thumbnail Halo,

Banyak masalah mendera persiapan Piala Dunia 2014 di Brasil, masihkah FIFA bersikap optimistis?


CATATAN   MARCELLA MARTHA & KRIS VOAKES     PENYUSUN   AGUNG HARSYA   

Setahun lagi Brasil akan menggelar Piala Dunia 2014 di Sao Paulo dengan perhatian penuh para penikmat sepakbola dunia. Setidaknya, itulah harapan yang ada saat ini. Masih muncul kekhawatiran pagelaran akbar yang untuk kali pertama singgah di Brasil dalam 64 tahun terakhir itu akibat kendala infrastruktur.

Banyak aspek yang mengganggu, mulai dari penundaan dirampungnya konstruksi stadion, harga pembangunan yang melonjak, perseteruan dengan pemegang saham, perdebatan dengan FIFA, dan lain-lain. Akibatnya, kisruh persiapan turnamen justru menjadi tontonan dunia dan dengan sisa 365 hari persiapan, masih banyak masalah yang harus dituntaskan panitia penyelenggara setempat (LOC).

INILAH VENUE PIALA DUNIA
Belo Horizonte (Estadio Mineirao)
Brasilia (Estadio Nacional)
Cuiaba (Arena Pantanal)
Curitiba (Arena da Baixada)
Fortaleza (Estadio Castelao)
Manaus (Arena Amazonia)
Natal (Estadio das Dunas)
Porto Alegre (Estadio Beira-Rio)
Recife (Arena Pernambuco)
Rio de Janeiro (Estadio do Maracana)
Salvador (Arena Fonte Nova)
Sao Paulo (Arena de Sao Paulo)

Stadion-stadion di Brasilia dan Salvador, yang digunakan untuk Piala Konfederasi bulan ini, tampak masih jauh dari siap menampung kedatangan fans dari seantero dunia. Sementara, proyek pengerjaan di Culaba dan Porto Alegre terhenti akibat masalah dengan otoritas setempat.

Bahkan rencana pembukaan stadion keramat Maracana di Rio de Janeiro, yang menghelat laga final Juli tahun depan, masih kejar-mengejar dengan tenggat konstruksi, masalah adminsitrasi, serta tanda tanya soal keamanan. Laga uji coba Brasil dan Inggris digelar dengan serangkaian misteri karena persiapan stadion belum sepenuhnya rampung.

Sempat ada keraguan pertandingan uji coba pada 2 Juni itu bakal dibatalkan karena sertifikat keamanan yang tak jua turun. Sebuah laga eksebisi dilangsungkan April lalu sebagai tes pembukaan Maracana, tapi muncul masalah dari pertandingan antara tim yang diperkuat mantan pemain internasional Brasil, Bebeto dan Ronaldo, yang justru tidak diselesaikan untuk pertandingan melawan Inggris.

Hasilnya, Menteri Dalam Negeri sempat berniat menunda pertandingan karena keamanan stadion. Perkembangan berikutnya adalah saga yang bisa disaksikan publik internasional karena pertandingan itu memiliki bobot tersendiri. Keputusan menteri dianulir oleh hakim setempat sehingga pertandingan dapat berjalan.


Tidak berarti masalah sudah tuntas. Masih ada proses yang belum diselesaikan di venue utama Piala Dunia itu. Beton stadion masih basah, peralatan hidrolik dan kabel-kabel masih tampak dari area media, kursi stadion berdebu, dan air toilet macet. Padahal penyelenggara menyatakan stadion siap pakai meski sesungguhnya belum.

Proses perampungan terus berlangsung, tapi tidak sesuai kecepatan yang diharapkan. Kemudian muncul kerisauan lagi soal studi kelayakan ke setiap stadion. Hasilnya, harga tiket kemungkinan ditetapkan di luar kemampuan fans biasa. Seorang politisi lokal bahkan menyatakan pembukaan kembali stadion dapat "mengubah profil fans sepakbola di Rio".

