?", tukas Nletilic. Tempat, tanggal lahir: Split, 21 September 1993

Klub: RNK Split

Klub peminat: AS Roma


Bruma (Portugal)


Saat berusia 18 tahun, pemain bernama asli Armindo Tue Na Bangna ini telah mengukir debut resmi di tim senior Sporting Lisbon pada Februari 2013. Melihat kredibilitas akademi Sporting dalam mencetak pemain sayap seperti Cristiano Ronaldo dan Luis Nani, Galatasaray dan Chelsea tergiur meminang Bruma. Apalagi dia sukses mengemas lima gol sepanjang Piala Dunia U-20. Bruma siap menempuh jalur hukum untuk memutus kontrak. "Saya sungguh menyesal kejadian ini dapat terjadi. Saya sudah berupaya mencapai kesepakatan baru dengan Sporting, tapi mereka tidak berjuang memperbaharui kontrak saya," ujarnya kepada A Bola. Harus dinantikan apakah Bruma pindah dengan status bebas transfer musim panas ini. Tempat, tanggal lahir: Bissau, 24 Oktober 1994

Klub: Sporting Lisbon

Klub peminat: Chelsea, Galatasaray


Clifford Aboagye (Ghana)


Kreativitas, keterampilan, dan visi Aboagye menjadi kekuatan utama lini tengah Ghana sepanjang turnamen. Berkat kemampuan itulah, Ghana membalikkan penampilan buruk di awal fase grup hingga mencapai peringkat ketiga. Aboagye pun dinobatkan sebagai peraih Bola Perunggu atau pemain terbaik ketiga turnamen setelah Paul Pogba dan Nicolas Lopez. Namun, ada kebingungan yang melingkupi masa depan karier pemain 18 tahun itu. Inter Allies tercatat sebagai klub asal, tetapi kepemilikannya dipegang Udinese. Terpenting bagi Aboagye adalah keinginan bermain untuk tim besar. "Saya harap pindah ke klub besar sehingga bisa membuktikan kemampuan," tukasnya. Tempat, tanggal lahir: 11 Februari 1995

Klub: Inter Allies/Udinese

Klub peminat: Granada


Ebenezer Assifuah-Inkoom (Ghana)


Barangkali tidak ada yang menyangka penyerang kelahiran Accra 20 tahun ini akan mampu merebut Sepatu Emas pada Piala Dunia U-20 dengan torehan enam gol. Apalagi Assifuah "hanya" bermain di klub lokal, Liberty Professionals, dan sempat kesulitan mencari performa sebaik di klub sebelumnya, Sekondi Eleven Wise. Sejak mengemas empat gol ke gawang Berekum Chelsea, Desember 2012, penampilan Assifuah terus memuncak hingga akhirnya mengikuti Piala Dunia U-20. Udinese pun berminat merekrutnya dan belakangan Arsenal ikut bersaing. "Assifuah tipe pemain yang selalu ingin mencetak gol bahkan ketika bermain di jalanan. Dia selalu lapar gol dan itu alasan utama saya merekrutnya," ujar Jojo Duncan, pemilik Proud United, klub pertama sang pemain. Tempat, tanggal lahir: Accra, 3 Juli 1993

Klub: Liberty Professionals

Klub peminat: Arsenal, Udinese


Farhan Shakor (Irak)


Selain Ali Adnan, Irak memiiki Farhan Shakor yang juga tampil cemerlang sepanjang turnamen. Pemain berdarah Kurdistan ini sukses mengemas tiga gol seiring perjalanan Irak hingga semi-final, salah satunya membuktikan kemampuan yang dimiliki Shakor, yaitu berani menyambar setiap peluang yang muncul. Momen itu terjadi di babak 16 besar ketika Shakor mencetak gol kemenangan atas Paraguay. Pada babak berikutnya, pemuda 17 tahun ini membobol gawang Korea Selatan dua kali sebelum menjadi eksekutor penentu kemenangan saat adu penalti. Saat ini Shakor masih bermain di liga domestik Irak, tetapi masa depan cerah telah menantinya. Tempat, tanggal lahir: Kirkuk, 15 Oktober 1995

Klub: Sulaymaniyah FC

Klub peminat: -


Giorgian De Arrascaeta (Uruguay)


