Dua Penalti Warnai Kemenangan Spanyol

Sebagai tuan rumah, skor akhir pertandingan harus ditentukan dua penalti yang diberikan wasit Allan Kelly.

David Villa, Gabriel Heinze, Spain, Argentina (Getty Images)
Oleh Theo Mathias

Teknik individu yang ditampilkan David Silva bagi Spanyol dan juga Angel Di Maria bagi Argentina gagal untuk menciptakan banyak gol, tetapi tim Matador akhirnya menaklukkan tim Tango 2-1 di Vicente Calderon

Xabi Alonso
mencetak satu gol di masing-masing babak, termasuk hadiah penalti di babak kedua, sedangkan Lionel Messi juga berhasil mengeksekusi penalti bagi Argentina.

Selain kostum baru bagi kedua tim, kedua pelatih memutuskan untuk menampilkan sesuatu yang berbeda pada partai kali ini.

Sergio Busquets masuk di tim inti Spanyol, dan Higuain mendampingi Lionel Messi di lini depan Argentina.

Tetap saja, lini tengah Spanyol menjadi motor serangan, dan membuat Argentina kewalahan dengan umpan-umpan pendek dan aksi individu yang dimotori David Silva.

Beberapa kali David Silva mengancam, hingga akhirnya pada menit ke-15, tendangan Silva gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Sergio Romero dan Alonso menyepak bola muntahannya dengan baik.


Spanyol terus mendominasi, dengan Argentina sesekali melakukan serangan balik lewat Angel Di Maria di sayap kiri dan juga Messi menusuk dari tengah, namun kedua tim gagal memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan hingga jeda.

Di babak kedua, Argentina mulai berani menekan, hingga akhirnya Raul Albiol, yang masuk di babak kedua, harus melanggar Maxi Rodriguez di zona terlarang pada menit ke-60.

Messi tanpa ampun menjebol gawang Casillas, dan kedua tim mulai merombak susunan tim tak lama kemudian.

Masuknya Jesus Navas, Juan Mata, dan Cesc Fabregas memberikan warna lain bagi serangan La Furia Roja, dan akhirnya Alonso berhasil memastikan keunggulan setelah terjadi handball di kotak penalti.

Martin Demichelis hampir menyamakan kedudukan saat berdiri bebas di depan kiper pengganti Pepe Reina, tetapi sundulannya masih melambung pada injury time.
Terima kasih atas tanggapan Anda! Komentar tidak akan langsung tampil karena harus disaring moderator terlebih dulu.
Mohon tulis nama Anda!
Mohon tulis lokasi Anda!
Mohon tulis komentar Anda!
Tanggapan Anda
6 Tanggapan Anda
 
Iklan
Jelajahi GOAL.com
  1. PROFIL - Thomas Eisfeld: Eks Gelandang Borussia Dortmund Ini Bisa Menjadi "The Next Mario Götze" Di Arsenal PROFIL - Thomas Eisfeld: Eks Gelandang Borussia Dortmund Ini Bisa Menjadi "The Next Mario Götze" Di Arsenal

    Pemain berusia 19 tahun direkrut pada Januari lalu, dan kini digembleng di tim reserves sebelum masuk tim inti musim depan.

  2. PROFIL - Fredy Guarin: Pinjaman Inter Milan Yang Bisa Menggantikan Peranan Dejan Stanković PROFIL - Fredy Guarin: Pinjaman Inter Milan Yang Bisa Menggantikan Peranan Dejan Stanković

    'Freddy Guarin pemain dengan kualitas hebat plus fisik prima. Tidak diragukan, dia pemain yang bisa mengubah hasil akhir pertandingan.'

  3. DEBAT: Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Suatu Saat Radja Nainggolan Akan Jadi Superstar Di AC Milan, Juventus, Atau Inter Milan DEBAT: Mungkin Tidak Sekarang, Tapi Suatu Saat Radja Nainggolan Akan Jadi Superstar Di AC Milan, Juventus, Atau Inter Milan

    Setelah lepas 2010, pemain berdarah Indonesia itu kini menjadi pemain paling diinginkan di Italia. Juventus, Milan dan Inter pun bersaing mendapatkan gelandang Cagliari itu.

  4. Pemain, Pelatih, Tim Terbaik Liga Primer Inggris Matchday 24 Versi GOAL.com Indonesia Pemain, Pelatih, Tim Terbaik Liga Primer Inggris Matchday 24 Versi GOAL.com Indonesia

    Siapa saja yang layak masuk dalam susunan tim terbaik Liga Primer Inggris pada Matchday 24? Berikut pilihan redaksi GOAL.com.

  5. PROFIL - Frederic Veseli: Prospek Besar Di Lini Belakang Manchester United Setelah Menyebrang Dari Manchester City PROFIL - Frederic Veseli: Prospek Besar Di Lini Belakang Manchester United Setelah Menyebrang Dari Manchester City

    Pemain muda berpotensi terus didatangkan Manchester United dan pilihan untuk sektor belakang jatuh kepada Frederic Veseli.

 
Iklan
Iklan