Presiden FIFA itu kini mengaku baru tahu soal sogokan setelah ISL gulung tikar.
Setelah sempat menyatakan sogokan seperti yang diterima Joao Havelange dan Ricardo Teixeira tak melanggar hukum pada saat itu, kini Sepp Blatter mengaku baru tahu soal skandal ISL hanya setelah agen pemasaran itu bangkrut."Saya tak tahu tentang itu sebelum kejatuhan ISL pada 2001. FIFA yang kemudian melaporkan ini dan mengawali penyelidikan ISL ini," kata Blatter kepada harian Swiss SonntagsBlick.
Tapi, pada Kamis (12/7), Blatter dikutip laman resmi FIFA, "Tahu apa? Ada pembayaran komisi? Waktu itu, pembayaran seperti itu bahkan bisa dikurangi dari pembayaran pajak sebagai pengeluaran bisnis. Saat ini, hal seperti itu bisa mendapat hukuman. Anda tak bisa menilai masa lalu berdasarkan standar hari ini."
Dan tentang pernyataan itu, Blatter berkelit, "Ketika saya mengatakan sulit mengukur masa lalu dengan standar saat ini, itu pernyataan umum. Bagi saya, penyogokan tak bisa diterima dan saya tak mendukung dan tak mencoba membenarkan penyogokan. Tetapi kini saya dituduh seperti itu."
Blatter menegaskan, "Pengadilan Swiss telah menyatakan bersalah orang-orang tersebut, yang bertahun-tahun menuduh saya menerima sogokan. Sekali lagi, saya baru tahu setelah kejatuhan ISL bertahun-tahun kemudian. Dan ini karena kami memulai penyelidikan. Orang-orang yang menyerang saya tahu ini yang sebenarnya terjadi tetapi mereka masih berusaha. Mereka ingin mengeluarkan saya."
GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:
![]() |
Android | ![]() |
Apple |
![]() |
Blackberry | ![]() |
Windows |