Jangan hanya menilai penampilan De Arrascaeta dari kegagalan eksekusi penaltinya di final turnamen, tetapi lihat lah bakat potensialnya yang cemerlang. Gelandang serang asal klub Defensor Sporting ini memiliki visi tajam, giringan bola yang lengket, dan eksekusi bola mati yang mumpuni. Selain Nicolas Lopez, De Arrascaeta menjadi motor permainan Uruguay. Tidak salah apabila sejumlah klub top Eropa tertarik. Pelatih Spanyol Julen Lopetegui, usai disingkirkan Uruguay di perempat-final, mengakui kehebatan De Arrascaeta dan mengatakan Sevilla tengah membidiknya. Begitu pula dengan AS Roma yang ingin menjajaki kemungkinan menduetkan De Arrascaeta dan Lopez, yang sudah lebih dahulu berstatus pemain I Lupi, di masa depan. Tempat, tanggal lahir: Nuevo Berlin, 1 Juni 1994

Klub: Defensor Sporting

Klub peminat: AS Roma, Sevilla


Juan Quintero (Kolombia)


Sebelum direkrut FC Porto dengan bayaran €5 juta dan kontrak berdurasi empat tahun, Quintero merupakan salah satu pemain terakhir yang diinginkan Sir Alex Ferguson untuk direkrut Manchester United. Kabarnya Ferguson telah mengirimkan pemantau bakat untuk menjajaki kemungkinan transfer, tetapi sang manajer keburu pensiun. Internazionale, Udinese, dan Genoa juga menginginkan pemain Pescara ini, tetapi tawaran Porto lebih nyata. Pescara mau tak mau harus melepas salah satu aset terbaiknya ke klub peminat karena mereka terdegradasi ke Serie B. "Saya bergabung untuk memenangkan banyak gelar juara. Ini langkah penting dalam karier saya. Sekarang fokus saya adalah berlatih keras setiap hari," ujar pemain kidal ini pada hari pertamanya menjejakkan kaki di markas Porto.
Tempat, tanggal lahir: Medellin, 18 Januari 1993

Klub: FC Porto

Klub peminat: -


Marco Bueno (Meksiko)


Pengalaman mengunjungi Anfield saat berlatih sepuluh hari di Akademi Kirkby selalu berbekas di dalam hati Bueno, pencetak gol tercepat turnamen ini dengan rekor 87 detik. "Saya merinding ketika penonton bernyanyi 'You'll Never Walk Alone' dan jujur saja saya ingin bermain untuk mereka di masa datang. Fans memberikan dukungan 100 persen dalam setiap pertandingan. Saya selalu merinding setiap kali mengingat pengalaman itu," ujar pemain berjulukan El Nino, sama seperti eks striker The Reds, Fernando Torres. AZ Alkmaar sudah memasang pemantau bakat untuk menjaring Bueno, tetapi sang pemain berjanji fokus menatap Clausura liga Meksiko bersama klubnya saat ini, Pachuca.
Tempat, tanggal lahir: Culiacan, 31 Maret 1994

Klub: Pachuca

Klub peminat: AZ Alkmaar


Nicolas Castillo (Cili)


Penampilan Castillo bersama Cili sepanjang turnamen membuat pemantau bakat Manchester United merekomendasikan perekrutan. Sejumlah klub Italia, antara lain seperti Fiorentina dan Udinese, juga dikaitkan dengan striker bongsor ini, tetapi Universidad Catolica membantah telah menerima penawaran resmi dari klub mana pun. Di Piala Dunia U-20 tahun ini, bukan hanya gaya rambut Mohawk-nya saja yang menginspirasi rekan setim, tetapi juga empat gol guna membawa Cili mencapai perempat-final sebelum disingkirkan secara dramatis oleh Ghana 4-3 lewat perpanjangan waktu. "Saya tidak tahu soal tawaran transfer, saya hanya fokus untuk tim dan sisanya bisa menunggu," tukas El Mercurio saat turnamen berlangsung.
Tempat, tanggal lahir: Santiago, 14 Februari 1993

Klub: Universidad Catolica

Klub peminat: Manchester United, Fiorentina, Udinese


Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait