thumbnail Halo,

Saat masih menjadi sekretaris jenderal FIFA, Sepp Blatter mengaku pernah coba disuap oleh petinggi salah satu negara yang ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986.

Sepp Blater, presiden FIFA, menduga hak menyelenggarakan tuan rumah Piala Dunia 2006 diberikan begitu saja kepada Jerman akibat korupsi.

"Piala Dunia 2006 dijual," ujar Blatter dalam wawancara dengan Blick.

"Saya berpikir seperti itu karena karena seseorang tiba-tiba meninggalkan ruangan saat voting untuk menentukan tuan rumah berlangsung," lanjutnya.

Menurut Blatter, hasil pemungutan suara diperkirakan 10:10. Jika hal itu terjadi, Blatter bisa menggunakan haknya menunjuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah.

Yang terjadi adalah hasil akhir pemungutan suara 10:9, dengan Jerman sebagai pemenangnya.

"Saya seharusnya senang tidak memberikan suara penentuan. Namun saya bertanya-tanya mengapa seseorang keluar ruangan saat pemilihan," demikian Blatter.

Blatter juga mengatakan dirinya tidak ingin menuduh siapa pun, tapi hanya berusaha menceritakan situasi yang terjadi saat itu.

Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) berreaksi keras atas pernyataan Blatter, dan menuduh orang nomor satu di FIFA itu berusaha mengalihkan perhatian publik atas isu skandal suap yang melibatkan Joao Havelange, mantan presiden FIFA.

"Pernyataan Blatter itu tidak berdasar, dan sengaja dilakukan untuk mengalihkan perhatian," ujar Helmut Sandrock, Sekjen DFB.

Blatter juga mengatakan saat dirinya masih menjabat sekretaris jenderal FIFA, petinggi dari salah satu negara mendekati dan berusaha menyuap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1986.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait