thumbnail Halo,

Penasihat anti-korupsi FIFA meminta kasus sogokan hak siar Piala Dunia pada dekade 1990-an segera diungkap.

Penasihat anti-korupsi FIFA Mark Pieth mendesak FIFA menerbitkan dokumen penyelidikan tentang sogokan yang diberikan agen pemasaran ISL sebagai bagian dari perjanjian hak siar FIFA.

Pieth menjelaskan, FIFA dan presiden Sepp Blatter merasa alasan hukum saat menolak permintaannya untuk melihat dokumen itu.

"Ini adalah sesuatu yang harus diterbitkan. Kami meminta FIFA untuk mendapatkannya. Kami telah berulang kali dan sejak dari awal meminta itu," jelas Pieth kepada AP, meskipun mengaku sadar penerbitan dokumen itu berisiko dianggap pelecehan terhadap hukum.

Sebelumnya, Pengadilan Swiss memperpanjang halangan untuk penerbitan dokumen itu oleh dua pihak yang dirahasiakan.

Mantan presiden FIFA Joao Havelange dan bekas pimpinan sepakbola Brasil Ricardo Teixeira mengajukan banding, setelah lima organisasi media Swiss dan Inggris memenangkan akses terhadap dokumen itu di pengadilan lebih rendah.

Dokumen itu diduga berisi pengakuan dua pejabat sepakbola tentang adanya sogokan pada era 1990-an, dan mereka setuju mengembalikan $6,1 juta asalkan identitas mereka tetap dirahasiakan.

Skandal ISL itu berasal dari tuduhan adanya pembayaran puluhan juta dolar AS untuk pejabat sepakbola oleh agen pemasaran Swiss itu sebelum bangkrut pada 2001 akibat utang mencapai $300 juta.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!