thumbnail Halo,

Kasus Fabrice Muamba membuat FIFA berusaha mencegah kasus berikutnya dengan mencoba menemukan akar masalah serangan jantung ini.

Dalam konferensi medis FIFA pada 23-24 Mei di Hungaria, FIFA akan membahas kasus serangan jantung yang melibatkan pemain sepakbola untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab serangan seperti yang menimpa pemain Bolton Fabrice Muamba saat pertandingan berlangsung.

"Kami telah mengundang semua dokter timnas untuk menciptakan kumpulan data sedunia tentang penyebab serangan jantung mendadak. Ini akan membantu analisa faktor risiko serangan jantung," jelas ketua medis FIFA Professor Jiri Dvorak.

Kepada AP, Dvorak menambahkan, "Kadang kami hanya mendapat keterangan kasus-kasus itu melalui media. Tapi jika kami mendapatkan penjelasan resmi, kami bisa menganalisis."

FIFA mulai menyadari bahaya serangan jantung setelah pemain Kamerun Marc-Vivien Foe meninggal saat tampil melawan Kolombia pada Piala Konfederasi 2003 dan sejak itu mengharuskan tes jantung terhadap semua pemain yang tampil di Piala Dunia 2006, dan kini hal tersebut diwajibkan di semua turnamen FIFA untuk semua umur baik pria maupun wanita.

"Itu (kasus Foe) peringatan yang mengharuskan kami menangani situasi ini dan melakukan semua hal untuk mengurangi risiko," jelas Dvorak.

Selain itu, alat pacu jantung juga harus disediakan di semua pertandingan yang diakui FIFA, termasuk seluruh partai kualifikasi Piala Dunia.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!