Arena Fonte Nova | Model stadion ini tidak mewakili kekokohan konstruksi atapnya

Lebih jauh lagi, pengerjaan konstruksi dirisaukan LOC. Arena Fonte Nova di Salvador, yang harus menggelar tiga laga Piala Konfederasi, dihantam berbagai masalah setelah inaugurasi. Usai dilanda hujan lebat, sebagian atap stadion runtuh tak mampu menampung beban air dan sampai saat ini belum diperbaiki. Kasus ini muncul selain masalah toilet, tempat parkir, kursi stadion, dan kisruh soal tiket. Masalah ini muncul ketika stadion menggelar derby lokal antara Vitoria dan Bahia.

Estadio Nacional yang berlokasi di Brasilia akan menyajikan pertandingan Brasil versus Jepang akhir pekan ini sebagai laga pembuka Piala Konfederasi. Stadion terkendala dengan sejumlah penundaan dan biaya total rekonstruksi meroket sehingga menjadikannya stadion termahal dari seluruh venue Piala Dunia nanti. Belum lagi mengingat negara bagian itu tak memiliki klub di tiga divisi teratas Brasil, belum jelas kegunaan selanjutnya stadion sebelum dan sesudah turnamen berlangsung.


Permainan politik juga menjadi sebuah alasan penundaan. Di Maracana, upah para pekerja belum dibayar dan mereka mengeluhkan kelayakan kerja sehingga memutuskan mogok untuk waktu yang tidak sebentar. Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap perencanaan serta pengerhaan renovasi stadion adalah perusahaan yang sama untuk menangani stadion Olimpiade Engenhao di Rio, yang baru-baru ini ditutup karena masalah kerangka atap stadion. Menurut sebuah laporan, masalah itu berujung pada kelayakan konstruksi stadion secara keseluruhan. Kasus ini menjadi sebuah kontroversi besar, bersama dengan melonjaknya biaya renovasi Maracana yang melampaui 1 milyar real Brasil atau sekira 350 ribu.

Arena Pantanal di Cuiaba | Dua perusahaan konstruksi mengabaikannya begitu saja

Enam arena penyelenggaraan Piala Dunia di Piala Konfederasi belum akan diserahkan sepenuhnya ke tangan FIFA hingga Desember mendatang. Kini pengerjaan berpacu dengan waktu. Stadion Culaba, Arena Pantanal, telah ditinggalkan dua perusahaan konstruksi. Saat ini sudah ditunjuk perusahaan konstruksi ketiga yang berpacu dengan kecepatan luar biasa, tapi belum jelas apakah segalanya akan tepat waktu. Sumber dalam kota mengatakan kepada Goal bahwa hampir tidak ada rencana awal pengerjaan infrastruktur yang terlaksana dan yang baru saja dimulai masih jauh dari kata selesai.

Stadion Arena Beira-Rio di Porto Alegre sudah tertunda selama 269 hari karena kesalahpahaman antara perusahaan konstruksi dan Internacional, klub pemilik stadion. Rival Internacional, Gremio, sudah merampungkan stadion mereka lebih awal dan mulai muncul diskusi apakah Arena Porto Alegre (markas baru Gremio) akan dimasukkan menjadi venye Piala Dunia alih-alih stadion milik Inter. Meski demikian, stadion tersebut juga mengalami masalah karena pagar pembatas penonton jatuh usai selebrasi gol
terkenal fans, gaya longsor atau "avalanche", yang menyebabkan sejumlah suporter mengalami cedera ringan.

Permasalahan terus bermunculan, termasuk kebutuhan merancang ulang bangku cadangan di semua 12 stadion akibat berkurangnya bangku tribun. Satu tahun dari sekarang, Brasil diharapkan sudah siap, tapi kenyataannya tidak. FIFA masih tetap bersikap optimistis ketika diserahterimakan akhir tahun ini stadion Piala Dunia dalam kondisi layak dan siap pakai. Masalahnya, bagaimana dengan kondisi sejumlah venue yang akan menggelar Piala Konfederasi mulai akhir pekan ini. Situasinya tidak menimbulkan kepercayaan diri bagi penyelenggara. Berdasarkan studi terbaru, biaya pengerjaan stadion Brasil rupanya tiga kali lipat lebih besar daripada yang dibutuhkan Afrika Selatan ketika mempersiapkan diri tiga tahun lalu. Pendeknya, kerisauan tetap ada.

Periode 12 bulan ke depan menjadi waktu yang sangat penting bagi sebuah negara yang akan menyelenggarakan Piala Dunia dan Olimpiade sekaligus dalam tiga tahun.


Terkait